Senin, 27 Februari 2017

Depok gelar lomba nulis berhadiah jutaan


lomba-karya-tulis-1-724x1024 



Cerita Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar lomba karya tulis berhadiah jutaan rupiah. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa SMA / SMK / MA Negeri  dan  Swasta  se-Kota Depok  dengan tema,          “ Depok Bersahabat Tanpa Narkoba” .

“Lomba karya tulis ini terbuka untuk siswa SMA sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta. Ayo yang memiliki bakat bisa mengirimkan naskah beserta fotocopy KTP/Kartu Pelajar ke email : promentasi@depok.go.id dan promentasi@gmail.com, mulai tanggal 24 Februari-24 Maret 2017,” ujar Panitia Lomba yang juga Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi pada Sekretariat Daerah Kota Depok, Nessi Annisa Handari, di Balaikota belum lama ini,  (24/02/17).



Dikatakannya, adapun ketentuan lomba yaitu naskah merupakan karya asli, bukan saduran atau terjemahan. Naskah yang dikirim juga belum pernah dipublikasikan di media manapun dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis, serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.



Ia menyebutkan, bagi siswa yang tertarik ikut, bisa mengirim tulisan pada kertas A4, font Time News Roman size 12, spasi 1,5 dan panjang tulisan 8-10 halaman. Namun, ditegaskannya naskah yang dikirim tidak mengandung unsur SARA dan pornografi serta telah mendapatkan persetujuan dari kepala sekolah atau guru.

“Juri kita datangkan dari pihak BNNK, perwakilan Pemkot serta penulis buku. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Pemenang lomba akan diumumkan saat acara Talk Show Depok Bersahabat Tanpa Narkoba, tanggal 5 April 2017 di Atrium Mal Margo City. Jadi nanti semua peserta lomba yang sudah mengirimkan naskahnya, kita undang,” tuturnya.



Beberapa poin yang akan dinilai, kata Nessi, adalah kesesuaian tema, update data informasi, sistematis, dan tulisan memberikan jawaban terhadap permasalahan. Untuk form pernyataan dan persetujuan, lanjutnya, dapat diunduh di http://bit.ly/formdepok. Sedangkan untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat mengunjungi http://bit.ly/depokbersahabat.

“Untuk contact person bisa menghubungi Dewi di nomor 085216812379 dan Nasrul di nomor 0818977226. Hadiahnya pun cukup menarik, untuk juara 1 Rp 2,5 juta, Juara II Rp 1,5 juta, dan Juara III Rp 1 juta. Selain itu, juara dan seluruh peserta juga akan mendapatkan piagam penghargaan,” paparnya.

Sabtu, 25 Februari 2017

Prakiraan cuaca kota Depok hari ini





 
Cerita Depok  -   Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan mengguyur Kota Depok pada siang di hari Minggu ini.

Hujan diprediksi akan mengguyur dari siang hari sampai Dini hari  mulai dari hujan lokal, ringan, hingga disertai petir.


 


WilayahSiangMalamDini hari
BekasiHujan LokalHujan RinganHujan Petir
BogorHujan LokalHujan PetirHujan Ringan
DepokHujan LokalHujan PetirHujan Ringan
Jakarta BaratHujan RinganHujan SedangHujan Lokal
Jakarta PusatHujan RinganHujan SedangHujan Lokal
Jakarta SelatanHujan Ringan Hujan PetirHujan Ringan
Jakarta TimurHujan LokalHujan SedangHujan Ringan
Jakarta UtaraHujan RinganHujan Sedang Hujan Lokal
Kepulauan SeribuHujan PetirHujan Ringan Hujan Lokal
TangerangHujan PetirHujan PetirHujan Petir


































































Sumber : http://www.bmkg.go.id/














































































































































































































































































Selasa, 21 Februari 2017

Empat tahun perjalanan Fokus Depok

 Nurul Fokus


Cerita Depok  -  Peran serta seluruh elemen masyarakat, mulai RT, RW, LPM hingga kelurahan sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga keamanan wilayah. Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Kukusan dengan membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Kukusan (Fokus).


Ketua Fokus  Suryadi Tholib mengatakan, awal mula terbentuk Fokus berasal dari seksi keamanaan LPM Kelurahan Kukusan. Saat raker LPM tersebut, muncul program pengadaan Handy Talky (HT) untuk kemudahan berkoordinasi terkait keamanan. Maka, akhirnya Fokus eksis hingga sekarang.

“ Fokus resmi dibentuk tanggal 15 Oktober 2013. Dengan Penasehat Fokus adalah Wakil Wali Kota Depok,Pradi Supriatna,”   kata Suryadi,   Senin            (20/02/2017).


Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam empat tahun perjalanan Fokus sudah dapat membangun komunikasi dengan pihak Polsek, Koramil, dan Polres.

“Alhamdulillah, Kelurahan Kukusan sudah bisa dibilang kondusif baik dari kasus pencurian rumah kosong, tawuran remaja, pembuang sampah liar, sampai pencurian motor,” katanya.



Ia melanjutkan, upaya yang dilakukan FOKUS berupa tindakan pencegahan kriminalitas di Kelurahan Kukusan.

 “Intinya tugas rekan-rekan di FOKUS adalah mengantisipasi tindak kejahatan di Kukusan. Bila ada orang dengan tindakan mencurigakan, kita akan berkorordinasi melalui radio HT, selanjutnya berkoordinasi dengan petugas Buser baik dari Polsek Beji maupun Polresta Depok,” terangnya.



Selain itu, Forum yang memiliki 220 anggota tersebut, memiliki peran untuk mempererat tali silaturahim antar warga agar tercipta kekompakan dan kebersamaan.

“Anggota FOKUS terdiri dari tokoh Kukusan, salah satunya Pradi Supriatna. Kemudian Lurah Kukusan, Hasan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Suaip, Ketua RW, ketua RT, masyarakat yang peduli dengan keamanan lingkungan, dan satpam,” paparnya.



Karena itu, sambung Suryadi, warga Kukusan pun mendukung penuh semua kegiatan FOKUS. Adanya FOKUS dapat menciptakan rasa aman warga sekitar.
 
“FOKUS juga mendukung penuh semua kegiatan dan program dari duet kepemimpinan di Depok, terlebih Bang Pradi yang merupakan Wakil Wali Kota adalah warga Kukusan dan pelindung kita di struktural,” terangnya.



Untuk itu, FOKUS pun selalu siap membangun sinergitas dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Harapannya sederhana, hanya ingin Kelurahan Kukusan dan se-Depok aman, nyaman, dan kondusif,” tutupnya.


Senin, 20 Februari 2017

EDISI V - ISLAMIC IS MY WORLD


Bojong Bambon, bojong Pondok Terong


Hai Sobatku sekalian, wah subuh itu hafidz beserta temanya semangat untuk mengejar keutamaan lalu bagaimana peran hafidz dirumahnya dan apa keharmonisanya didalam rumah hafidz. Penasaran dong ? langsung kepoin dibawah ini.

Abi Hafidz :"Abi Tau pasti nyari pahala Haji yah?" *Menebak dengan Senyuman canda.

Hafidz :"Nah itu tau si abi" *balas penuh senyuman canda.

Ummi Hafidz :" Abi... Hafidz...Yuk Makan Pagi Bareng..eh Aisyah udah nunggu nih kasian sama umminy,."

Abi Hafidz :"Iyah Mi , Abi Kesana"*Beranjak
Hafidz :"Hafidz OTW" *Tergesa.



sesaat sebelum makan pagi berasama


Abi :"Ekhm Ekhm, Aisyah, Hafidz ,Umminya jago masak, terbukti makananya wangi banget jadi gak sabar menyantapnya"*sindir Ummi

Ummi :"Eh Abi kan buatnya dibantuin Abi, lupa yah?"*nyindir pertanyaan

Aisyah :"Eh Aisyah juga kan bantuin Ummi Masak kok gak nyebut nama Aisyah yah?"*Aisyah Ngambek

Ummi :"iyah masakan yang dihidangkan hari ini berkat Kalian semua deh,"

Abi :" Ummi kalau setiap hari begini, Abinya Udah bahagia makin Bahagia lagi dah"*gombal

Aisyah & Hafidz :"Cieee Ummi Sama Abi Sweet" *sambil tersenyum melihat abi dan umminya romantis

Abi Hafidz :"Eits, nanti Hafidz dan Aisyah juga akan seperti ini, merasakan berumah tangga tapi jangan sekali kali kelak kalian pacaran yah karena pacaran itu mendekati perbuatan zina.

Abi Hafidz dan Ummi Hafidz Menerangkan singkat berkenaan pernikahan dan melarang dengan lembut bahaya pacaran.

 Hafidz dan aisyah pun memperhatikan Ummi dan Abinya yang menjelaskan pernikahan secara singkat dan larangan pacaran. 


Di Pagi Cerah itu yang penuh belaian kasih sayang Allah dan segala nikmat Nya yang diberikan kepada Keluarga Hafidz.

Bergegaslah Hafidz dan Aisyah bersiap - siap untuk menuju ke sekolah. Sedangkan Abi Hafidz bergegas menuju kantor kerjanya.

Setelah Hafidz dan Aisyah sudah siap dengan segala perlengkapan sekolah lalu dengan semangat dan sifat tidak sabar untuk mendapatkan ilmu karena Allah. Abi Hafidzpun sudah siap dengan segala perlengkapannya untuk dibawa ke kantor.

Tidak lama berganti menit abi hafidz memanaskan sebuah mobil pajero berwarna hitam yang tampak mengkilat, setelah 5 menit dipanaskan kemudian hafidz dan aisyah pun berpamit diri untuk bersekolah dengan mencium tangan umminya, abi hafidzpun demikian mengecup kening Ummi Hafidz dan ummi hafidzpun turut mencium tangan abinya.


Dalam sebuah perjalanan Dengan mobil yang dikendarain abinya , hafidz tak sengaja melihat seorang nenek yang kelaparan, tanganya mengadah ke atas ..


-BERSAMBUNG-

Forsil DKM SeMekarjaya terbentuk





Cerita Depok  - Mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mewujudkan visi, unggul, nyaman dan religius, menjadi landasan dibentuknya Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Dengan peningkatan peran serta masyarakat, diharapkan Depok dapat segera menjadi kota religius.
 
“Forsil DKM dibentuk atas dasar niat dari para pengurus masjid agar dapat terus menjaga tali silaturahmi warga, khususnya bagi para pengurus masjid yang ada di Mekarjaya. Selain itu, kami juga sangat mendukung visi pemerintah menciptakan kota yang unggul, nyaman, dan religius di Depok,” jelas Ketua Forsil DKM Kelurahan Mekarjaya, Memed Kaarmedi,  Kamis (16/02/2017).


Lebih lanjut, Memed mengatakan, terbentuknya forum tersebut merupakan inisiatif dari Lurah Mekarjaya, Ahmad Fadillah. Menurutnya, dengan adanya forum tersebut diharapkan dapat lebih memperkuat peran masjid. Sehingga, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.
“Masjid tidak hanya sekedar untuk tempat ibadah seperti sholat dan mengaji saja. Sebab melalui masjid, kita juga dapat menyelesaikan berbagai macam problem di mayarakat. Seperti permasalahan sosial, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas,” terangnya.


Dia menambahkan, saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah pengurus dan anggota Forsil DKM Kelurahan Mekarjaya. Namun dirinya memperkirakan, jumlah anggota yang sudah terdaftar sebanyak 31 orang. Jumlah tersebut mengacu pada jumlah RW yang ada di Kelurahan Mekarjaya.
“Jumlahnya di Mekarjaya ada 31 RW. Kami mengasumsikan, kalau disetiap RW ada 1 masjid, maka artinya anggota kami minimal sebanyak 31 pengurus masjid. Karena memang seperti tujuan awal forum ini dibentuk, atas dasar adanya rasa ingin menjalin silaturahmi antar pengurus masjid di Kelurahan Mekarjaya,” paparnya.

Kedepannya, ia mengungkapkan, Forsil DKM Kelurahan Mekarjaya akan mengadakan kegiatan pertemuan antar pengurus masjid secara rutin, minimal dua bulan sekali. Tujuan pertemuan itu adalah untuk memperkecil perbedaan dalam pelaksanaan ibadah, serta menyamakan persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ibadah.
“Kami ingin melakukan pembinaan terhadap umat. Kami tidak ingin ada perpecahan diantara umat Islam khususnya, maupun antar umat beragama di Mekarjaya. Sehingga Islam yang Rahmatan lil Alamin dapat terwujud,” katanya.

Sementara itu, Lurah Mekarjaya, Ahmad Fadillah menuturkan, pembentukan Forsil DKM dilakukan karena seluruh DKM di Kelurahan Mekarjaya aktif dalam berbagai kegiatan. Selain itu, pihaknya ingin juga memiliki perhatian yang lebih terhadap keberadaan masjid sebagai tempat ibadah di wilayah sekitar.
“Forum ini baru terbentuk di Kelurahan Mekarjaya. Nantinya para DKM dapat mengajak masyarakat untuk menggunakan tempat ibadah ini, dalam menjalankan berbagai aktivitas keagamaan,” tandasnya.

Klinik Pratama buah sinergitas BNN dengan Pemkot Depok

 klinik pratama

Cerita Depok  -  BNN dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus bersinergi memerangi narkoba. Terbukti dengan berdirinya Klinik Pratama yang  menjadi buah dari sinergitas antara BNN dengan Pemkot Depok untuk mewujudkan visi Depok yaitu kota yang unggul, nyaman dan religius.


Sebanyak 68 pecandu narkoba telah dibantu penyembuhan di Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok. Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Depok, Engkos Kosidin mengatakan, jumlah pasien pada tahun 2016 mencapai 57 orang dan pada tahun 2017 terhitung hingga 17 Februari 2017 mencapai 11 pasien.

“Untuk pasien compulsory mencapai 42 orang pada tahun 2016. Dengan rincian 13 pasiennya sudah mendapatkan layanan Tim Asesmen Terpadu (TAT) dan 29 pasien mendapatkan asesmen medis. Kemudian pada tahun 2017, ada sembilan pasien compulsory yang mendapat layanan TAT. Lalu, untuk pasien volunteer pada tahun 2016 mencapai 15 orang dan tahun 2017 hanya dua orang. Para pasien volunteer tersebut hanya mendapatkan asesmen medis,”jelasnya,  Jumat (17/02/2017).


Lebih lanjut, ia menjelaskan, pasien compulsory adalah pengguna yang tersangkut kasus hukum. Pasien tersebut juga hasil rekomendasi dari TAT dan asesmen media. Untuk TAT terdiri dari tim dokter dan tim hukum yang menyelidiki apakah pasien hanya korban penyalahgunaan narkoba atau termasuk pengedar. Sedangkan asesmen medis adalah tim dokter yang telah mendapat pelatihan tentang narkoba, untuk menyelidiki pasien secara medis, seperti jenis obat yang sering digunakan dan berapa lama penggunaannya. Selanjutnya, pasien volunteer adalah pengguna narkoba yang sukarela datang ke klinik, agar berhenti menjadi pecandu. Pasien itu hanya mendapat asesmen medis dan tidak akan diproses secara hukum.

“Sudah hebat dia mau berhenti jadi pecandu. Kita hargai dan tolong serta merahasiakan identitasnya, kita jamin,” tegasnya.

Kamis, 16 Februari 2017

Rendang jengkol unitutie Depok

 




Cerita Depok - Keberhasilan tersebut, turut dibantu dari campur tangan pemerintah. Salah satunya adalah pengusaha makanan rendang jengkol yang merasa terbantu, dengan adanya program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Cerita Depok   -   Kesuksesan UMKM dalam membantu perekonomian semakin terlihat di Depok.



“Saya termasuk baru dibidang usaha makanan. Terlebih lagi terjun di bidang makanan, sedikit lebih spesifik karena menyangkut kesehatan. Jadi dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan Pemkot Depok sangat membantu,”jelas Pemilik UMKM Rendang Jengkol, Sri Yuliastuti belum lama ini,
Kamis, (09/02/2017).



Ia menuturkan, bahwa mulai merintis usaha kulinernya sejak November 2015. Dirinya mengaku, awal mula membuat usaha rendang hanya karena coba-coba membuatkan pesanan rendang teman. Produk yang ditawarkan tidak hanya rendang jengkol saja, melainkan tersedia rendang daging, dan rendang paru. Produk panganannya pun mulai harga Rp 50 ribu hingga Rp 90 ribu.


“Untuk saat ini orang banyak yang memesan rendang jengkol,”ucapnya.



Pengusaha yang akrab dipanggil Tuti ini mengungkapkan, produk rendang jengkol yang dibuatnya berbeda dengan jengkol biasanya. “Biasanya jengkol baunya kemana-mana. Kalau produk saya tidak bau karena diolah khusus biar baunya tidak menyengat dan rasanya juga legit,”jelasnya.



Lebih lanjut, ia memberi merk UniTutie dan Astari untuk produk rendang jengkol yang dibuatnya. Produk ini juga telah dibawa hingga luar negeri. 

“Pembelinya orang Indonesia, namun produknya sudah dibawa mereka hingga ke Belanda, arab, Perancis dan Denmark,”katanya.



Dirinya menambahkan bahwa produknya sudah di display di Indonesia Trade and Promotion Center (ITPC) Jeddah dan Osaka. Ia pun memproduksi produk rendang jengkolnya di Grand Depok Residence kav 109, RT 09/12, Kelurahan Tanah Baru, Kecamayan Beji, Kota Depok.



Untuk kedepan, Tuti berharap, pemerintah dapat mendukung pengusaha UMKM lebih baik lagi.

 “Sekarang sudah baik, semoga kedepannya pemerintah lebih baik lagi. Saat ini ini pemerintah juga sudah memberikan beberapa fasilitas gratis seperti fasilitas trainning yang itu sangat membantu sekali buat UMKM,”tutupnya.


Emergency Call 112 Kota Depok

rakor emergency call


Cerita Depok  –  Keberadaan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) atau Emergency Call 112 terus disosialisasikan secara masif. Bahkan, sosialisasi tidak hanya kepada warga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Depok saja, tapi juga diperluas hingga instansi vertikal seperti PLN, polisi, Tagana, dan PMI.
 

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Widyati Ryandani mengatakan, keberadaan Emergency Call 112 saat ini masih dikelola oleh Kementerian Kominfo hingga tiga tahun. Selama masih dikelola Kementerian Kominfo, Diskominfo Kota Depok terus berbenah diri agar siap mengelola panggilan darurat itu secara mandiri.

“Setelah tiga tahun, jika panggilan 112 ini efektif, bukan tidak mungkin pengelolaannya akan kita lakukan secara mandiri. Untuk itu kami butuh sinergitas dari seluruh stakeholder untuk memberikan masukan, saran dan evaluasi bersama,” terang Widyati saat kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Emergency Call 112 dengan instansi vertikal terkait di ruang rapat Diskominfo, Jumat (17/02/17).


Dirinya juga berharap, di tiga tahun pertama berdirinya Emergency Call 112, keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Diakuinya, panggilan darurat 112 memiliki peran yang strategis dan keberadaannya merupakan bagian dari pelayanan Pemerintah Kota Depok. Bahkan, itu tidak hanya melayani di satu bidang saja, tapi juga berbagai bidang.

“Kami sangat mengharapkan adanya sinergitas dari stakeholder terkait, untuk membantu Pemkot Depok mensukseskan progran NTPD 112. Semoga ke depan, layanan ini dapat dimaksimalkan dengan baik,” tambahnya.


Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, masing-masing stakeholder diberikan kesempatan untuk mengutarakan masukan dan saran, agar ke depan Emergency Call 112 dapat memberikan pelayanan yang prima.


Posbahum Gratis bagi Warga Depok




pengadilan negeri


Cerita Depok  – Upaya mendorong program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, untuk lebih bersahabat kepada warga. Pengadilan Negeri (PN) Depok membuka layanan gratis berupa Pos Bantuan Hukum (Posbahum) untuk masyarakat, bahkan bagi warga yang kurang mampu. Selasa, (07/02/2017).


Seksi Informasi dan IT Pengadilan Negeri Kota Depok, Chandra Wahyu Utama mengatakan, layanan Posbakum meliputi empat hal, antara lain konsultasi hukum, penyediaan penasehat hukum, pembebasan biaya perkara dan sidang keliling.

“Jadi, layanan pos bantuan hukum terdiri dari bantuan konsultasi hukum, penyediaan Advokat (penasehat hukum) untuk kasus pidana maupun perdata, kemudian dibebaskan biaya perkaranya dan sidang keliling,” ungkapnya.


Selain itu, ungkapnya, PN Kota Depok juga mendukung Depok sebagai Kota Layak Anak. Hal itu diimplementasikan melalui keberadaan ruang sidang anak yang terdiri dari enam ruang, antara lain, sidang anak, ruang tunggu ramah anak, ruang diversi, ruang kaukus, ruang telekonferensi dan ruang perpustakaan anak. Berdasarkan data Tahun 2016, ada 20 perkara yang melibatkan anak dibawah umur. Untuk itu, ketersediaan ruang sidang anak, disediakan karena anak harus diperlakukan secara khusus dan terpisah dari terdakwa dewasa.

“Disini sudah ada ruang sidang anak, ruang tunggu dan ada ruang telekonferensi juga. Anak-anak harus diperlakukan secara berbeda tidak boleh sama dengan yang dewasa,” tutupnya.



Kisa Muda Depok edukasi internet sehat


kisa muda


Cerita Depok   150 siswa kelas VII dan VIII SMP Ganesa Satria, Kota Depok mengikuti acara Goes to School yang digelar Komunitas Internet Sahabat Anak Muda (Kisa Muda) Kota Depok, Sabtu, (11/02/2017).

Indah Fitria Annisa Ketua Komunitas Kisa Muda mengungkapkan  Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada adik-adik mengenai penggunaan internet yang sehat.

“Internet sehat yakni menggunakan aktivitas internet untuk kegiatan positif. Jadi cara kita memanfaatkan konten-konten di internet dengan baik. Contoh saja berjualan barang online, kita bisa manfaatkan untuk kegiatan menambah penghasilan. Selain itu kegiatan menulis blog, buat video edukasi juga merupakan aktivitas pengguna internet sehat,”terangnya.


Indah pun berharap, supaya anak muda Depok lebih dapat menggunakan internet dengan baik. Terlebih menuju Smart City, masyarakat harus dapat mengakses internet dengan baik, sebab segala akses akan dimudahkan menggunakan internet. Untuk itu, anak muda harus tahu cara menggunakan internet dengan positif.

“Terutama jika ada hal-hal yang negatif dalam penggunaan internet, mereka berani laporkan ke media sosial itu dalam bentuk report spam. Jadi jangan hanya diam saja,”tutupnya.


Salah satu pelajar kelas VII, SMP Ganesa Satria, Aprilia Putri menyambut baik dengan adanya kunjungan Komunitas Kisa Muda. Ia mengaku senang dengan pemberian edukasi mengenai internet sehat.

“Jadi banyak yang bisa dipelajari, seperti tentang memakai internet dengan baik. Lalu kami menjadi tahu tidak boleh bully-bully teman, apalagi lewat internet karena sangat kasihan sekali. Selanjutnya juga kita jadi lebih tahu kalau kita tidak boleh buka situs-situs negatif,” jelasnya.


Acara Goes to School sudah dilakukan komunitas Kisa Muda ini sebanyak 3 kali untuk tahun 2017  di SMP Negeri 12 Depok, SMP Taruna Bhakti, dan SMP Ganesa Satria.