Jumat, 26 Mei 2017

DKUM Depok siapkan agenda tingkatkan kesejahteraan warga




Cerita Depok  – Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di RW 015, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, menjadi sarana bagi Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok untuk melatih keahlian warga setempat. Dengan melibatkan sekitar 100 warga, DKUM berharap warga bisa mandiri dan sejahtera berkat bekal keterampilan kerajinan tangan yang dimilikinya tersebut.

 
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro DKUM Kota Depok, Rina Fithrianni Bahar mengatakan, pihaknya akan turut berpartisipasi aktif dalam program yang sudah menjadi agenda tahunan Pemkot Depok.

“Dari DKUM ingin turut serta dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ada agenda yang sudah kami siapkan,” papar Rina, usai Rapat Koordinasi (Rakor) P2WKSS di Kelurahan Pancoran Mas, Jumat (26/05/2017).


Rina mengungkapkan, sesuai dengan tupoksi Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya, DKUM akan mengadakan pelatihan kerajinan tangan. Pelatihan ini nantinya akan melibatkan komunitas crafter Depok yang dilakukan selama 3 hari di bulan Agustus mendatang, dengan nilai anggaran sebesar Rp 40 juta.

“Target kami 100 KK binaan bisa ikut pelatihan ini. Mudah-mudahan dengan pelatihan itu nantinya bisa menambah pengetahuan para warga binaan, sehingga bisa dipraktikkan sendiri pembuatan craft-nya dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” harapnya.


Kamis, 25 Mei 2017

Passing grade 24 SMP negeri di Depok tahun 2016



Cerita Depok  - Sebelum kamu pilih SMPN sebaiknya lihat dahulu passing grade yang ada disetiap sekolah.                              

Berikut adalah daftar passing grade 24 SMP negeri di Depok tahun 2016 yang di-update dari situs PPDB Kota Depok.




Diskominfo Depok dorong KIM mandiri dan independen






Cerita Depok  -   Agar eksistensinya tetap tampak, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendorong kelompok lnformasi masyarakat  ( KIM ) untuk dapat menjadi kelompok yang lebih mandiri dan independen melalui pelatihan Capacity Building KIM se-Kota Depok.

Penanggung Jawab Capacity Building KIM se-Kota Depok, Martinho Vaz mengatakan, keberadaan KIM dapat menjadi penghubung antara Pemkot dengan masyarakat. Menurut Martin, hal tersebut dapat menjadi penunjang kinerja Pemkot untuk melayani masyarakat dengan lebih optimal.

“ KIM dengan Diskominfo merupakan mitra kerja. Artinya, KIM bisa memberikan informasi mengenai kejadian di masyarakat. Misalnya, kalau ada masyarakat yang sedang sakit dan memerlukan penanganan yang cepat, maka KIM bisa menyampaikan melalui kami, untuk segera ditindaklanjuti. Begitu pula sebaliknya, berbagai kebijakan yang dimiliki oleh Pemkot, bisa segera diinformasikan kepada masyarakat,” tutur Martin disela-sela pelatihan Capacity Building KIM se-Kota Depok, Rabu (24/05/2017).


Lebih lanjut, Mantan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Depok tersebut menuturkan, untuk menjalankan perannya sebagai pemberi informasi kepada masyarakat, KIM Depok harus memiliki sejumlah terobosan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian bagi kelompok tersebut. Karena itu, sambung Martin, Diskominfo Kota Depok memberikan pelatihan E-Commerce bagi seluruh anggota KIM se-Kota Depok.

“KIM perlu survive supaya bisa berkembang secara ekonomi. Makannya, kami beri materi e-commerce kepada mereka. Tujuannya supaya mereka memiliki pemahaman untuk mandiri, sebab ketika mereka memberikan informasi kepada Pemkot, pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk memfasilitasi hal tersebut,” terangnya.


Sementara itu, Ketua KIM Kota Depok, Abdurahman, merespon positif  upaya yang dilakukan oleh Diskominfo Depok untuk mendorong agar KIM lebih mandiri tersebut. Rahman menuturkan, dirinya telah memiliki sejumlah program untuk meningkatkan kemandirian KIM di Depok.

“Salah satunya, kami ingin menjadikan KIM sebagai organisasi yang mandiri. Setelah itu, ke depannya kami juga berencana untuk menjadikan KIM Depok sebagai organisasi yang berbadan hukum. Sehingga, selain sah di mata hukum, kami bisa beroperasional secara lebih mandiri,” tuturnya.


Dikatakannya, saat ini KIM Depok telah memiliki sejumlah media baik cetak maupun online untuk memenuhi keperluan operasionalnya. Namun, kata Rahman, keberadaan media tersebut masih perlu dievaluasi agar semakin baik lagi.

“Kami ingin membenahi manajemen dan sumber daya manusianya terlebih dulu. Sehingga, diharapkan di setiap wilayah, KIM dapat memiliki media yang lebih profesional dan independen,” tandasnya.

Selasa, 23 Mei 2017

LKSA Depok adakan pelatihan manajemen zakat






 Cerita Depok  -  Selasa, 23 Mei 2017 bertepat di ruang Aula Gedung Perpustakaan kota Depok, Forum LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) kota Depok menggandeng Baznas kota Depok mengadakan pelatihan Manajemen Zakat kepada pimpinan dan pengurus LKSA se-kota Depok. 

“Pelatihan manajemen zakat ini bertujuan untuk memberikan panduan mengelola dana umat berupa zakat yang sesuai dengan syariat islam dan hukum Indonesia” Ujar Badrudin selaku ketua panitia. 

“Sangat bahaya sekali jika pengurus LKSA sebagai ujung tombak pengelolaan zakat yang diamanahkan umat tidak tahu ilmu pengelolaan zakat yang baik dan benar. Salah-salah niat awalnya ingin mendapat pahala malah mendapatkan dosa karena salah mengelolanya.” Tutupnya.

Hadir sebagai pembicara Dr. Rida Hesti Ratna Sari yang juga menjabat sebagai wakil ketua 1 Baznas Depok serta Setiawan Eko Nugroho, ST, M.Si sebagai wakil ketua IV.

Dalam pemaparannya, Dr. Rida mengungkapkan “Setiap Amil Zakat harus mendapat sertifikat dari Baznas kota Depok untuk melakukan pengumpulan dan pendistribusian zakat. Jika ada Amil Zakat yang tidak mempunyai sertifikat maka dapat dikatakan mereka liar atau illegal.”

Beliau juga menghimbau agar masyarakat mulai menyetorkan zakat melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah ditunjuk oleh pemerintah karena mereka mempunyai peta persebaran mustahik di kota Depok sehingga dampak yang dihasilkan dari distribusi zakat akan lebih tepat guna tepat sasaran. 

“Mari bersama-sama dengan Baznas kita selesaikan 1% pertahun kemiskinan di kota Depok untuk menuju Depok Berdaya” tutupnya.

Baznas juga membuka diri kepada masyarakat jika ingin mengundang mereka untuk membantu mengelola zakat dengan baik dan benar. Cukup datang ke kantor Baznas yang berada di lantai 2 Masjid Besar Balaikota, Depok pada setiap hari kerja.












Sabtu, 13 Mei 2017

Cipayung Expo ajang promosi produk IKM dan UMKM




Cerita Depok  –  Sebanyak 15 stan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kecamatan Cipayung ikut ambil bagian dalam kegiatan Cipayung Expo yang digelar di Permata Depok, Kelurahan Pondok Jaya. Kegiatan ini selain untuk mempromosikan 20 produk IKM unggulan Cipayung, juga untuk memeriahkan hari jadi Kota Depok ke-18.

“ 20 produk terbaik dipersembahkan lima kelurahan yang ada di Kecamatan Cipayung. Produk yang ditampilkan seperti kuliner, fashion, craft dan beberapa karya seni lukisan,” ujar Camat Cipayung, Asep Rahmat saat kegiatan Cipayung Expo, Minggu (14/05/2017).


Dia menambahkan, Cipayung Expo yang digelar sejak kemarin, akan berakhir hari ini dengan dirangkai kegiatan tarhib Ramadan. Dikatakannya, pada hari kedua juga dilaksanakan santunan untuk 1000 orang.

“Hari ini kita juga ada santunan kepada 1000 orang dalam rangka tarhib Ramadan,” ucapnya.


Rabu, 10 Mei 2017

Komunitas MTMA tumbuhkan semangat nasionalisme



Cerita Depok  – Banyak hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme para pemuda yang ada di Kota Depok. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Kota Depok yang rutin mengajak para pemuda untuk mengunjungi sejumlah veteran pejuang kemerdekaan yang ada di Kota Depok.


Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) MTMA Kota Depok, Richki Septa Amri mengatakan, kegiatan mengunjungi para veteran tersebut sudah berlangsung sejak bulan Agustus 2016. Menurut Richki, kegiatan tersebut semula diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

“Jadi untuk awalnya, kami ingin mengadakan sejumlah kegiatan untuk mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia yang ke-71. Beberapa agenda sudah kami buat, selain kami mengunjungi sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah, kami juga ingin datang ke rumah para pejuang yang ada di Kota Depok. Dan kami putuskan untuk mengunjungi rumah bapak Mugenih, salah satu veteran pejuang kemerdekaan,” kata Richki , Selasa (09/05/2017).


Dalam kegiatan tersebut, sambung Richki,  Mugenih menceritakan kepada para anggota MTMA Depok mengenai upaya para pejuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia. Dari cerita tersebut, Richki menuturkan, untuk meraih kemerdekaan dari para penjajah bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh pemuda di Kota Depok untuk lebih menghargai jasa para veteran pejuang kemerdekaan.

“Salah satu bentuk menghargainya adalah dengan mengenal para tokoh bangsa dan pejuang kemerdekaan, termasuk bapak Mugenih ini,” ucapnya.


Dikatakannya, kegiatan mengunjungi para veteran tersebut akan diadakan secara berkala. Karena itu, sambungnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan setiap empat bulan sekali.

“Untuk lokasinya, kami akan berpindah-pindah. Tidak hanya mengunjungi rumah bapak Mugenih saja. Namun juga para veteran pejuang lain yang ada di Kota Depok,” terangnya.


Melalui kegiatan tersebut, Richki berharap dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme pada para pemuda di Kota Depok. Selain itu, sambung Richki diharapkan semakin banyak pihak yang melakukan kegiatan yang serupa. Sehingga, semakin banyak pemuda yang mengenal tokoh veteran pejuang kemerdekaan bangsa.

“Kami juga ingin membangkitkan semangat kepada penggerak dan komunitas-komunitas di Kota Depok untuk maju bersama menggali informasi peninggalan dan peduli terhadap sejarah di Kota Depok,” tandasnya.


Selasa, 09 Mei 2017

Passing grade 13 SMA negeri di Depok tahun 2016

Cerita Depok   -  Daftar passing grade 13 SMA negeri di Depok tahun 2016 yang di-update dari situs PPDB Kota Depok.

 Nilai passing grade berikut bisa menjadi strategi terbaik Anda sebelum menentukan pilihan SMAN favorit yang diinginkan.



Berikut adalah daftar passing grade 13 SMA negeri di Depok tahun 2016 yang di-update dari situs PPDB Kota Depok.




Katar Gandul gulirkan OSM2

Cerita Depok  –  Kebutuhan warga akan sembako murah difasilitasi Karang Taruna (Katar) Kelurahan Gandul dengan menggulirkan program Operasi Sembako Murah Mingguan (OSM2). Dengan OSM2 ini, warga bisa membeli sembako dengan harga semurah mungkin, sehingga bisa dijangkau dengan isi kantong.

“Sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, hanya saja masih terkendala kurangnya SDM. Alhamdulillah, akhirnya sudah terlaksana satu kali,” ujar Ketua Katar Kelurahan Gandul, Derry Pratama, Sabtu (06/05/2017).


Derry menyebutkan, paket sembako yang disediakan seharga Rp 55 ribu berupa, 2 liter minyak goreng, 2 liter beras, 1 kilogram terigu, 1/2 kilogram gula pasir, dan mie instan 5 buah. Uniknya lagi dalam satu paket yang disediakan, warga wajib membeli 5 ikat sayur bayam dan kangkung, serta ditambah dengan cabai merah sebanyak 1/2 kilogram.

“Kami mengadakan OSM2 ini karena ingin membantu warga di lingkungan sekitar, sekaligus untuk membentuk jiwa sosial kepada generasi muda,” jelas Derry.


Dirinya juga mengatakan, kegiatan OSM2 dimaksudkan agar generasi muda mempunyai kegiatan positif, khususnya di bidang sosial.

“Insya Allah OSM2 ini akan kami laksanakan setiap dua minggu sekali. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar, dan warga Gandul dapat terbantu,” tutupnya.