Jumat, 28 Juli 2017

Jalur SSA Kota Depok

Cerita Depok -  Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menerapkan sistem satu arah di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika di Kecamatan Pancoran Mas. Penerapan uji coba rencananya dilakukan pada Sabtu 29 Juli 2017.

Ruas jalan itu antara lain Jalan Margonda Raya, Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Nusantara, Jalan Raya Sawangan, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Raya Kartini.



Kamis, 27 Juli 2017

Jaga Kondusivitas Depok,TNI dan Polri patroli bersama


Cerita Depok  -  Guna mencegah kejahatan malam hari dan memberikan pelayanan bagi masyarakat, jajaran TNI dengan Polri laksanakan patroli gabungan. Giat tersebut berguna untuk menciptakan situasi kondusif di setiap wilayah yang ada di Kota Depok


Dandim 0508/Depok, Letkol Inf Slamet Supriyanto mengatakan, giat patroli gabungan tersebut dilaksanakan sebagai tanggung jawab TNI dan Polisi untuk menjaga keamanan di Depok. Dikatakan Slamet, dalam setiap patroli, pihaknya mengerahkan empat hingga enam personel yang disebar ke beberapa wilayah.

“Kami menyisir ruas jalan yang sepi atau wilayah rawan kejahatan. Hal itu sebagai bentuk perlindungan kami terhadap keselamatan warga yang pulang kerja saat malam hari,” tuturnya , Rabu (26/07/2017).


Lebih lanjut, kata Slamet, biasanya personel melaksanakan giat patroli malam dimulai pukul 23.00 wib hingga jelang subuh. Kemudian, untuk rute, pihaknya membagi menjadi 11 wilayah sesuai jumlah kecamatan di Kota Depok.

“Patroli gabungan ini dilakukan tiga hingga lima kali dalam seminggu. Nantinya, kami terus berupaya untuk menambah jumlah personel agar giat patroli malam dapat rutin diadakan di Depok,” terangnya.


Di tempat terpisah, warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Rini Wulandari (25) menuturkan, sejak Ramadan, dirinya sering berpapasan dengan mobil patroli Kodim 0508/Depok dan Kepolisin saat dirinya pulang kerja di malam hari. Karena itu, Rini merasa aman saat melintas di Jalan Raya Sawangan yang merupakan jalur menuju rumahnya.

“Karena berprofesi sebagai satpam di salah satu bank, maka keharusan saya untuk pulang malam. Dengan adanya patroli dari TNI dan Kepolisian, sekarang saya jadi tidak cemas lagi untuk pulang larut malam,” tutupnya.


Rabu, 26 Juli 2017

Lakukan Penyegaran, Wali Kota Depok Lantik 22 Pejabat





Cerita Depok  –  Untuk penyegaran dan kebutuhan organisasi, Wali Kota Depok Mohammad Idris melantik 22 pejabat mulai dari lurah, kepala seksi, hingga staf ahli. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota No 821.2/SK/1222/VII/BKPSDM/2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas.

“Dari 22 ASN ini, ada 7 lurah, sisanya mengisi slot kasi dan dinas-dinas,”  kata Wali Kota Depok Mohammad Idris usai pelantikan di Ruang Edelwis, lantai 5, Balaikota Depok, Selasa (25/07/17)


Ketujuh lurah tersebut, sambung Mohammad Idris, beberapa di antaranya adalah Abdul Amin selaku Lurah Grogol dan Retnati Widi Handayani selaku Lurah Bojongsari Baru.

“Sementara di Kecamatan Sukmajaya ada dua lurah baru. Yaitu Pairin di Baktijaya dan Widiyanto di Abadijaya,” sebutnya.


Adapun sisanya mengisi slot kepala seksi (kasi). Seperti Dwi Hardjono sebagai Kasie Pengelolaan Arsip Statis pada Bidang pengelolaan Arsip di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Kemudian Santoso Lilik sebagai Kasi Pemerintahan, Ketenteraman dan Ketertiban di Kelurahan Pondok Cina.


Mohammad Idris mengatakan, dalam proses penempatan sumber daya manusia di pemerintahan memang akan selalu mengalami perubahan demi perubahan. Menurutnya, ini tidak hanya ditujukkan untuk sekadar kenaikan jabatan dan posisi, tetapi juga diarahkan untuk penyegaran pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan oleh pejabat sebelumnya.

“Tentunya ini pun akan tetap disesuaikan dengan profesionalitas, kapasitas, dan juga ketersediaan posisi yang ada di struktur pemerintahan Kota Depok,” katanya.


Mohammad Idris menegaskan, posisi yang baru ini bisa menjadi media untuk meningkatkan prestasi. Terlebih, pihaknya juga akan secara rutin mengevaluasi kinerja, sehingga pelayanan di Kota Depok menjadi lebih baik lagi.
 
“Khususnya kawan-kawan yang di kelurahan, harus lebih intensif berinteraksi dengan masyarakat. Dengan tidak melupakan dirinya adalah pemerintah Kota Depok, sehingga tidak berpikir egoistis hanya kita. Bapak-ibu tidak terpisahkan dari Kota Depok secara keseluruhan,” tutupnya.



Jumat, 21 Juli 2017

Rebut dandang Depok hibur Rakernas Apeksi ke-12 di Malang





Cerita Depok  –  Tradisi rebut dandang dari Depok yang sudah sering tampil di mancanegara, menjadi andalan Kota Depok dalam menghibur peserta Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-12 di Malang. Tradisi yang memiliki nilai filosofis tinggi tersebut, dipentaskan langsung oleh para anggota Lembaga Usaha Melestarikan Budaya Seni Kota Depok (LUMBUK).

“Rebut dandang adalah salah satu budaya khas Kota Depok, tradisi ini adalah untuk meminang pengantin, sama halnya dengan tradisi palang pintu khas Betawi,” ujar Ketua LUMBUK, Norman Hasra yang ditemui di Malang, Rabu (19/07/17).


Pria yang kerap disapa Nunu tersebut menjelaskan, tradisi rebut dandang yang merupakan alat penanak nasi khas tempo dulu menggambarkan pertanggungjawaban pihak laki-laki dalam menafkahi pihak perempuan.

“Perebut dandang merupakan akulturasi budaya Pasundan (yang disebut parabut se’eng). Maka di Kota Depok dikenal perebut dandang dan sudah menjadi bagian identitas seni budaya Kota Depok,” tambahnya.


Nunu menyebut, keikutsertaan LUMBUK bukan kali ini saja. Lembaganya juga telah menorehkan beberapa prestasi seperti, menjadi juara rebut dandang di Kemang dua kali berturut-turut yaitu pada tahun 2015 dan 2016, tampil pada acara-acara penting seperti Apeksi dan pagelaran seni lainnya. Selain itu, pihaknya juga rutin mengisi latihan bela diri untuk Abang-None Jakarta.

“Kami juga kerap mengisi seminar bela diri di luar negeri seperti ke Brunei Darusallam, Portugal dan tahun depan insya Allah ke Italia,” jelasnya.


Dirinya berharap, seiring perkembangan zaman, budaya Kota Depok dapat terus lestari dan bisa ditularkan ke anak cucu, khususnya untuk tradisi rebut dandang.

“Mudah-mudahan tradisi kita dapat terus lestari. Kami berkomitmen membawa nama Depok khususnya pada tradisi ini sampai ke seluruh negara di dunia,” pungkasnya.


Cipayung Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Usaha Sablon





Cerita Depok – Kecamatan Cipayung sudah lama dikenal sebagai sentra usaha konveksi. Sentra usaha tersebut diyakini akan bertambah jenisnya, seiring diadakannya pelatihan keterampilan sablon dari Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok kepada 30 pemuda dari organisasi Karang Taruna.

“Ini hanya batu loncatan untuk para pemuda yang ingin berkiprah di dunia industri kreatif. Kedepannya mereka bisa menggali lebih dalam produk-produk industri kreatif, mulai dari fashion, cenderamata, atau kuliner,” kata Camat Cipayung Asep Rahmat di kantor Kecamatan Cipayung, Kamis (20/07/2017).


Rahmat menjelaskan, dengan kemampuan menyablon pemuda bisa membuat produk kaos asli Cipayung, sehingga menjadi kesempatan untuk mempromosikan daerah-daerah yang menjadi ikon Cipayung.

“Saya ingin membuat sablonan yang menjadi ciri khas Cipayung. Yaitu kawasan Patung Gajah, sebagai sentra industri kami sejak dulu, Jembatan Serong, TPA Cipayung, Situ Cipayung, dan Sumur Bandung,” kata Asep Rahmat.

Dengan demikian, selain bisa menjadi cenderamata para turis, masyarakat juga bisa lebih dekat dan merasa memiliki daerah-daerah yang menjadi ikon Cipayung.

Dipilihnya dunia penyablonan, karena menurut Rahmat, jauh lebih mudah dan memiliki pangsa pasar yang besar. Selain itu, usaha sablon juga dinilai tidak serumit usaha lain.
“Kami mencari sesuatu usaha yang tidak bertele tele. Penyablonan kan mudah, bisa dipelajari siapa saja dan pangsa pasar konsumennya besar,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Satiri Mughni mengaku, sangat terbantu dengan pelatihan ini. Laki-laki yang pernah berkecimpung di bisnis sablon kaos anak ini mendapatkan banyak ilmu untuk kembali menggiatkan usahanya yang sempat terhenti.
“Setelah pelatihan ini saya akan kembali menghidupkan usaha sablon yang pernah saya rintis, dan membuka lapangan kerja untuk pemuda sekitar,” tutup Mughni yang juga Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Bojong Pondok Terong.


Kamis, 20 Juli 2017

Ini nomor Pemadam Kota Depok





Cerita Depok  -  Nomor Layanan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok :
  • Pos Balai Kota Depok
    (+6221) 7720-0760
  •  UPT Tapos
    (+6221) 875-2113
  • UPT Cimanggis
    (+6221) 8774-5313
  • Mako Kembang GDC
    (+6221) 7782-7280
  • UPT Cinere
    (+6221) 754-3025
  • UPT Bojongsari
    (+6221) 2891-7777
  • UPT Cipayung
    (+6221) 77888580
Atau dapat juga menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) atau Emergency Call 112
  ( bebas pulsa )

Selasa, 18 Juli 2017

Saka Wira Kartika Kota Depok




Cerita Depok  -   Guna mencetak para pemimpin masa depan dalam melanjutkan perjuangan karakter bangsa, Danramil 05/Sawangan, Kapten Inf Ibrahim melantik 10 anggota Dewan Saka Wira Kartika Kodim. Pelantikan anggota Dewan Saka Wirakartika itu digelar di aula Makodim 0508/Depok, Kecamatan Pancoran Mas, belum lama ini.


Danramil 05/Sawangan, Kapten Inf Ibrahim mengatakan, pihaknya ingin para anggota Gerakan Pramuka mendapat kesan dan membuka hati terhadap nilai-nilai positif yang telah ditanamkan dalam proses pembinaan. Hal itu sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka.

“Agar membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan, serta peduli pada dirinya sendiri. Itulah pedoman dari Satya dan Dharma Pramuka,” jelasnya, belum lama ini.


Dikatakan Ibrahim, anggota pramuka yang sudah bergabung di Saka Wirakartika ada 70 orang dari berbagai sekolah dan terpilih melalui seleksi. Sebelum dilantik, para anggota Saka Wira Kartika, telah melaksanakan pembinaan terlebih dahulu.

“Pembinaan materi-materi yang terdapat di dalam Krida-krida Saka Wira Kartika yakni Krida Navigasi Darat (Navrat), Krida Survival, Krida Pioneering, Krida Mountaineering dan Krida Penanggulangan Bencana Alam,” tuturnya.


Dirinya berharap, dengan pelantikan itu lahir satria-satria muda yang bisa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan. Terutama, dalam melanjutkan perjuangan bangsa yang berkarakter sesuai dengan Satya Dharma Pramuka.

“Nantinya, 10 anggota Sewan Saka Wirakarta akan menjadi motor penggerak dalam tubuh organisasi Gerakan Pramuka Saka Wirakartika. Dan diikuti oleh seluruh pemuda di Kota Depok,” tandasnya.


Senin, 17 Juli 2017

Warga Ponter antusias ikuti pelatihan bahasa asing BEM UI




Cerita Depok  –  Sebanyak 50 anak di wilayah Kelurahan Bojong Pondok Terong diberikan pelatihan bahasa asing oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Pelatihan dalam bentuk kursus bahasa Inggris singkat tersebut, langsung diberikan oleh native speaker yang merupakan mahasiswa asing dari berbagai negara yang tinggal di Kota Depok.
 
“Pelatihan berlangsung selama tiga hari, dari 11-13 Juli. Ini merupakan program dari BEM UI yang bertujuan untuk memberikan kepedulian terhadap masyarakat. Alhamdulillah, pelatihan ini disambut antusias oleh warga sekitar,” ujar Lurah Bojong Pondok Terong, Bachtiar yang ditemui di Balaikota, Kamis (13/07/17).


Kegiatan yang diberi nama Little Star Project ini melibatkan anak-anak di RT 8/RW 4, Kelurahan Bojong Bondok Terong, Kecamatan Cipayung. Bachtiar juga mengapresiasi BEM UI yang telah memberi perhatian lebih terhadap perkembangan pendidikan di kelurahan yang dipimpinnya.

“Ini kan program mereka untuk bagaimana cara mereka menerapkan ilmunya, melalui kegiatan-kegiatan pelatihan. Kami bersyukur dengan adanya pelatihan ini, secara otomatis akan memberikan pengetahuan lebih kepada anak-anak didik kita. Apalagi mereka mendatangkan langsung mahasiswanya yang merupakan WNA,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Lurah Grogol tersebut.


Diharapkannya, dengan adanya kegiatan itu, ke depan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan di wilayah Kecamatan Cipayung, agar mampu bersaing dengan kecamatan lain di Kota Depok.

“Dengan adanya pelatihan ini, mudah-mudahan IPM kita bisa naik dalam bidang pendidikan,” pungkasnya.


Halal bil halal sampai penyambutan diawal sekolah





Cerita Depok  -  Hari ini hari pertama masuk sekolah bagi siswa kota Depok, Senin (17/07/2017) dari pantauan ceritadepok.com hari pertama masuk sekolah ini diisi oleh kegiatan Halal bil halal dan penyambutan siswa baru seperti di SMP Dwiguna dan SDN 03 Bojong Pondok Terong.






















Jumat, 14 Juli 2017

Kecamatan Cipayung gelar Halal bil halal



Cerita Depok  –  Sikap guyub warga Cipayung dalam menjaga kekompakan diapresiasi Camat Cipayung Asep Rahmat. Sebab, dengan kekompakan warga tugas pemerintah menjadi lebih terbantu saat musibah terjadi.

“Alhamdulillah, warga kami semuanya guyub dan mau bergerak. Dari kegiatan kerja bakti, bencana tanah longsor, perbaikan dan pelebaran jalan di wilayah sekitar, mereka (warga) menyumbangkan tenaga, pikiran bahkan materi,” ujar Asep usai kegiatan Halal Bihalal Tingkat Kecamatan Cipayung, di Aula Kecamatan Cipayung, Rabu (12/07/17).


Dikatakannya, sikap warga tersebutlah yang membuatnya mau mengundang warga dan tokoh masyarakat dalam kegiatan halal bihalal. Ini dilakukannya sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang telah membantu pihaknya.

Halal Bihalal Tingkat Kelurahan sudah dilaksanakan, sekarang kita mengadakan acara untuk semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tokoh masyarakat di Kecamatan Cipayung, Karang Taruna, LPM, dan lain-lain. Karena banyak di antara mereka yang membantu memajukan pembangunan di Cipayung. Ini merupakan salah satu bentuk ungkapan terima kasih kita atas kerja sama yang tercipta selama ini,” jelasnya.

Kekompakan inilah yang menjadi harapan Asep untuk dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), agar bisa sejajar dengan kecamatan lainnya.

“Mudah-mudahan IPM Kecamatan Cipayung dapat meningkat, seiring dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara kompak oleh warga,” harapnya

Kamis, 13 Juli 2017

DUSER harumkan Kota Depok ditingkat nasional






Cerita Depok     Berkat kerja keras kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dukungan Pemkot Depok, Kelurahan Duren Seribu (Duser), Kecamatan Bojongsari, yang mewakili Provinsi Jawa Barat di ajang lomba Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional berhasil meraih penghargaan Pakarti Utama III dari pemerintah pusat. Penghargaan ini menjadi kado istimewa bagi Pemkot Depok di tengah perayaan Hari Keluarga Nasional ke-24 tahun 2017.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Duren Seribu, Saenursasih mengatakan, kemenangan ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak. Terutama dorongan dan partisipasi masyarakat, serta kader PKK KB Kesehatan yang telah bekerja tak kenal lelah.

“Ini tentu berkat bimbingan Bapak dan Ibu Wali Kota Depok yang juga sebagai pembina dan ketua TP PKK Kota Depok, beserta timnya yang telah memberi ruang dan kesempatan kepada kami warga Duser. Juga berkat kerja sama OPD terkait. Alhamdulillah perjuangan kami membawa hasil yang membanggakan,” katanya penuh syukur, Rabu (12/07/2017).


Menurutnya, keberhasilan itu karena seluruh program PKK KB Kesehatan di wilayahnya berjalan dengan baik. Serta kompaknya program yang dilaksanakan baik dari kader PKK, maupun dari suksesnya pelaksanaan kegiatan pemasangan KB di Duren Seribu, dan juga layanan kesehatan yang diberikan Posyandu Duser.

“Semua program tersebut dituangkan dalam makalah yang menjadi bahan ekspose saya, saat dinilai oleh tim penilai dari pusat. KB dan PKK sejak dulu sudah bersinergi. Setiap ada kegiatan KB, di situ ada PKK, begitu pun sebaliknya ditambah dengan kegiatan kesehatan,” ujarnya.


Direncanakan, penghargaan akan diberikan tepat pada saat perayaan Harganas ke-24 di Provinsi Lampung tanggal 15 Juli 2017. Saenursasih berharap apa yang sudah dicapai ini, bisa berkontribusi mewujudkan visi Kota Depok yang unggul, nyaman, dan religius.

“Ini merupakan kemenangan kita bersama. Patut disyukuri bersama, karena menjadi sumbangsih kecil dalam mewujudkan cita-cita Kota Depok,” tutupnya.



Minggu, 09 Juli 2017

Ekstrakurikuler Pramuka bentuk karakter pelajar






Cerita Depok  -   Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang harus menjadi perhatian. Karena kegiatan ini penting bagi siswa untuk meningkatkan aktivitas pelajar di sekolah, agar terhindari dari perilaku negatif. Ekstrakurikuler pramuka ini diwajibkan di Depok, sebab dapat membentuk karakter pelajar.

“Pelajar diajarkan untuk peduli terhadap sesama. Selain juga membentuk diri menjadi pribadi yang mampu menghindar dari perilaku negatif seperti narkoba, tawuran dan pergaulan bebas,” jelas Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Depok, Nina Suzana, Jumat (07/07/2017).



Dirinya menuturkan, kemandirian akan muncul dengan mengikuti kegiatan pramuka. Kemudian, pelajar juga semakin mencintai alam dan lingkungan.  Bahkan dapat ikut melestarikan berbagai flora dan fauna. Sebab, mereka diajarkan melalui aktivitas penjelajah alam bebas.

“Lewat pramuka siswa akan diajarkan juga mengenai kepemimpinan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab dan dapat mengatasi berbagai masalah,” katanya.



Karena itu, dirinya mengajak pelajar di Kota Depok agar ikut pramuka. Hal itu agar Depok dapat semakin memperkuat program Kota Layak Anak (KLA).

“Ke depan, dengan aktif di kepramukaan, maka Kota Depok akan diisi oleh penerus bangsa yang memiliki mental pejuang dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi,” pungkasnya.

Jumat, 07 Juli 2017

Rutan Kota Depok bentuk Gudep




Cerita Depok  –  Rutan Kota Depok telah membentuk Gugus Depan (Gudep) Pramuka, yang anggotanya berisi warga binaan rutan.


Kepala Rutan Kota Depok, Sohibur Rachman, menuturkan, pembentukan ini adalah wujud kerjasama antara Kwarnas Pramuka dengan Kementerian Hukum dan HAM.

“Mudah-mudahan pada akhir bulan ini, Gudep Pramuka Rutan Depok sudah bisa terbentuk dan berjalan kegiatannya,” ujar Sohibur,  Kamis (06/07/2017).


Adapun dari pembentukan Gudep Rutan Depok, kata Sohibur, direncanakan akan ada sebanyak 60 warga binaan yang aktif sebagai anggota. Nantinya yang hadir sebagai pembina, berasal dari Kwarcab Pramuka Kota Depok.

“Kami juga masih terus merampungkan, dalam penyediaan sarana dan prasarananya. Pembentukan Gudep Rutan Depok, merupakan langkah positif untuk pembinaan buat warga binaan, sehingga nantinya saat sudah bebas, dapat langsung membaur dengan masyarakat tanpa perlu merasa canggung,” jelasnya.


Lanjutnya, tujuan Pramuka sangat panjang dan luas, ini juga akan bisa membangkitkan motivasi. Diharapkan, bisa menumbuhkan rasa percaya diri (buat warga binaan) untuk ke depan.

“Setiap anggota Gudep Pramuka Rutan Depok akan diberikan kemampuan tentang kepramukaan. Seperti tentang bela negara, termasuk memaknai hidup kebangsaan, semoga saja langkah ini dapat berjalan baik,” harapnya.


Sementara itu, Pelatih Pembina Pramuka Kwarcab Bandung, Engkuy Kurniasih, menuturkan, bila memang sudah seharusnya seluruh Rutan di Indonesia membentuk Gudep Pramuka. Karena, lanjutnya, banyak sekali warga binaan rutan yang masih berusia produktif. Masih bisa diselamatkan masa depannya.

“Nanti di Gudep Rutan Kota Depok, mereka akan diberi pengetahuan soal wawasan kebangsaan, kecakapan hidup, sampai iman dan takwa,” pungkasnya.

Kamis, 06 Juli 2017

Pelaku UMKM Kota Depok dapat pelatihan Technopreneur




Cerita Depok  –  Untuk mewujudkan program Depok  Sahabat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok terus melakukan pemberdayaan pelaku UMKM. Salah satunya dengan memberikan program pelatihan technopreneur yang telah berjalan sejak awal tahun 2017.


Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro (PPUM) Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Rina Fitriani Bahar menjelaskan, program pelatihan technopreneur adalah pelatihan yang memanfaatkan teknologi internet sebagai media pemasaran. Pelatihan yang diberikan di antaranya cara menulis kata-kata promosi yang menarik dan teknik mempromosikan produk-produknya melalui internet.

“Sekarang teknologi internet semakin maju, internet juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah pemasaran yang efektif,” ujarnya .


Rina menambahkan, pelatihan yang sudah diikuti oleh 100 pelaku UMKM di Kota Depok itu, bertujuan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM untuk memajukan usahanya.

“Alhamdulillah, mereka yang mengikuti pelatihan ini, jadi lebih aktif memanfaatkan internet khususnya media sosial. Jadi sudah tidak pasif lagi. Bahkan, ada beberapa yang langsung mendapatkan banyak pesanan hingga ke luar Kota Depok,” jelasnya.


Rina berharap, dengan diberikannya pelatihan technopreneur ini, pelaku UMKM di Kota Depok semakin kreatif memanfaatkan teknologi internet agar semakin maju usahanya.

“Harapannya agar para pelaku UMKM bisa lebih inovatif dan kreatif,  mereka tidak harus menyewa toko atau tempat untuk berjualan. Jadi, usahanya bisa dijalankan dari rumah,” tutup Rina.