Senin, 23 Oktober 2017

Kecamatan Cipayung wakili Depok LSKK tingkat Provinsi



Cerita Depok -  Kecamatan Cipayung akan mewakili Pemerintah Kota Depok pada Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan ( LSKK ) Tingkat Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Depok Tentang Penetapan Peringkat Pemenang Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan

Kecamatan Cipayung berhasil menjuarai Lomba Sinergitas Kecamatan Tingkat Kota Depok Tahun 2017. Sementara itu Juara Kedua diraih Kecamatan Tapos dan  juara ketiga diraih oleh Kecamatan Pancoran Mas . Walikota Depok dengan didampingi Penjabat Sekda Kota Depok dan Kabag Pemerintahan Setda Kota Depok, secara langsung memberikan penghargaan berupa piala dan uang tunai kepada para pemenang, saat Apel Pagi, di Lapangan Balaikota Depok, Senin (23/10/2017).

Dasar kegiatan Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan ialah Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan dalam menunjang akselerasi pencapaian targert IPM Jawa Barat Tahun 2015. Sebelumnya sebanyak 11 Kecamatan se-Kota Depok mengikuti lomba yang mencari Camat unggul di tingkat kota.

Intrumen penilaian lomba ini ialah sebesar 60% faktor individu Camat dan 40% dari faktor sarana dan prasarana.

 “Selamat kepada para pemenang semoga dapat lebih meningkatkan kinerja seorang Camat sebagai perangkat daerah terdepan dalam mensinergikan segala elemen yang ada di lingkup kecamatan. Dan semoga ini dapat menjadi penyemangat bagi Camat lain untuk terus meningkatkan kinerjanya,” ujar Walikota

Rabu, 18 Oktober 2017

FPK Pondok Jaya selenggarakan Layanan Kesehatan Gratis



Cerita Depok  -  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kelurahan Pondok Jaya Bekerjasama dengan Rumah Sehat Baznas, Baznas, dan Rumbel Al Ghiffari menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Gratis yaitu berupa Pemeriksaan Kesehatan serta Pemberian Obat Gratis untuk Warga di lingkungan Rt.01 Rw. 03 Kelurahan .Pondok Jaya , Selasa 17 Oktober 2017.


Program Pelayanan kesehatan Gratis ini merupakan program rutin bulanan dari Forum Pembauran Kebangsaan Kel. Pondok Jaya yang bekerjasama dengan Rumah sehat Baznas dan Baznas.

” Program ini merupakan agenda Rutin Kami (FPK Kel.Pondok Jaya) disamping program lainnya seperti penyuluhan bahaya narkoba, pelatihan kewirausahaan, pemberdayaan pemuda, seminar kebudayaan dan kebangsaan serta masih banyak lagi program lain.  Berbagai program tersebut kami harapkan dapat memberi manfaat dan nilai positif bagi warga masyarakat khususnya di Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Cipayung ini” Kata Wandi Ibnu Tarmudin ,Ketua FPK Kel.Pondok Jaya.



Sekretaris FPK Kel.Pondok Jaya, Dewo Yogisworo menambahkan, keberadaan FPK untuk menjaga keharmonisan hubungan antar warga dari berbagai lapisan masyarakat

“Yang terpenting adalah kami sedang berusaha membangun dialog dengan masyarakat, Para Ketua Rt. dan RW, Pimpinan Organisasi, Pemuka Agama dan Suku dengan tujuan menjaga keharmonisan serta pemantapan persatuan dan kesatuan yang merupakan salah satu Fungsi Keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan,” kata Dewo Yogisworo.



Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kelurahan Pondok Jaya sendiri dibentuk berdasarkan SK.Lurah Pondok Jaya No. 220/140/KPTS/VIII/2017. Yang mempunyai tugas sbb:


1. Menjaring aspirasi masyarakat dibidang Pembauran Kebangsaan

2. Menyelenggarakan Forum dialog dengan Pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka Agama,suku, dan masyarakat.
3. Menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan
4. Merumuskan rekomendasi kepada Lurah Pondok Jaya sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembauran bangsa

Selasa, 17 Oktober 2017

Depok gelar sayembara perancangan RTH



Cerita Depok  – Rencana pembangunan taman kota dan alun-alun di kawasan GDC Depok terus dimatangkan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok. Untuk desainnya sendiri, masyarakat bisa terlibat langsung dalam pembuatannya dengan mengikuti sayembara berhadiah total Rp 100 juta.
Kepala Bidang Tata Bangunan Disrumkim Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, alun-alun kota menjadi salah satu pembangunan prioritas Pemkot Depok yang ditargetkan selesai tahun 2019. Dengan luas lahan 3,5 hektare, alun-alun kota yang lokasinya di Kecamatan Cilodong ini akan dibangun dengan konsep taman terpadu.
“Untuk memenuhi ketersediaan RTH berupa taman kota dan alun-alun di Kota Depok, Disrumkim telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Sayembara Perancangan RTH (Taman Kota dan Alun-Alun) Kota Depok Tahun 2017, pada Senin (02/10),” kata Dadan, Selasa (10/10/17).
Seperti diliris depok.go.id, Lebih jauh dirinya menjelaskan, sayembara yang diadakan tersebut untuk menghasilkan gagasan kreatif dan komprehensif yang akan menjadi dasar perencanaan dan pembangunan RTH.
“Sayembara sebagai sarana untuk mengajak masyarakat dalam perancangan RTH, sehingga RTH sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Depok,” ujarnya.
Ia menambahkan sayembara perancangan alun-alun akan dibuka untuk masyarakat umum yang memiliki kemampuan di bidang perancangan atau memiliki latar belakang arsitek. Namun,  sayembara ini bukan untuk perorangan, tapi per kelompok.
“Jadi, satu tim maksimal 3-5 orang, dengan model rancangan berbentuk 2 dimensi atau 3 dimensi, sekaligus dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sayembara ini akan dibuka di akhir bulan Oktober 2017 melalui Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Depok. Bagi pemenang sayembara tersebut disedikan hadiah total Rp 100 juta dengan rincian, juara I mendapat Rp 50 juta, juara II Rp 30 juta,  dan juara III Rp 20 juta.
“Para peserta sayembara nantinya akan langsung dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok, Kepala Disrumkim Kota Depok, Kepala Bapplitbangda Kota Depok, Ketua Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) Provinsi Jawa Barat, Kepala Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya RTH, mampu menampung aktivitas masyarakat di Kota Depok yang beraneka ragam dari anak-anak hingga lansia, penyandang disabilitas, komunitas-komunitas kreatif, olah raga, dan lain-lain, serta dapat menjadi citra kota sesuai dengan visi, misi dan program unggulan Kota Depok.
“Kita harapkan alun-alun akan dibangun nantinya, dapat menjadi representasi Kota Depok,” tutupnya.

Senin, 09 Oktober 2017

DKUM Depok buka pelatihan WUB 2017



Cerita Depok – Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) akan membuka program pelatihan bagi Wirausaha Baru (WUB) tahun 2017. Program pelatihan manajemen tersebut, merupakan prioritas pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan wirausahawan baru, khususnya di Kota Depok.
“Pelatihan ini ditujukan bagi pelaku usaha baru dengan umur usaha 6 bulan sampai 3 tahun. Kita ingin melatih para pelaku usaha yang baru memulai usaha agar memiliki bekal dan pengetahuan usaha, serta semangat dalam mengembangkan usahanya,” kata Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan saat ditemui  di Lapangan Balai Kota, Senin (09/10/17).

Seperti dilansir depok.go.id, Fitriawan menambahkan, program pelatihan ini sebagai bentuk dorongan pemerintah dalam mencetak wirausaha baru yang memiliki daya saing, mengingat pertumbuhan usaha baru di Indonesia masih cukup rendah.
“Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga, pertumbuhan wirausaha baru di Indonesia masih relatif kecil, misalnya di Malaysia pertumbuhannya sudah 5 persen kita masih 3,6 persen. Makanya, kita upayakan pembentukan wirausaha baru, khususnya di Kota Depok,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan dikhususkan untuk peserta dengan usia 18-55 tahun. Untuk pendaftaran bagi calon wirausaha baru dibuka mulai tanggal 16-19 Oktober 2017 dengan melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan setempat, pas foto berwarna 4×6 sebanyak 2 lembar dan fotokopi KK dan KTP. Kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi pada tanggal 20-26 Oktober. Sementara untuk hasil seleksinya akan diumumkan pada tanggal 27 Oktober.

“Untuk pelaksanaan pelatihannya akan diadakan mulai tanggal 30 Oktober sampai 15 November 2017. Bagi para wirausaha baru yang ingin mendaftar bisa mengambil formulir di setiap kecamatan atau bisa mendaftar langsung ke DKUM melalui bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro (PPUM),” tutupnya

Sabtu, 07 Oktober 2017

FKH Depok lakukan aksi cabut paku di pohon


Cerita Depok –  Pohon adalah sumber oksigen bagi manusia sekaligus penyerap polusi udara. Namun, sayangnya banyak pohon yang dipaku oleh orang-orang tidak bertanggung jawab sehingga mendorong Forum Komunitas Hijau (FKH) terpanggil untuk melakukan aksi cabut paku di pohon.
Ketua FKH, Hery Syaefudin mengatakan, pohon merupakan salah satu pendukung kehidupan untuk makhluk hidup. Untuk itu, perlu dijaga kelestariannya agar tetap hidup dan tumbuh.
“Pohon kan makhluk hidup juga, kalau tidak kita jaga bersama-sama pohon akan mati,” ujarnya, Jumat (06/10/17).
Hery mengatakan, untuk melindungi pohon agar tetap hidup dirinya akan mengajak para anggota komunitas untuk melakukan aksi cabut paku dan spanduk yang tertancap di pohon seperti di Jalan Ir Juanda dan Margonda, Depok.
“Kegiatan mencabuti paku di pohon, diharapkan dapat menjadi contoh masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan, khususnya melindungi keberadaan pohon yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia,” katanya.
Selain menjaga kelestarian pohon, kata Hery bersih-bersih paku di pohon ini juga untuk melindungi keberadaan pohon agar tidak cepat mati karena terkena paku. Pasalnya, pohon yang terkena paku mudah terserang pernyakit dan akhirnya mati. Dari kegiatan tersebut, jelas Hery, pihaknya berhasil mengumpulkan paku hingga 1/2 kilogram.
“Coba bayangkan kalau pohon ditancap paku sebanyak itu akan dapat menimbulkan kebusukan pada pohon tersebut,” ucapnya.
Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh elemen masyarakat bisa menjaga lingkungan, dan tidak sembarangan memaku pohon. Sebab, pohon juga makhluk hidup di dunia ini.
“Dengan memelihara pohon, seluruh makhluk hidup akan mempunyai pabrik oksigen secara gratis sehingga perlu dilakukan pelestarian alam, khususnya terhadap tanaman,” tutupnya.

Rabu, 04 Oktober 2017

13 calon Sekda Kota Depok jalani tes kesehatan


Cerita Depok  -  Sebanyak 13 calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok hari ini menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok. Dari 13 nama tersebut, akan dipilih satu nama untuk ditetapkan menjadi Sekda Kota Depok pada awal November 2017 mendatang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri, mengatakan ke-13 calon Sekda tersebut antara lain :
1. Kepala Dinas Perhubungan Gandara Budiana
2. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Yayan Arianto
3. Kepala Dinas Tenaga Kerja Diah Sadiah
4. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Etty Suryahati
5. Sekretaris Dewan Zamrowi Hasan
6. Asisten Hukum dan Sosial Sri Utomo
7. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Misbahul Munir
8. Asisten Administrasi Widyati Riyandani
9. Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Thamrin
10. Kepala Bapplitbangda Hardiono
11. Inspektur pada Inspektorat Novarita
12. Staf Ahli Bidang Sosial dan Hukum Mulyamto
13. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Farah Mulyati.

“Dari ke-13 calon Sekda tersebut sudah memenuhi syarat kriteria yang ditetapkan, seperti harus dua kali di masa jabatan tinggi pratama, 2 unit kerja yang dilalui, sudah mengikuti Diklatpim Eselon II, golongan 3C, maksimal usia 58 tahun, dan mereka juga sudah mendapat rekomendasi dari Komisi ASN,” terang Supian, yang ditemui usai pemeriksaan Medical Check Up (MCU) calon Sekda di RSUD Kota Depok, Selasa (03/10/2017),, seperti dilansir depok.go.id
Supian menambahkan, setelah pemeriksaan MCU, tahapan selanjutnya yang harus diikuti peserta adalah tes penulisan makalah dan presentasi pada tanggal 9 Oktober yang akan datang. Kemudian peserta harus presentasikan hasil penulisan makalahnya di depan Panitia Seleksi (Pansel) pada tanggal 10 Oktober.
“Tema yang diberikan akan kami umumkan hari itu juga, dan peserta tidak akan mendapat akses internet. Jadi benar-benar yang ditulis merupakan hasil pemikiran asli peserta,” jelasnya.
Setelah penulisan makalah dan presentasi, tambahnya, Pansel akan melakukan rapat untuk menentukan 3 calon nama Sekda yang akan diserahkan pada Wali Kota Depok. Lalu dengan kewenangannya Wali Kota Depok akan memilih Sekda berdasarkan persetujuan Gubernur Jawa Barat.
“Target kami pertengahan Oktober seluruh tahapan seleksi sudah selesai, sehingga awal November diharapkan sudah ada definitif nama untuk Sekda Kota Depok,” jelasnya.