Rabu, 31 Januari 2018

Tim Ekspedisi Bimbel NF Depok, Curug Cikaso Sukabumi 2016




Cerita Depok - Tak hentinya kalimat Masya Allah terus mengalir dari anggota Tim Ekspedisi NF ketika sampai dilokasi Curug Cikaso yang begitu indah sepanjang mata memandang.

Selain air yang jernih kami juga disuguhkan dengan terbentangnya pelangi yang menambah rasa kagum kami dengan keindahan yang ALLAH SWT berikan dipagi yang cerah.

Curug yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar tebingnya sekitar 100 m ini memiliki tiga pancaran air dan setiap panacaran memiliki nama,  yang kiri bernama Curug Asepan, yang berada di tengah bernama Curug Meong dan yang  kanan bernama Curug Aki.

 Air Terjun Cikaso berlokasi di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Jika Anda melakukan perjalanan dari Kota Sukabumi, jarak yang harus ditempuh sekitar 110 kilometer dari Kota Sukabumi.

Sebaiknya jika berkunjung pada pagi hari, selain masih sepi pengunjung pemandangan disekitar lebih indah ditambah dengan terpaan sinar matahari yang menyinari sekitar lokasi plus cipratan air yang terbawa angin menambah indahnya Curug Cikaso.

Dan jangan lupa untuk mengabadikan momen-momen yang penuh sensasi agar tidak menyesal.

Oh ya satu lagi jika ingin ke tempat-tempat pariwisata di Sukabumi bisa menghubungi 
agar perjalanan anda lebih efektif dan efisien .

Kalipasir Gg Eretan



Cerita Depok -  Kalipasir merupakan sebuah nama kampung dibilangan jakarta pusat tepatnya di kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng. 


Disanalah penulis dibesarkan oleh kedua orang tua, penulis pernah mendengar cerita dari nenek dan orang -orang tua yang mengalami bahwa nama Kalipasir Gang Eretan diambil dari nama sungai ciliwung (kali bahasa betawi) Pasir dikarenakan dikali itu ada pasirnya dan Eretan diambil dari rakit bambu yang digunakan untuk menyebrang. 


Masih cerita dari nenek penulis sungai yang melewati daerah tersebut digunakan untuk kegiatan angkutan(transpotasi),mandi,mencuci dan sebagianya dikarenakan kalinye (sungai)bukan hanya jernih tapi juga dalem pantesan masih ceritanye nenek penulis jika sore hari atau terang bulan banyak getek (rakit)yang pade lewat diatasnye. 


Penulis juga mengalami sekitar tahun 1980-an penulis dan teman-teman sering mandi di kali ape lagi waktu libur udeh-deh kite semua tuh pade berayut berenang pake ban kalo tuh mata belum merah belum pade berenti. 


tidak seperti sekarang cetek alias dangkal.Bisa engga ya seperti dulu lagi.........???


Jumat, 26 Januari 2018

HUT RSUD Depok Akan Gelar Operasi Katarak Gratis



Cerita Depok  –  Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok akan mengadakan operasi katarak gratis. Operasi katarak yang rencananya digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 mendatang itu, akan melayani sedikitnya 50 pasang mata.

Direktur RSUD Kota Depok, Asloe’ah Madjri mengatakan, dalam pelaksanaan operasi katarak ini pasien tidak dipungut biaya sama sekali. Mulai dari pemeriksaan awal atau praoperasi, saat operasi, hingga pascaoperasi seluruhnya diberikan secara cuma-cuma.
“Kita ingin melaksanakan bakti sosial (baksos) dengan mengadakan operasi katarak gratis bagi warga Depok, maupun di luar Depok,” ujar Asloe’ah, ketika dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (25/01/2018).Seperti dilansir www.depok.go.id

Dikatakannya operasi katarak ini akan bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jakarta Raya (Jaya) dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas YARSI.

Bagi yang berminat, selain bisa datang langsung ke RSUD, dapat pula menghubungi panitia pelaksana di nomor telepon 0821-2381-3922. Nantinya, kata Asloe’ah RSUD Depok juga menyiapkan bingkisan bagi yang ikut program operasi katarak gratis tersebut.
“Operasi akan diadakan di RSUD Depok, saat ini sudah mulai membuka pendaftaran. Silakan langsung daftar ke Poli Mata RSUD Depok pada pukul 12.00 sampai 14.00 WIB dengan menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) RT dan RW saja,” katanya.

Senin, 22 Januari 2018

Warga Depok dikagetkan dengan gempa

Cerita Depok  - Warga Depok berhamburan keluar meninggalkan gedung perkantoran nusantara saat terjadi gempa pukul 13.35 , Selasa (23/01/2018)

Selasa, 16 Januari 2018

Forum Anak Kota Depok Harus Inovatif dan Kreatif


Cerita Depok – Terpilih sebagai Ketua Forum Anak Kota Depok periode 2018-2020, Nizar Arifshidqi, harus sudah mulai merancang program unggulan bagi anak-anak di Kota Depok. Siswa SMAN 6 Depok ini memiliki harapan tersendiri untuk bisa membawa Forum Anak Kota Depok menjadi organisasi yang inovatif dan kreatif.
“Kami ingin menjadikan Forum Anak Kota Depok menjadi yang lebih memiliki inovasi, serta membangun bakat dan keterampilan yang ada,” ujar Nizar, yang ditemui di Gedung Balai Kota Depok, Selasa (16/01/2018).
Sebagai Ketua Forum Anak Kota Depok, dirinya pun punya harapan tersendiri bagi Kota Depok agar ke depan bisa menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak. Serta anak-anak mendapat perlakuan yang sama tanpa diskriminasi, seperti dirilis depok.go.id
“Kami juga ingin punya sarana dan prasarana yang menunjang guna mengembangkan potensi positif kami, sehingga kami bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Depok,” tandasnya

Minggu, 14 Januari 2018

Diskarpus Depok harapkan budaya baca sejak usia dini.




Cerita Depok  –  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung program gemar membaca di tengah masyarakat. Lewat gerakan literasi ke  sekolah-sekolah, Diskarpus berharap tumbuh budaya membaca di kalangan masyarakat sejak usia dini.
“Gerakan literasi di sekolah untuk tahun 2018 ini akan kami teruskan, dan lebih dimasifkan sosialisasinya,” ujar Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah, Jumat (05/01/2018).
Dirinya menungkapkan guna menumbuhkan budaya literasi di Depok, pihaknya juga akan terus menyediakan buku-buku bacaan berkualitas, mulai dari literasi sastra hingga ilmu pengetahuan populer lainnya. Selain itu aktivitas perpustakaan keliling juga akan terus digalakkan kunjungannya, baik ke sekolah, pesantren, atau pun kegiatan masyarakat lainnya.
“Setiap ada kegiatan masyarakat kita inginnya berkolaboraksi (kolaborasi dan aksi) untuk sama-sama bergerak. Selama kami mendapatkan informasinya, perpustakaan keliling insya Allah akan hadir,” katanya.
Siti berharap dengan gerakan literasi ini dapat memotivasi masyarakat Depok untuk turut ambil bagian dalam semangat gerakan membaca. Serta melalui gerakan literasi nantinya, semakin tumbuh budaya membaca sejak usia kanak-kanak.
“Dengan memberikan anak-anak buku bacaan ringan yang disukainya, nanti mereka terbiasa membaca buku,” tandasnya.

DKR Sawangan Depok Adakan Latgab


Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Sawangan Kwartir Cabang ( Kwarcab ) Kota Depok mengadakan Latiham Gabungan (Latgab) Penegak dan Pandega bertempat di SMAN 5 Depok,  Minggu (14/01/2018).



Sekertaris Dewan Kerja Ranting (DKR) Sawangan Tiara Esa Aprilia mengatakan Latgab ini diikuti 100 peserta penegak dan pandega dengan tema “ Berbaur Bersama Dalam Berbagai Perbedaan “.


“ Kegiatan ini sebagai sarana pengenalan dan menyamakan persepsi mengenai Gerakan Pramuka disatuan Penegak dan Pandega ( T/D ) dilingkungan Sawangan,” paparnya dalam sambutan sekaligus pembukaan Latgab.








Rabu, 03 Januari 2018

Wujudkan KLA, Depok Terus Tingkatkan RW Ramah Anak

DPAPMK Adakan Pembinaan Tenaga Lapangan KB Se-Kota Depok

Cerita Depok  -  Keberadaan Peraturan Daerah (Perda) No 15 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA), menjadi payung hukum yang tepat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menerapkan program Rukun Warga (RW) Ramah Anak di seluruh RW di Kota Depok. Lewat regulasi tersebut, Pemkot Depok menargetkan 906 RW di Kota Depok bisa menjadi RW Ramah Anak secara bertahap.
Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Eka Bachtiar menuturkan, pihaknya akan menerapkan program RW Ramah Anak di 11 kecamatan, 63 kelurahan, bahkan sampai tingkat RW yang berjumlah 906 se-Kota Depok hingga tahun 2021.
“Hingga tahun 2021 kami menargetkan seluruh RW di Depok menjadi Ramah Anak, kami akan kerja keras untuk mencapai itu,” ujarnya, Rabu (03/01/2018).

Eka menambahkan sejak digaungkan RW Ramah Anak, sampai saat ini sudah terbentuk sebanyak 141 RW Ramah Anak di Kota Depok. Sedangkan di tahun 2018 ini, pihaknya akan menambah 100 RW Ramah Anak lagi seperti dirilis di depok.go.id
“Kami akan menggandeng seluruh pihak PKK, kecamatan, kelurahan, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pihak swasta guna kesuksesan RW Ramah Anak ini,” tambahnya.

Dirinya mengatakan untuk RW yang belum menjadi RW Ramah Anak bisa mendatangi RW Ramah Anak yang sudah ada seperti di RW 06 Kelurahan Tanah Baru, Beji, sehingga RW-RW lain dapat mencontoh RW Ramah Anak yang sudah terbentuk.
“Kami berharap RW Ramah Anak dapat memberikan dorongan serta motivasi dalam mengoptimalkan kegiatan, sehingga keberadaannya bukan hanya seperti kelembagaan melainkan aplikasi RW ramah anak dalam kehidupan sehari-hari di tiap wilayah,” tandasnya.

Korsleting listrik primadona penyebab kebakaran di Kota Depok

kadis damkar

Cerita Depok  – Selama kurun waktu setahun yakni sejak Januari hingga Desember 2017, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok sukses menangani 243 kasus kejadian kebakaran di Kota Depok. Dari total kejadian tersebut, sebanyak 155 kejadian  kebakaran mayoritas karena arus pendek (korsleting) listrik.


Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto, mengungkapkan, selain karena arus pendek, kebakaran juga disebabkan kompor gas sebanyak 51 kejadian dan penyebab lainnya sebanyak 37 kejadian. Dengan kerugian yang diderita mencapai Rp 8,8 miliar.

“Selama kurun waktu 12 bulan kemarin ada sekitar 243 kejadian kebakaran yang terjadi di 11 kecamatan se-Kota Depok,” ujar Yayan, di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Selasa (02/01/2017), seperti dirilis depok.go.id


Dikatakannya dengan angka kebakaran yang ada ini, diharapkan warga untuk lebih waspada dan senantiasa mencegah hal-hal yang bisa menimbulkan peristiwa kebakaran. Dirinya mengingatkan warga untuk menggunakan listrik dengan benar, serta menggunakan desain dapur yang aman agar saat terjadi kebocoran gas, udara atau pun asap bisa keluar dengan cepat.

Begitu pun dalam penggunaan alat bantu penerangan seperti lilin, hendaknya dijauhkan dengan perabotan yang mudah terbakar. Ia juga meminta orang tua mengawasi anaknya, agar tidak memberikan korek api atau mainan yang memicu munculnya api di dalam rumah.

“Yang tak kalah pentingnya jangan sampai membakar sampah di rumah, karena ini bisa jadi salah satu penyebab kebakaran juga. Hindari menyimpan bahan bakar cair atau gas dalam jumlah yang cukup banyak di dalam rumah, dan paling penting lagi sediakan sarana proteksi kebakaran di rumah kita,” katanya.


Selain menangani kejadian kebakaran, tambahnya, dinas yang dipimpinnya juga telah berhasil melakukan 307 aksi penyelamatan sepanjang tahun 2017. Adapun kejadian yang ditangani antara lain, pohon tumbang, evakuasi orang tenggelam, longsor, banjir, serta kejadian lainnya.

“Tahun 2018, insya Allah kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Depok dalam penanganan kebakaran maupun penyelamatan,” tutupnya.