Jumat, 23 Maret 2018

Niyarsih tertantang menjadi srikandi Satlakar Kota Depok




Cerita Depok – Menjadi anggota Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) bukanlah dominasi kaum pria saja. Niyarsih (44), dari Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, juga tertantang menjadi srikandi Satlakar.


 Dengan bekal pelatihan yang diikutinya dari Dinas Damkar dan Penyelamatan, kini Niyarsih tidak takut dengan kobaran api dan jadi yang terdepan menolong saat musibah gawat darurat terjadi.

“Saya orangnya butuh tantangan, kayanya seru aja menjadi Satlakar, saya juga tidak takut kalau sedang simulasi dan pelatihan. Selalu bersemangat, karena menambah pengetahuan saya, bagaimana menanggulangi kebakaran sedari awal,” papar Niyarsih, di sela-sela pembinaan dan pelatihan Satlakar, di UPT Damkar Sukmajaya, Kamis (22/03/2018).


Wanita yang juga diamanahi sebagai Ketua RT 011/RW 08 ini juga merasa bangga menjadi garda terdepan di tengah masyarakat yang mampu menjinakkan api, bahkan ilmunya juga dibagikan ke masyarakat lewat kegiatan sosialisasi. Saat kebakaran terjadi, yang terpenting, kata Niyarsih, warga tidak panik. Tapi, sebisa mungkin melakukan upaya pemadaman hingga petugas Damkar datang.

“Alhamdulillah, di wilayah saya belum pernah kejadian kebakaran. Tapi, saya pernah diminta untuk melihat dan pantau kebakaran yang terjadi di salah satu perusahaan di Tugu, hingga petugas Damkar datang,” katanya.


Dalam keseharian pun, Niyarsih sering mendapat laporan dari warga, namun jenis laporan yang masuk bervariasi. Seperti warga melaporkan listrik di rumahnya padam atau pun kehilangan motor.

“Saya tidak masalah warga saya melaporkan, di luar kebakaran. Itu berarti mereka sudah percaya dengan saya, sehingga nanti kalau benar ada kejadian bisa diantisipasi secepatnya,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Satlakar di Kota Depok. Pasalnya, keberadaan Satlakar menjadi ujung tombak penanganan kebakaran di Kota Depok. Selain itu, Satlakar juga tanpa pamrih membantu petugas Damkar memadamkan api jika terjadi kebakaran di satu wilayah.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Satlakar, tugas ke depan harus lebih baik lagi dan lebih kompak lagi, baik pencegahan maupun penanggulangan kebakaran,” tukas Gandara.

Pemberitahuan ini telah ditayangkan di depok.id dengan judul Srikandi Satlakar Tak Takut Api

KMPB Bareng Zakat Sukses Gelar Workshop photografi



Rabu, 21 Maret 2018

DKM AL - FALAAH DEPOK GELAR MABID


Minggu, 18 Maret 2018

Daftar Area Terkena Penghentian Sementara PDAM Kota Depok





Pemberitahuan ini telah ditayangkan di depok.id dengan judul

Kamis, 15 Maret 2018

Logo Dan Tema HUT ke-19 Kota Depok


Cerita Depok 

Tema  Hari Jadi ke-19 Kota Depok Tahun 2018:

DEPOK, KOTA CERDAS & BERBUDAYA


Sub Tema Hari Jadi ke-19 Kota Depok Tahun 2018:
  1. Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kota Depok yang ber-IMTAK (Iman dan Takwa) dan ber-IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi);
  2. Menuju Kota yang Unggul Pelayanannya, Nyaman Lingkungannya, Religius Masyarakatnya;
  3. Wujudkan Kota Depok yang Cerdas Warganya, Sehat Jasmaninya, Kuat Agama dan Budayanya.

Selasa, 13 Maret 2018

Hari ini 187 ASN Kota Depok Di Lantik



Cerita Depok  – Wali Kota Depok Mohammad Idris hari ini melantik 187 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Kepada pejabat yang dilantik, karena promosi atau mutasi tugas, wali kota meminta untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Pelantikan ini mengacu pada Keputusan Wali Kota Depok Nomor :  821.2/SK/524/III/BKPSDM/2018, Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 821.2/SK/525/III/BKPSDM/2018, dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tanggal 26 Januari 2018.

 “Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, saya Wali Kota Depok, melantik saudara-saudara dalam jabatan JPT Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemkot Depok,” kata Mohammad Idris, di Balai Kota, Selasa (13/08/2018) seperti di rilis.


Di antara 187 pejabat yang dilantik, kata Mohammad Idris, ada Dadang Wihana yang dipromosikan sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub). Sementara posisi Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang ditinggalkan Dadang, diisi oleh Lienda Ratnanurdianny.


Selain itu, ada empat camat dan 15 lurah. Di antaranya, Eman Hidayat sebagai Camat Cimanggis, yang sebelumnya sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Muchsin Mawardi sebagai Camat Cinere, yang sebelumnya dipercaya menjadi Camat Tapos.

“Untuk lurah sendiri, di antaranya Syaiful Hidayat sebagai Lurah Depok Jaya dan Abdul  Mutholib sebagai Lurah Tugu,” lanjutnya.


Dirinya percaya para pejabat yang dilantik akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan tanggung jawab yang diembankan pada unit kerja masing-masing.
“Semoga Allah, memberkahi kita dan melancarkan tugas-tugas yang kita emban ini,” tutupnya.




Buffer zone TPA Cipayung bukan untuk pembuangan sampah




Cerita Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melakukan perluasan daerah penyangga (buffer zone) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di tahun 2019. Rencana perluasan tersebut bakal menggunakan anggaran pengadaan lahan sekitar Rp 5 miliar.

“Perluasan tersebut dalam arti untuk pembebasan lahan, tahun kemarin juga sudah dianggarkan. Namun memang ada satu hal sehingga belum terealisasi seperti masyarakat yang belum siap,” ucap Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 di Kelurahan Cisalak Pasar, belum lama ini.


Dikatakannya, perluasan buffer zone yang dimaksud bukan sebagai tempat pembuangan sampah. Karena, pemerintah ingin membangun daerah penyangga atau buffer zone agar bau sampah dari TPA Cipayung tidak tercium ke wilayah lain.

“Jadi pembebasan di Kali Angke itu bukan untuk pembuangan sampah. Karena masalah pembuangan sampah kita sudah punya jatah di Nambo yang ada di kawasan Gunung Leutik, Kabupaten Bogor,” jelasnya.


Diketahui, buffer zone dengan luas 10 hingga 11 hektar tersebut bukan untuk perluasan TPA. Sebab, nantinya wilayah Pasir Putih akan dibuat jogging track untuk masyarakat, Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau penghalang lainnya agar bau sampah dapat terserap.

“Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa buffer zone ini bukan untuk pembuangan sampah tetapi sebagai daerah penyangga. Hal ini perlu dipahami bersama,” tandasnya.


120 Guru BK Kota Depok Dilatih Konvensi Hak Anak




Cerita Depok  –  Sebanyak 120 guru Bimbingan Konseling (BK) dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang sudah menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA) diberi pelatihan oleh Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok. 


Untuk tahap pertama pelatihan diberikan pada 50 guru, sedangkan tahap berikutnya pelatihan terkait hak-hak anak bagi para konselor sekolah ini akan diberikan pada 70 guru.


“Kami ingin memberikan pemahaman tingkat lanjut kepada SRA, khususnya pada guru BK. Mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus kekerasan, maupun kasus-kasus perundungan (bullying) yang bisa saja terjadi di sekolah,” ujar Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia usai membuka Pelatihan Konselor bagi Guru BK Sekolah Ramah Anak di Graha Insan Cita, Sukmajaya, Depok, Senin (12/03/2018)seperti dilansir .depok.go.id .
 .


Dikatakannya, para guru BK diberi pengetahuan seputar penanganan mental tahap awal (psichological  first aid) atau keterampilan dasar-dasar konseling dalam menghadapi siswa di sekolah. Selain itu, guru BK juga diberi pengetahuan dan ditumbuhkan kepeduliannya  terhadap permasalahan kekerasan maupun seksual jika terjadi pada anak didiknya.

“Guru BK kami ajak untuk menggali potensi anak di sekolah yang nantinya dijadikan sebagai upaya preventif kekerasan pada anak di sekolah, dan bagaimana mereka dapat menyelesaikan permasalahan sampai ke akar-akarnya,” tandasnya.


DPAPMK Kota Depok, SRA tidak otomatis




Cerita Depok  – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok tengah gencar melakukan penambahan Sekolah Ramah Anak (SRA). Meskipun begitu, untuk bisa menjadi SRA tidak serta merta otomatis, namun harus dibuktikan dengan komitmen secara tertulis.


Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia mengatakan, untuk menjadi yang paling utama syaratnya yakni harus ada komitmen dalam bentuk Surat Keputusan (SK). Komitmen ini berasal dari sekolah dengan seluruh guru, karyawan, orang tua murid, hingga komite sekolah, bahkan seluruh pihak yang berada di lingkungan sekolah juga wajib menyetujui komitmen ini.

“Komponen yang pertama yaitu adanya kebijakan SRA, dalam artian sekolah tersebut memiliki komitmen tertulis menjadi SRA. Memiliki SK tim SRA, atau pun program yang mendukung SRA,” jelas Yulia Oktavia, usai membuka Pelatihan Konselor bagi Guru BK Sekolah Ramah Anak di Graha Insan Cita, Sukmajaya, Depok, Senin (12/03/2018)  seperti dilansir .depok.go.id .


Ditambahkannya, dalam SRA, pihak sekolah juga harus menyiapkan sistem pembelajaran atau tata tertib yang dibuat bersama para murid. Selain itu, harus ada tenaga pendidik yang sudah mendapat pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA). Serta terdapat dukungan dari alumni atau stakeholder sekolah terhadap keberadaan SRA.

“Misal mereka mengadakan kegiatan dan fasilitasi acara yang mendukung kreativitas anak, atau kegiatan literasi anak, dan yang lainnya,” katanya.


Untuk bisa mendapat predikat, imbuh Yulia, pihak sekolah bisa mengurus langsung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. “Tentunya akan dibantu dan difasilitasi oleh DPAPMK Kota Depok, serta akan dilakukan pendampingan,” tutupnya.

Senin, 05 Maret 2018

Diskarpus Dukung RW Ramah Anak Punya Pojok Baca



Cerita Depok – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok terus bersinergi mendukung program RW Ramah Anak di Kota Depok. Dukungan itu ditunjukkan dengan memfasilitasi pojok baca anak di setiap wilayah agar program unggulan Kota Depok menuju Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama dapat diwujudkan.


Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah mengatakan, dukungan yang dilakukan Diskarpus dalam memfasilitasi pojok baca anak yaitu dengan memberikan buku-buku yang memiliki nilai edukasi, sehingga anak-anak dapat menambah wawasan.

“Kami berikan buku-buku menarik bagi anak-anak di wilayah. Dengan begitu, anak-anak memiliki wadah untuk mencari ilmu selain di sekolah,” ujarnya, Rabu (28/02/18), seperti dilansir .depok.go.id


Lebih lanjut dirinya menjelaskan, upaya tersebut telah dilaksanakan di beberapa wilayah di Kota Depok. Dengan adanya pojok baca anak, anak-anak tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan yang letaknya jauh dari tempat tinggalnya. Tapi, cukup ke pojok baca yang berada di lingkungan RW Ramah Anak.

“Kami memberikan fasilitas yang dapat memudahkan anak-anak. Jadi, setiap saat anak-anak dapat membaca,” jelasnya.


Siti menambahkan, melalu pojok baca anak diharapkan dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki wawasan luas. Dirinya berharap fasilitas yang diberikan, nantinya dapat dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Perlu adanya peranan semua pihak guna mendukung program ini. Sebab, anak-anak saat ini harus dibentuk sedemikian rupa hingga nantinya dapat menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” tutupnya.

Wali Kota Depok sabet Pemimpin Pembawa Perubahan


Cerita Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris diberikan penghargaan sebagai Pemimpin Pembawa Perubahan kategori Wali Kota Inspiratif dan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Terbaik tahun 2018. Penghargaan tahunan ini diberikan oleh media independen Sevensky Media, karena peran Mohammad Idris dalam bidang pembangunan dan ekonomi.
“Kami atas nama pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan anugerah ini. Saya kira panitia sudah memberikan penilaian secara objektif, melihat perubahan Kota Depok yang dipimpin oleh Pak Wali selama dua tahun ini,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono, yang mewakili Wali Kota Depok Mohammad Idris, di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jumat (02/03/2018), seperti direles .depok.go.id
Dikatakannya, pada tahun 2017 kemarin, Kota Depok mendapatkan sebanyak 31 penghargaan. Salah satu penghargaan yang paling signifikan, imbuhnya, yaitu diraihnya Piala Adipura.
“Penghargaan tersebut diberikan atas kesuksesan Pemkot Depok dalam pengelolaan sampah, dengan membangun sekitar 500 bank sampah non-organik dan pembudidayaan hewan pengurai, maggot,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Sevensky Media, Bisma Mukti Wibowo mengatakan, penghargaan tahunan ini merupakan kegiatan yang diberikan kepada para pemimpin daerah dan perusahaan yang berkontribusi positif terhadap pembangunan di Indonesia. Dikatakannya, keberadaan pemimpin inspiratif sangat dibutuhkan negeri ini, menjadikan masyarakat sebagai agen perubahan dan mengubah mental bangsa menjadi lebih prestatif.
“Lewat momentum ini, diharapkan terjalin kemitraan yang baik antara pemenang. Sekaligus menjadi teladan bagi pemimpin lainnya guna memacu kualitas pembangunan menjadi lebih baik,” tutupnya