Kamis, 26 Juli 2018

Puskesmas Cilodong Raih Penghargaan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Tingkat Nasional



Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cilodong berhasil meraih penghargaan dengan predikat Pelayanan Ramah Anak Terbaik tingkat nasional pada Anugerah Kota Layak Anak (KLA) tahun 2018. 


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/07) kemarin.

“Alhamdulilah, ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh pihak dalam mewujudkan Puskemas Cilodong sebagai Puskesmas ramah anak. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi penyemangat untuk tetap melaksanakan program ramah anak,” tutur Kepala UPT Puskesmas Cilodong, Ambar Wijajanti  belum lama ini.


Dirinya mengatakan, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas sebagai pusat kesehatan bagi masyarakat, UPT Puskesmas Cilodong, sejak 2017 telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk anak. Diantaranya, pojok bermain anak, pojok baca, ruang laktasi, dan ruang konseling anak.

“Selain itu kita juga punya dua kegiatan inovasi yang mungkin belum dilakukan oleh orang lain yaitu mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Mandiri dan Waspada Masyarakat (SI MAWAS) guna mendeteksi dini dan memudahkan pelaporan penyakit masyarakat secara lebih cepat. Kemudian kita juga memiliki Posyandu Remaja (Posmaja) yang saat ini sudah terbentuk sebanyak 15 Posmaja,” jelasnya.


Menurutnya, ke depan UPT Puskesmas Cilodong juga berencana mendirikan taman bermain ramah anak dan pengembangan terhadap Posmaja beserta kegiatannya.


 Semua itu diharapkan mampu mendukung terwujudnya Depok sebagai Kota Layak Anak.

“Untuk membuat taman ramah anak kami berencana mengadeng perusahan melalui Coorporate Social Responsiblity (CSR) atau bantuan lainnya. Sementara untuk Posmaja kami harapkan semakin bertambah dengan dukungan anggaran dan kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” tutupnya.


Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul  yang sama :



Selasa, 24 Juli 2018

Disdik Depok Minta Sekolah Optimalkan Proses KBM





Cerita Depok - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok meminta pihak sekolah mengoptimalkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama lima hari, yaitu dari Senin hingga Jumat.


 Dengan demikian, pada hari Sabtu dan Minggu,  bisa dimanfaatkan para pelajar untuk berkumpul bersama keluarga.

“Kami ingin agar sekolah yang sudah lengkap sarana dan prasarananya untuk mengoptimalkan KBM selama lima hari masuk sekolah, dengan alokasi setiap harinya delapan jam (full day),” kata Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin, Rabu (25/07/2018).


Thamrin menuturkan, pihak sekolah bisa memaksimalkan jam pelajaran dari jam 07.00 – 13.00 WIB. Setelah itu, imbuhnya, bisa dilanjut dengan kegiatan ekstrakurikuler, belajar kelompok, atau pengembangan karakter hingga jam 15.00 WIB.

“Setelah Salat Asar sekitar pukul 16.00 WIB, semua murid pulang dan tidak ada lagi kegiatan di sekolah,” katanya.


Cara ini, kata Thamrin, diharapkan bisa meminimalisir kejadian tidak diinginkan yang terjadi di lingkungan sekolah. Dengan begitu, imbuhnya, tidak ada lagi pelajar yang masih berada di sekolah saat jam pelajaran sudah berakhir.

“Pengawasan di sekolahnya juga jadi lebih mudah. Intensitas komunikasi orang tua dan anaknya menjadi lebih sering,” tutupnya.



Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul  yang sama :


Senin, 23 Juli 2018

TP PKK Kota Depok : Pentingnya Ruang Berekspresi untuk Anak




Cerita Depok - Anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu untuk diberikan dukungan dan dorongan agar mampu mandiri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan.


Untuk itu, pentingnya penyediaan ruang bagi anak untuk berekspresi agar dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya.

“Hari ini anak-anak Indonesia berhak bahagia dan bersukacita. Tentunya lewat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, ada banyak hal yang dapat diambil sebagai pelajaran dengan prestasi anak-anak dari seluruh Indonesia yang ditampilkan saat acara ini,” tutur Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Elly Farida saat menghadiri peringatan HAN 2018 di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (23/07).


Istri Wali Kota Depok Mohammad Idris tersebut mengatakan, untuk memberikan ruang berekspresi bagi anak tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Tetapi dibutuhkan peran semua pihak termasuk orangtua agar mampu memaksimalkan bakat dan potensi anak.

“Anak adalah masa depan bangsa. Sudah saatnya  sebagai orangtua, instansi terkait memiliki suatu kewenangan untuk memberikan ruang dan tempat sebaik-baiknya, dan maksimal bagi anak untuk mengembangkan minat dan bakat. Sebab, anak merupakan tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” terangnya.


Dirinya menambahkan, dalam waktu dekat tepatnya pada puncak peringatan HAN yaitu tanggal 7 Agustus, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga mengadakan berbagai kegiatan bagi anak.


 Kegiatan yang juga mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus (ABK) itu, dimaksudkan sebagai bentuk perhatian Pemkot Depok dalam mengembangkan kemampuan serta kreativitas anak.

“Nanti akan menampilkan berbagai hasil kreasi, prestasi, dan ekspresi dari anak-anak termasuk bagi anam berkebutuhan khusus,” tandasnya.


Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul :