Jumat, 31 Agustus 2018

Camat Cipayung Siap Dukung MR


Camat Cipayung Asep Rahmat siap mendukung pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah Cipayung pada awal September 2018. Keseriusan ini dibuktikan dengan ditandatanganinya komitmen bersama dukungan program imunisasi.

“Imunisasi adalah hak anak dan sudah tercantum dalam undang-undang (UU). Imunisasi dilaksanakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi berpengaruh juga untuk orang di sekitar,” ujar Asep Rahmat, usai kegiatan sosialisasi promosi kesehatan penyakit menular, di Puskesmas Ratujaya, baru-baru ini.


Diakuinya jika terjadi hambatan, pihaknya bersama instansi terkait siap untuk turun ke lapangan guna menangani hal tersebut. Termasuk melakukan sosialisasi, jika masih ada keraguan di masyarakat.

“Kami siap turun ke lapangan langsung, saat terjadi hambatan. Kami juga mengimbau RT/RW untuk memberikan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, pentingnya pemberian imunisasi,” terangnya.


Dirinya berharap sosialisasi masif yang dilakukan baik dari Puskesmas, kelurahan serta RT/RW, dapat berpengaruh terhadap cakupan imunisasi di Cipayung. Selain itu, pelayanan kesehatan untuk anak juga dapat dilaksanakan dengan maksimal.

“Saya berharap ke depan pelaksanaan imunisasi berjalan dengan lancar, masyarakat Cipayung tidak ada lagi yang sakit karena tidak diimunisasi, dan yang terpenting masyarakat Cipayung sehat semua,” tutupnya.









Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul  :

Camat Cipayung Siap Dukung Bulan Imunisasi "




Jumat, 24 Agustus 2018

Musim Kemarau Meluas, BMKG: Waspada Potensi Karhutla



Cerita Depok - Jumlah titik panas (hotspot-red) meningkat seiring semakin meluasnya pengaruh musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia. Pengaruh musim kemarau meluas ke wilayah Sumatera bagian Selatan, Kalimantan, dan sebagian Sulawesi.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pengaruh musim kemarau yang berlangsung Agustus - September hanya mencakup sebagian besar Jawa - Bali - Nusa Tenggara. Wilayah yang cukup signifikan mengalami peningkatan titik panas yaitu Kalimantan Barat (798 titik), Kalimantan Tengah (226 titik), Jambi (19 titik) dan Sumatera Selatan (13 titik).


Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Kamis (23/8) mengungkapkan, informasi titik panas tersebut dianalisis oleh BMKG berdasarkan citra Satelit Terra Aqua (LAPAN). Peningkatan jumlah titik panas ini, menurutnya diakibatkan kondisi atmosfer dan cuaca yang relatif kering sehingga mengakibatkan tanaman menjadi mudah terbakar. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, agar tidak diperparah dengan maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian dengan cara membakar, seperti dilansir dari https://www.bmkg.go.id/?lang=ID


Oleh karena itu, BMKG terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Daerah, Instansi terkait, dan masyarakat luas untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan, bahaya polusi udara dan asap, potensi kekeringan lahan dan kekurangan air bersih.
"Yang perlu diwaspadai adalah dampak paparan kabut asap jika sampai terbakar karena sangat berpotensi menganggu kesehatan," imbuhnya.


Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menerangkan hasil monitoring yang dilakukan BMKG menunjukkan hingga pertengahan Agustus 2018 hampir seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yaitu sebanyak 95.03 persen. Sedangkan sisanya 4.97 persen masih mengalami musim hujan. Adapun musim kemarau diprediksikan akan berlangsung hingga akhir Oktober 2018.


Herizal memaparkan, pantauan BMKG terhadap deret hari tanpa hujan sebagai indikator kekeringan meteorologis awal menunjukkan, deret hari tanpa hujan (HTH) kategori sangat panjang (31-60 hari) hingga ekstrem (>60 hari) umumnya terjadi sebagian besar di Jawa - Bali - Nusa Tenggara, meskipun di beberapa daerah sudah terpantau terdapat jeda hari hujan. Di sebagian Sumatera bagian Selatan, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, pengaruh meluasnya musim kemarau itu juga ditunjukkan oleh munculnya beberapa daerah yang telah mengalami HTH kategori menengah (11-20 hari) hingga panjang (21-30 hari).
"Kondisi kering itu diikuti oleh kemunculan hotspot yang memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan yang pada akhirnya menimbulkan asap dan penurunan kualitas udara.Jumlah hotspot di Kalimantan Barat sendiri mengalami peningkatan 17.6 persen dibandingkan pekan lalu," tuturnya.

"Awal pekan ini, pantauan alat kualitas udara di Stasiun Klimatologi Mempawah menunjukkan konsentrasi Particulate Matter (PM10) tertinggi sebesar 356.93 �g/m3 yang artinya masuk dalam kategori berbahaya. Pengamatan jarak pandang mendatar (visibility maksimum) tercatat kurang dari 100 meter," tambah dia.


BMKG memprediksi kondisi tersebut akan relatif berkurang dalam waktu beberapa hari kedepan. Namun demikian, lanjut Herizal, tetap diperlukan kewaspadaan dan langkah antisipatif untuk meminimalisir dampak.



Selasa, 21 Agustus 2018

Kwaran Beji Gelar Penggalangan Dana Untuk Lombok



Cerita Depok - Bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Pramuka Kwaran Kecamatan Beji merasa terpanggil untuk melakukan penggalangan dana kemanusiaan. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat solidaritas dalam mewujudkan anggota Pramuka yang peduli terhadap sesama.

“Aksi penggalangan dana dilaksanakan sejak terjadinya awal gempa di wilayah Lombok. Saat ini, dana yang terkumpul baru mencapai Rp 2.280.000,” ujar Ketua Pramuka Kwaran Beji Minin, Senin (20/08/18).


Dirinya menjelaskan, hasil penggalangan dana ini akan dikumpulkan ke Kwarcab Kota Depok. Kemudian langsung diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk aksi solidaritas ini, kami turunkan anggota Pramuka ke jalan-jalan. Tetapi, harus menjaga nama baik Pramuka dan Gudep agar berperilaku sopan dan santun, serta menghormati pengguna jalan. Serta etika dalam berlalu-lintas di jalan umum,” jelasnya.


Dirinya menambahkan, dengan bantuan dan dukungan seluruh elemen masyarakat tersebut, dirinya berharap dapat membantu masyarakat di Lombok sehingga bisa bangkit kembali.

“Aksi anggota Pramuka ini diharapkan dapat menjadi contoh kepada pelajar khususnya di Kota Depok, dalam menjunjung tinggi solidaritas. Serta menjauhkan pelajar dari kegiatan negatif,” tutupnya.




Aplikasi DSW Pemkot Depok dilengkapi layanan kesehatan.




Cerita Depok  -  Aplikasi Depok Single Window (DSW) yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dilengkapi dengan layanan fasilitas kesehatan.


Melalui aplikasi tersebut, masyarakat Depok dapat lebih dimudahkan untuk melakukan pendaftaran layanan kesehatan di Puskesmas

“Di dalam aplikasi ini tersedia layanan kesehatan yang dapat digunakan masyarakat untuk mendaftar jika ingin berobat ke Puskesmas,” tutur Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Dr. Ir. Sidik Mulyono, M.Eng, belum lama ini.


Dikatakan Sidik, sudah ada empat Puskesmas yang terintegrasi secara online melalui DSW. Diantaranya Puskesmas Cinere, Puskesmas Pondok Sukmajaya, Puskesmas Bojongsari, dan Puskesmas Depok Jaya. Warga dapat menggunakan layanan kesehatan melalui DSW untuk mendaftar di Poli Gigi, Poli Umum, Poli Gizi, dan Poli Keluarga Berencana (KB).

“Saat ini sudah ada empat Puskesmas dengan layanan kesehatan yang tersedia. Selanjutnya akan terus dilakukan sinergitas dengan Puskesmas yang sudah siap melakukan pelayanan secara online,” kata Sidik.


Terakhir, Sidik berpesan kepada semua masyarakat di Kota Depok untuk memanfaatkan kemudahan layanan yang diberikan. Terlebih kemudahan untuk mendapatkan layanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu antre dan lebih cepat dalam memperoleh pengobatan.



Senin, 20 Agustus 2018

Disdukcapil Depok Terbaik Tingkat Jabar





Cerita Depok  -  Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berhasil meraih penghargaan Keteladanan Pelayanan Administrasi Kependudukan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun 2018. 


Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas upaya Disdukcapil dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

“Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan Provinsi Jawa Barat. Adapun kriteria penilaiannya terkait beragam inovasi dan dukungan pemerintah daerah yang berdampak langsung pada aktivitas pelayanan administrasi kependudukan,” tutur Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir usai menerima penghargaan tersebut di Gedung Sate, Bandung, belum lama ini.


Dikatakannya, terdapat beragam inovasi yang dibuat oleh Disdukcapil dalam meningkatkan pelayanan. Salah satunya melalui program Ceria yang merupakan representasi dari Cepat, Efektif, Responsif, Inovatif, dan Akuntabel. 


Program Ceria diharapkan dapat lebih memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi kependudukan, sebab untuk satu kali pengurusan, masyarakat memperoleh tiga dokumen sekaligus.

“Misalnya, warga yang mengurus akta kelahiran anak. Mereka selain mendapatkan akta kelahiran, juga memperoleh Kartu Identitas Anak (KIA) dan perubahan pada Kartu Keluarga (KK) untuk satu kali pengurusan. Mudah-mudahan dengan berbagai inovasi ini mampu mewujudkan visi Kota Depok yang unggul dalam pelayanan publik,” tuturnya.


Munir, sapaannya, menambahkan, berbagai inovasi tersebut terbukti berhasil mengakselerasi pencapaian target terhadap beragam pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil termasuk perekaman KTP elektronik (e-KTP). Berdasarkan data Disdukcapil, hingga Juni 2018, perekaman e-KTP telah mencapai 98,24 persen atau sebanyak 1.283.107 warga yang telah merekam dari 1.309.139 wajib KTP.

“Sementara untuk cakupan akta kelahiran dari target 564.426 anak, sebanyak 550.833 atau 97,59 persen anak yang telah memiliki akta kelahiran. Melebihi dari target nasional yaitu 85 persen,” tutupnya.


Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul  :









Rabu, 08 Agustus 2018

FKS Kec Cipayung Sosialisasi Kegiatan Ipal Komunal 2018,





Cerita Depok -  Forum Kecamatan Sehat ( FKS )  Kecamatan Cipayung mensosialisasi Kegiatan Ipal Komunal 2018, yang bertempat diwilayah  RW.010 Kelurahan Bojing Pondok Terong bersama Disrumkim, Dinkes, Sanitarian Cipayung, IUWASH dan Tim Pendamping atau Tenaga Fasilitator Lapangan, Selasa, 07-08-2018.



Rochimin  Ketua FKKS kec. Cipayung menjelaskan Ipal Komunal adalah solusi untuk penanganan masalah Sanitasi di kota Depok, khususnya di Kecamatan Cipayung,  semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat menyadarkan masyarakat serta tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

 " Masih banyak warga yg mengalirkan limbahnya ( Padat / Rumah tangga ) langsung ke kali, Empang atau Setu dan untuk Kecamatan Cipayung, tahun 2018 ada 8 titik lokasi yg akan dibangun IPAL Komunal, untuk melayani sekitar 240 KK, " terang Rochimin.







i.

Selasa, 07 Agustus 2018

Kontingen Panahan Depok Menyabet 4 Medali Di POPDA JABAR




Cerita Depok – Kontingen panahan Kota Depok berhasil menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII/2018 Jawa Barat. 


Total Kota Depok berhasil menyabet empat medali dengan rincian, satu emas, satu perak, satu perunggu di kategori individu. Sedangkan di kategori beregu berhasil meraih satu medali perunggu.


Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Depok, Eka Bachtiar mengatakan, pihaknya merasa bangga kepada kontingen panahan yang menambah perolehan medali untuk Kota Depok. Dengan keterbatasan yang ada, rupanya para atlet dapat meraih yang terbaik.

“Selamat kepada Marcell Ihza atas raihan satu emas pada divisi nasional putra, M Danu Gundewa atas raihan satu perak pada divisi compound putra dan satu perunggu atas Marsella Ayudya pada divisi recurve putri. Selain itu, kami juga berhasil meraih satu medali perunggu beregu atas Aryo Kusumo, Said Abdurrahman divisi nasional putra,” ujarnya, Jumat (03/08).


Dikatakannya, prestasi yang berhasil diukir dikarenakan semua pihak mendukung para atlet berlaga di Popda, baik dari orangtua atlet, pengurus serta para pelatih. Ke depan, sambungnya, yang menjadi pekerjaan rumah adalah pembinaan dan regenerasi atlet untuk masa mendatang.


Sementara itu, Pelatih Perpani Kota Depok, Yasmindar menambahkan, peraihan kali ini sesuai dengan target Perpani Kota Depok. Dalam ajang Popda, pihaknya mengirimkan tujuh atlet terdiri dari dua putri dan lima putra.


“Popda kali ini tentunya menjadi momentum dari Perpani untuk makin membina atlet. Sebab, lima atlet yang ada di Popda merupakan atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018” tandasnya.




Jumat, 03 Agustus 2018

Sigap! permudah pengaduan Dan aspirasi kepada Pemkot Depok






Cerita Depok -  Sigap! (Sistem Terintegrasi untuk Pengaduan dan Aspirasi) adalah media bagi Masyarakat Kota Depok untuk mempermudah penyampaian pengaduan, aspirasi, dan saran kepada Pemerintah Kota Depok secara real-time.

Dengan Aplikasi Sigap!, masyarakat dapat memantau segala pengaduan dan aspirasi yang sudah disampaikan dan dapat berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kota Depok.


Aplikasi Sigap! diluncurkan pada tanggal 4 April 2018 dan dapat diunduh melalui play store untuk handphone berbasis os Android. untuk penggunaannya harus mendaftarkan terlebih dahulu. Data yang diminta yaitu Nama lengkap, nomor ponsel atau handphone, alamat email dan password.

Regristrasi di Sigap Depok
Regristrasi di Sigap Depok

Setelah registrasi selesai dan pendaftaran selesai, maka baru dapat masuk aplikasi setelah login terlebih dahulu. Untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi maka harus diaktifkan GPS nya yang ada pada perangkat handphone. Setelah itu, anda dapat menyampaikan informasi atau Saran untuk Pemerintah Kota Depok disertai dengan foto  
.
Tampilan Menu Aplikasi Sigap Depok





Download aplikasi Sigap! sekarang! Ayo bersama-sama, kita bangun Kota Depok tercinta.

Jadwal Pendaftaran Capres dan Cawapres RI




Cerita Depok -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini resmi membuka pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019. Pendaftaran dibuka sejak Sabtu(4/8/2018) hingga Jumat (10/8/2018) mendatang.

Untuk tanggal 4 hingga 9 Agustus, loket pendaftaran dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan pada hari terakhir atau 10 Agustus, pendaftaran dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.

Camat Cipayung Himbau Permainan tradisional jadi ekskul di sekolah



Cerita Depok - Sebagai upaya menggairahkan kembali permainan tradisional di kalangan anak-anak, Camat Cipayung Asep Rahmat meminta seluruh sekolah di Cipayung agar menjadikan permainan tradisional sebagai program ekstrakulikuler (ekskul). Sosialisasi juga sudah dilakukannya dalam tiap kesempatan, dan pihak sekolah menyambut baik imbauan tersebut.
“Saat ini permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan dan rata-rata anak-anak beralih ke gawai (gadget). Untuk itu kami sudah mengimbau guru di setiap sekolah agar berkomitmen menjadikan permainan tradisional sebagai ekskul,” ujar Asep Rahmat, usai menghadiri kegiatan Gelar Ekspresi Anak (GEA) 2018 di Lapangan Balai Kota Depok, Kamis (02/08/18).







Dikatakannya, banyak permainan tradisional yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah, seperti egrang, congklak, lompat tali, terompah dan lain-lain. Menurutnya, selain mengasah fisik, permainan tradisional juga bisa mengasah kreativitas setiap anak.
“Selain fisik yang terasah, permainan tradisional juga bisa mengasah kreativitas dan menjalin komunikasi dengan teman satu tim untuk mencapai target. Ini sangat baik dan akan terus kami dorong,” jelasnya.
Dririnya berharap, melalui permainan yang mengasah kreativitas, bisa berdampak juga pada prestasi siswa di sekolah.
“Melalui permainan tradisional, anak juga diajarkan bahwa ada permainan seru yang bisa dilakukan di luar rumah, ketimbang sibuk dengan gadget. Mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa berdampak pada prestasi anak di sekolah,” harapnya.

Rabu, 01 Agustus 2018

Diskominfo Gelar Depok ICT Award 2018




Cerita Depok - lomba infografis yang bertema ‘One Minute Depok Positivisme Vibes’ berhadiah total senilai Rp 35 juta. Lomba tersebut dapat diikuti siapa saja sebagai ajang mengasah kreativitas masyarakat dalam membuat infografis yang menarik dan mudah diterima oleh publik.


Peserta dapat mendaftarkan diri secara online pada http://depicta.depok.go.id, dan paling lambat tanggal 16 Agustus 2018.