Sabtu, 29 September 2018

Kota Depok Pertama yang raih emas di ajang Porda Jawa Barat 2018






Cerita Depok  - Kota Depok jadi daerah pertama yang meraih emas di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Lewat cabang olahraga (cabor) terjun payung, Kontingen Depok membawa pulang empat medali emas dan satu perunggu.


Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Depok, Amri Yusra mengatakan, sejak dilombakan pada (26/09), atlet Depok memang terlihat unggul. Peluang sudah terlihat pada setiap nomor pertandingan karena memperoleh nilai tertinggi.

“Memang cabor sendiri sudah menargetkan emas. Namun kami terus mendukung perjuangan atlet hingga selesai. Jadi baik tunggal dan beregu putra dan putri terus memimpin,” ujar Amri, sapaannya, Sabtu (29/09).


Dirinya menjelaskan, kendati memimpin skor di akhir jalannya pertandingan keenam, penyelenggara Porda Jabar terpaksa menghentikan pertandingan. Hal itu dikarenakan pesawat yang digunakan akan dikirim ke lokasi bencana alam di Palu.

“Seharusnya lomba terjun payung dilakukan delapan babak, namun karena pesawat dipergunakan untuk membantu kepetingan korban bencana, maka panitia memutuskan hingga penerjunan keenam saja,” tuturnya.


Meski begitu, Amri tetap menyampaikan rasa syukur sebelum pembukaan Porda Jabar pada 6 Oktober 2018, atlet terjun payung Depok sudah memperlihatkan kepiawaiannya. Harapan besar juga diberikan kepada atlet dari cabor lain untuk membanggakan Kota Depok pada Porda 2018.


Jumat, 14 September 2018

Peringati BBKT Katar Limo Selenggarakan Berbagai Kegiatan





Cerita Depok - Guna memperingati Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-58 pada 27 September 2017, Karang Taruna (Katar) Kecamatan Limo akan menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga. Kegiatan yang mengusung tema ‘Pesona Limo’ rencananya akan digelar pada 30 September- 3 November mendatang.


Ketua Pelaksana Kegiatan Olahraga, Ikwal Zuhri mengatakan, dirinya bersama Ketua Katar Kecamatan Limo, Muri akan menyelengarakan turnamen dari empat cabang olahraga (cabor). Antara lain sepakbola, futsal, badminton dan voli untuk warga di Kecamatan Limo.

“Kami yakin kegiatan olahraga ini akan menarik potensi 2000 atlet dari setiap cabor,” ujarnya,
Kamis (13/09).


Dirinya menjelaskan, tidak hanya diisi oleh turnamen olahraga, sebab pada puncak kegiatan akan ada funbike yang menargetkan 2000-3000 peserta, serta ditambah dengan parade budaya nusantara.

“Kami juga mengadakan kegiatan kemanusiaan guna membantu sodara di Lombok untuk pembangunan infrastruktur pendidikan. Kegiatan ini melibatkan semua unsur Katar dari tingkat RW, kelurahan hingga kecamatan di Limo,” jelasnya.


Dirinya menambahkan, dalam menggelar kegiatan tersebut, pihaknya didukung penuh oleh Camat Limo, Herry Restu Gumelar. Dimana dalam kegiatan ini juga merupakan sarana menjalin silaturahmi dan hiburan untuk semua masyarakat.

“Saat malam puncak penutupan akan di meriahkan oleh bintang tamu Biang Kerok Band dan sejumlah band pendukung. Intinya kegiatan ini akan menjadi awal yang baik untuk pergerakan Katar di kecamatan,” pungkasnya.

Selasa, 11 September 2018

Puspaga Harmoni Kota Depok




Cerita Depok  - Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Harmoni yang berdiri sejak November 2017, sudah memiliki banyak gebrakan dalam program harmonisasi keluarga di Kota Depok.

Salah satu program yang banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yaitu konsultasi pola asuh yang sudah melayani konsultasi bagi 114 warga dengan dukungan fasilitator, konselor, atau pun psikolog yang berpengalaman.

Koordinator Bidang Layanan Informasi dan Edukasi Puspaga Harmoni, Hartuti mengatakan, setiap harinya terdapat warga yang datang untuk berkonsultasi.


Permasalahannya pun beragam, mulai dari seputar keluarga dan pola asuh, hubungan anak dengan orang tua, anak kecanduan gawai, hingga komunikasi pasangan suami istri (pasutri).

“Setiap harinya bisa 2 sampai 5 warga Depok yang datang. Kalau permasalahannya cukup diselesaikan di fasilitator ya selesai, tetapi kalau butuh sampai ke psikolog akan kami berikan pelayanan tersebut,” terang Hartuti, di Sekretariat Puspaga Harmoni, Gedung Dibaleka 2 lantai 1, Senin (10/08/2018).


Dirinya menyarankan, agar konsultasi dilakukan saat permasalahan belum terlalu genting. Dengan demikian pemberian solusi terhadap masalah, akan lebih mudah terpecahkan.

“Kalau bisa ketika masalah belum terlalu berbahaya sudah datang ke sini, bisa curhat dengan kita, tukar pikiran. Insya Allah, akan kami bantu,” katanya.


Ditambahkannya, untuk konsultasi ke Puspaga Harmoni, warga bisa berkirim WhatsApp terlebih dahulu untuk mendaftar. Karena dengan begitu, pihaknya akan siap menunggu di kantor dan tidak keliling kecamatan atau kelurahan.

“Silakan WA di 081394458446 untuk mendaftar, tetapi kalau mau langsung datang juga tidak masalah. Insya Allah, akan tetap kami layani setiap Senin sampai Jumat jam 09.00 sampai 15.00 secara cuma-cuma atau gratis,” pungkasnya.


Puspaga Harmoni Dukung Terciptanya Keluarga Harmonis.



Cerita Depok - Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Harmoni makin dirasakan manfaatnya dalam mendukung terciptanya keluarga harmonis.

Untuk menambah pengetahuan serta menjawab kegelisahan masyarakat, Puspaga Harmoni juga menghadirkan klub curhat (sharing club) yang bisa dimanfaatkan untuk berbagi masalah dan solusi.


Kepala Seksi Pengarusutamaan Gender dan Kerja sama Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Yati Sumiyati mengatakan, dalam sharing club maksimal peserta yang bisa ikut 20 orang. Kegiatan dilakukan secara komunikatif dua arah, di mana para peserta saling berdiskusi dan berbagi pengalaman masing-masing.

“Tema yang sudah pernah kami bahas misalnya waspada pornografi, serta kokoh harmoni dalam keluarga. Setiap diskusi akan difasilitasi oleh psikolog dari Puspaga Harmoni,” ujar Yati, di Sekretariat Puspaga Harmoni, Gedung Dibaleka 2 lantai 1, Senin (10/09/2018).


Ditambahkannya, informasi pelaksanaan sharing club ini bisa dilihat di sosial media Puspaga Harmoni atau pun broadcast dari group WhatsApp. Sedangkan untuk pelaksanaan, sharing club dilakukan di Ruang Rapat DPAPMK Gedung Dibaleka 2 lantai 9.

“Para peserta biasanya dari para pegiat di masyarakat. Terkadang ada juga dari guru PAUD, atau pun kader RW Ramah Anak. Siapa saja boleh ikut,” tandasnya.