Rabu, 21 Agustus 2019

Penghargaan Lurah Teladan, Titik Awal untuk Semangat Berinovasi




Cerita Depok - Penghargaan Lurah Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang disematkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, kepada Lurah Bojong Pondok Terong (Boponter), Suryana Yusup, dijadikan sebagai titik awal untuk terus semangat berinovasi. Prestasi ini menjadi pemacu dan pemicu untuk membangun Boponter jadi lebih baik lagi.

“Prestasi ini akan kami jadikan titik awal untuk lebih semangat berinovasi. Tentunya inovasi yang bisa membangun wilayah serta memberdayakan masyarakat secara optimal,” ujar Suryana Yusup, di ruang kerjanya, Rabu (21/08/2019).


Dirinya juga membeberkan beberapa kunci sukses diraihnya penghargaan Lurah Teladan. Di antaranya, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja sesuai ketentuan payung hukum dan koridor. Selain itu, harus memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.

“Kita juga harus terus berinovasi dan menciptakan sesuatu, apalagi sebagai lurah yang memegang wilayah. Tidak lupa juga untuk menjauhi sifat tercela,” katanya.


Dirinya berharap, melalui penghargaan yang diberikan ini, bisa menjadi contoh lurah lain di Kota Depok untuk terus berinovasi demi memajukan pembangunan di wilayah.

“Jika kerja kita sudah sesuai aturan, maka masyarakat yang akan menilai. Pengakuan serta penghargaan nantinya akan mengikuti. Mudah-mudahan semakin banyak lurah yang menjadi teladan untuk masyarakatnya,” tutupnya.


Selasa, 20 Agustus 2019

Yuk Ikutan SauCer Spesial HUT RI Ke 74 Bareng KMPB





Senin, 05 Agustus 2019

Wali Kota Depok Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Air


Cerita Depok -  Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air. Pasalnya, persoalan sanitasi terkait erat dengan kebutuhan air bersih sehingga bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani bersama.

“Untuk mengatasi masalah sanitasi butuh kesadaran bersama. Baik pelaku usaha maupun masyarakat. Kita harus bijak dalam penggunaan air,” ujar Mohammad Idris di Balai Kota, Senin (05/08/2019).


Dikatakannya, saat ini untuk wilayah Jakarta telah mengalami penurunan permukaan bumi kurang lebih 5 cm per tahun. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di Kota Depok, dia juga mengajak masyarakat untuk beralih dari air tanah ke air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok.

“Tiap ruang di Kota Depok sudah ada aliran atau pipanisasi PDAM. Kami mengajak masyarakat yang masih menggunakan air tanah untuk beralih ke PDAM. Ini salah satu upaya mencegah terjadinya penurunan permukaan bumi di Depok,” katanya.


Dirinya menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama PDAM Tirta Asasta juga telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat bisa beralih. Untuk Pemkot sendiri, rencananya akan menaikkan pajak air tanah delapan kali lipat. 


Kebijakan ini selain untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga untuk membuat pelaku usaha beralih ke PDAM.

“Kalau PDAM, kerap memberlakukan diskon bagi pengguna atau pemasangan baru. Mudah-mudahan bisa membuat pelaku usaha maupun masyarakat lebih bijak dalam penggunaan air,” ucapnya.