Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2020

Habib Gasim, " Jangan Ada Lagi Anggapan PKS Anti Maulid "




Cerita Depok - Ditengah kesibukan dan jadwal yang padat sebagai anggota DPRD Kota Depok, tidak membuat Habib Syarif Gasim yang merupakan anggota dewan termuda dari PKS mengurangi giat dakwah nya.

Anggota Dewan PKS yang memiliki nama lengkap Habib Syarif Gasim bin Husin Al Attas , didampingi oleh Asisten pribadi dan Ketua DPRa PKS Pondok Jaya serta Pengurus RKI (Rumah Keluarga Indonesia) Pondok Jaya, datang memenuhi undangan dari Majelis Taklim Tarbiyatul Ummahat pimpinan Ustadzh Hj. Zubaedah untuk hadir dan mengisi ceramah agama pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (9/1/2020).

Acara yang diadakan di Jalan Mandor RT.005 RW.05 Kel.Pondok Jaya Kec. Cipayung dihadiri oleh ratusan jemaah ibu ibu yang memenuhi lokasi Maulid Nabi Muhammad SAW.


 Habib Syarif yang hadir dengan mengenakan gamis  berwarna hitam berkesempatan tampil untuk menyampaikan tausiyah nya. Kurang lebih 45 menit Habib Syarif berada di atas mimbar, karena penyampaian dan gaya yang khas membuat para jamaah yang hadir khusyu mendengarkan tausiyah yang disampaikan Habib Syarif. Bahkan saat cuaca mulai mendung dan turun rintik hujan para jama'ah tidak bergeming untuk beranjak dari posisi duduk nya.

" _Bahwa kebanyakan manusia lebih sering memikirkan bagaimana bisa hidup enak di dunia, tapi melupakan bagaimana bisa enak nanti di akherat_" ujar Habib Syarif Gasim.


Sebagai seorang politisi PKS tak lupa Habib Syarif Gasim menitipkan pesan.

" Jangan ada lagi yg beranggapan bahwa PKS anti maulid, jangan ada lagi anggapan bahwa PKS anti Tahlil, Jangan ada lagi yang bilang PKS Wahabi. Justru PKS yang Paling Cinta Nabi SAW, PKS itu ahlu Sunnah Waljama'ah. saya bukti nya. Saya Habib, saya maulidan, saya tahlilan, dan saya PKS, " Tegas Habib Gasim

Habib Gasim menambahkan Orang yang mengatakan PKS anti maulid, anti tahlilan itu orang orang yang tidak menginginkan PKS menang dan menjadi besar.

Pada akhir tausiyahnya Habib Syarif Gasim menyerahkan bantuan dan bingkisan dari PKS Pondok Jaya dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Pondok jaya untuk Majelis taklim Tarbiyatul Ummahat yang di wakili oleh ibu RT setempat.


Selain Habib Syarif Gasim, hadir pula beberapa ulama yang hadir untuk memberikan tausiyah nya, diantara nya Ustadz Abu Musa Attijani yang biasa diaapa Ustadz Kece.






Senin, 05 Agustus 2019

Wali Kota Depok Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Air


Cerita Depok -  Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air. Pasalnya, persoalan sanitasi terkait erat dengan kebutuhan air bersih sehingga bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani bersama.

“Untuk mengatasi masalah sanitasi butuh kesadaran bersama. Baik pelaku usaha maupun masyarakat. Kita harus bijak dalam penggunaan air,” ujar Mohammad Idris di Balai Kota, Senin (05/08/2019).


Dikatakannya, saat ini untuk wilayah Jakarta telah mengalami penurunan permukaan bumi kurang lebih 5 cm per tahun. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di Kota Depok, dia juga mengajak masyarakat untuk beralih dari air tanah ke air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok.

“Tiap ruang di Kota Depok sudah ada aliran atau pipanisasi PDAM. Kami mengajak masyarakat yang masih menggunakan air tanah untuk beralih ke PDAM. Ini salah satu upaya mencegah terjadinya penurunan permukaan bumi di Depok,” katanya.


Dirinya menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama PDAM Tirta Asasta juga telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat bisa beralih. Untuk Pemkot sendiri, rencananya akan menaikkan pajak air tanah delapan kali lipat. 


Kebijakan ini selain untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga untuk membuat pelaku usaha beralih ke PDAM.

“Kalau PDAM, kerap memberlakukan diskon bagi pengguna atau pemasangan baru. Mudah-mudahan bisa membuat pelaku usaha maupun masyarakat lebih bijak dalam penggunaan air,” ucapnya.



Senin, 22 April 2019

Tujuh Nakes Teladan Kota Depok Ikuti Kompetisi Tingkat Jabar


Cerita Depok – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terus berupaya meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan di Kota Depok melalui tenaga kesehatan (nakes). Tahun ini, Dinkes Depok sudah memilih tujuh tenaga kesehatan profesional yang akan dikirim mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar). 


Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita menjelaskan, pihaknya telah melakukan seleksi tingkat Kota Depok untuk memilih nakes yang memiliki inovasi terbaik. Seluruh nakes berasal dari perwakilan masing-masing Puskesmas yang ada di Kota Depok.

“Dari 27 tenaga kesehatan yang mengikuti seleksi, kami dapat tujuh yang terpilih. Selanjutnya mereka akan ikut seleksi tingkat provinsi,” tuturnya, Kamis (18/04/19).

Menurutnya, tujuh tenaga kesehatan tersebut antara lain Yanmisi Anggraeni untuk kategori dokter dari UPF Puskesmas Kedaung, Nunung Baitaningsih kategori dokter gigi dari UPT Puskesmas Tugu, Piya Siyania kategori bidan dari UPT Puskesmas Pancoran Mas, Diyan Trinawati untuk kategori Apoteker UPT Puskesmas Tapos.


Kemudian, Erna Yuliana untuk kategori perawat UPT Puskesmas Beji, Sugeng Suhadi untuk kategori analis kesehatan dari UPT Puskesmas Beji, dan Hariyanto untuk sanitarian dar UPT Puskesmas Beji.


Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kota Depok Yuliandi menuturkan, semua nakes telah mengikuti seleksi sejak 13-14 Maret 2019. Setelah itu, mereka akan mengikuti seleksi kembali di tingkat provinsi pada 23-26 April mendatang di Bandung.


Dirinya menambahkan, ketujuh nakes diberikan pendampingan serta pengarahan dari Dinkes Depok. Hal tersebut diharapkan dapat mematangkan persiapan semua nakes untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

“Setelah seleksi tingkat kota selesai, kami berikan pembinaan, baik dari segi kesiapan pemaparan inovasi hingga melengkapi data agar saat seleksi di Bandung dapat lebih optimal,” pungkasnya.





Rabu, 23 Januari 2019

Puspaga Sasar Generasi Milenial




Cerita Depok - Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida menilai keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), sebagai upaya memperkuat program Ketahanan Keluarga. Karena itu, dirinya memberikan dukungan atas kehadiran Puspaga yang lebih dekat dengan masyarakat.


Menurutnya dalam program Puspaga, masyarakat akan diberikan pelatihan pengasuhan ayah bunda atau parenting. Para orang tua, juga diajarkan tips menghadapi anak yang sedang dalam masa pubertas, atau anak dengan kecanduan gawai (gadget).

“Dengan demikian, diharapkan dapat menambah wawasan bagi ayah, ibu, dan calon orang tua,” kata Elly, Selasa (22/01/2019).


Elly Farida yang juga Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok berharap, program kerja Puspaga semakin diperluas, tidak hanya menyasar kaum bapak dan ibu. Melainkan juga, generasi milenial melalui program kelas inspirasi yang hadir di sekolah dan komunitas.


Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender (PUG) Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Betty Setyorini menyebutkan, keberadaan Puspaga sebagai upaya memenuhi hak anak. Karena itu, Puspaga akan menjalin sinergisitas dengan berbagai Perangkat Daerah (PD). Misalkan permasalahan tumbuh kembang anak, terkait hak kesehatan. Pihaknya akan mengundang Dinas Kesehatan atau UPT Puskesmas tingkat kecamatan.

“Dengan demikian apa yang dilakukan tidak sekadar konsultasi, tetapi lebih kepada upaya-upaya preventif,” ucapnya.



Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul :

Selasa, 22 Januari 2019

Camat Cipayung Himbau Tiap RW Punya Tim PSN






Cerita Depok -Temuan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Cipayung, langsung direspons Camat Cipayung, Asep Rahmat. Agar dampaknya tidak meluas, Asep meminta seluruh RT dan RW yang ada di wilayah Cipayung untuk membentuk tim Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Saat ini DBD sedang menyerang beberapa wilayah, tidak terkecuali Kecamatan Cipayung. Untuk itu, kami mengimbau seluruh RT dan RW agar membentuk tim PSN,” ujar Asep saat ditemui di kantornya, Jumat (18/01/19).


Dikatakannya, imbauan ini rutin disampaikan dalam setiap kesempatan. Tak lupa, pihaknya juga kerap berkoordinasi dengan Puskesmas Cipayung dan Puskesmas Ratujaya untuk bersama-sama memberantas penyebaran penyakit DBD.

“Ini juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat penyakit DBD. Jadi, kita sudah siap dengan anggota tim PSN yang sudah terbentuk. Saat ini anggota PSN ada yang aktif dan perlu kita gaungkan lagi,” katanya.


Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Cipayung, Kurnia Permitasari, mengaku telah memberikan penyuluhan serta bubuk abate secara cuma-cuma kepada warga di lingkungan Cipayung. Dalam memantau pencegahan DBD, dirinya juga dibantu kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang intens memberikan laporan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN di rumah masing-masing. Dengan cara melihat air didispenser, belakang kulkas, mengecek bak mandi, serta menyingkirkan tumpukan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Ini upaya untuk meminimalisir jentik nyamuk yang bersarang di lingkungan terdekat,” pungkasnya.



Jumat, 31 Agustus 2018

Camat Cipayung Siap Dukung MR


Camat Cipayung Asep Rahmat siap mendukung pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah Cipayung pada awal September 2018. Keseriusan ini dibuktikan dengan ditandatanganinya komitmen bersama dukungan program imunisasi.

“Imunisasi adalah hak anak dan sudah tercantum dalam undang-undang (UU). Imunisasi dilaksanakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi berpengaruh juga untuk orang di sekitar,” ujar Asep Rahmat, usai kegiatan sosialisasi promosi kesehatan penyakit menular, di Puskesmas Ratujaya, baru-baru ini.


Diakuinya jika terjadi hambatan, pihaknya bersama instansi terkait siap untuk turun ke lapangan guna menangani hal tersebut. Termasuk melakukan sosialisasi, jika masih ada keraguan di masyarakat.

“Kami siap turun ke lapangan langsung, saat terjadi hambatan. Kami juga mengimbau RT/RW untuk memberikan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, pentingnya pemberian imunisasi,” terangnya.


Dirinya berharap sosialisasi masif yang dilakukan baik dari Puskesmas, kelurahan serta RT/RW, dapat berpengaruh terhadap cakupan imunisasi di Cipayung. Selain itu, pelayanan kesehatan untuk anak juga dapat dilaksanakan dengan maksimal.

“Saya berharap ke depan pelaksanaan imunisasi berjalan dengan lancar, masyarakat Cipayung tidak ada lagi yang sakit karena tidak diimunisasi, dan yang terpenting masyarakat Cipayung sehat semua,” tutupnya.









Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul  :

Camat Cipayung Siap Dukung Bulan Imunisasi "




Selasa, 21 Agustus 2018

Aplikasi DSW Pemkot Depok dilengkapi layanan kesehatan.




Cerita Depok  -  Aplikasi Depok Single Window (DSW) yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dilengkapi dengan layanan fasilitas kesehatan.


Melalui aplikasi tersebut, masyarakat Depok dapat lebih dimudahkan untuk melakukan pendaftaran layanan kesehatan di Puskesmas

“Di dalam aplikasi ini tersedia layanan kesehatan yang dapat digunakan masyarakat untuk mendaftar jika ingin berobat ke Puskesmas,” tutur Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Dr. Ir. Sidik Mulyono, M.Eng, belum lama ini.


Dikatakan Sidik, sudah ada empat Puskesmas yang terintegrasi secara online melalui DSW. Diantaranya Puskesmas Cinere, Puskesmas Pondok Sukmajaya, Puskesmas Bojongsari, dan Puskesmas Depok Jaya. Warga dapat menggunakan layanan kesehatan melalui DSW untuk mendaftar di Poli Gigi, Poli Umum, Poli Gizi, dan Poli Keluarga Berencana (KB).

“Saat ini sudah ada empat Puskesmas dengan layanan kesehatan yang tersedia. Selanjutnya akan terus dilakukan sinergitas dengan Puskesmas yang sudah siap melakukan pelayanan secara online,” kata Sidik.


Terakhir, Sidik berpesan kepada semua masyarakat di Kota Depok untuk memanfaatkan kemudahan layanan yang diberikan. Terlebih kemudahan untuk mendapatkan layanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu antre dan lebih cepat dalam memperoleh pengobatan.



Rabu, 08 Agustus 2018

FKS Kec Cipayung Sosialisasi Kegiatan Ipal Komunal 2018,





Cerita Depok -  Forum Kecamatan Sehat ( FKS )  Kecamatan Cipayung mensosialisasi Kegiatan Ipal Komunal 2018, yang bertempat diwilayah  RW.010 Kelurahan Bojing Pondok Terong bersama Disrumkim, Dinkes, Sanitarian Cipayung, IUWASH dan Tim Pendamping atau Tenaga Fasilitator Lapangan, Selasa, 07-08-2018.



Rochimin  Ketua FKKS kec. Cipayung menjelaskan Ipal Komunal adalah solusi untuk penanganan masalah Sanitasi di kota Depok, khususnya di Kecamatan Cipayung,  semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat menyadarkan masyarakat serta tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

 " Masih banyak warga yg mengalirkan limbahnya ( Padat / Rumah tangga ) langsung ke kali, Empang atau Setu dan untuk Kecamatan Cipayung, tahun 2018 ada 8 titik lokasi yg akan dibangun IPAL Komunal, untuk melayani sekitar 240 KK, " terang Rochimin.







i.

Kamis, 26 Juli 2018

Puskesmas Cilodong Raih Penghargaan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Tingkat Nasional



Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cilodong berhasil meraih penghargaan dengan predikat Pelayanan Ramah Anak Terbaik tingkat nasional pada Anugerah Kota Layak Anak (KLA) tahun 2018. 


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/07) kemarin.

“Alhamdulilah, ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh pihak dalam mewujudkan Puskemas Cilodong sebagai Puskesmas ramah anak. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi penyemangat untuk tetap melaksanakan program ramah anak,” tutur Kepala UPT Puskesmas Cilodong, Ambar Wijajanti  belum lama ini.


Dirinya mengatakan, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas sebagai pusat kesehatan bagi masyarakat, UPT Puskesmas Cilodong, sejak 2017 telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk anak. Diantaranya, pojok bermain anak, pojok baca, ruang laktasi, dan ruang konseling anak.

“Selain itu kita juga punya dua kegiatan inovasi yang mungkin belum dilakukan oleh orang lain yaitu mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Mandiri dan Waspada Masyarakat (SI MAWAS) guna mendeteksi dini dan memudahkan pelaporan penyakit masyarakat secara lebih cepat. Kemudian kita juga memiliki Posyandu Remaja (Posmaja) yang saat ini sudah terbentuk sebanyak 15 Posmaja,” jelasnya.


Menurutnya, ke depan UPT Puskesmas Cilodong juga berencana mendirikan taman bermain ramah anak dan pengembangan terhadap Posmaja beserta kegiatannya.


 Semua itu diharapkan mampu mendukung terwujudnya Depok sebagai Kota Layak Anak.

“Untuk membuat taman ramah anak kami berencana mengadeng perusahan melalui Coorporate Social Responsiblity (CSR) atau bantuan lainnya. Sementara untuk Posmaja kami harapkan semakin bertambah dengan dukungan anggaran dan kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” tutupnya.


Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul  yang sama :



Jumat, 22 Juni 2018

RSUD Kota Depok Terus Tingkatkan Pelayanan



Cerita Depok  –  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok terus bertekad dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Salah satu yang sudah dilakukan, yaitu memfungsikan Gedung BD RSUD Depok di lantai 1 untuk memberikan layanan farmasi bagi pasien.

“Kami ingin memberikan rasa nyaman pada masyarakat, meskipun baru pelayanan farmasi yang dipakai untuk di Gedung BD. Tetapi, mudah-mudahan masyarakat bisa merasakan peningkatan pelayanan kami,” jelas Direktur RSUD Depok, Asloe’ah Madjri, di kantornya, Jumat (22/06/2018).


Ditambahkannya, sejak dibuka pada 28 Mei 2018, pelayanan farmasi ini disambut antusias masyarakat. Bahkan, dalam sehari saja pelayanan farmasi bisa melayani 400-500 pasien RSUD Depok yang membutuhkan.

“Dalam sehari bisa 400-500 pasien yang ke sini, dan mereka tertib menunggu antrean untuk dipanggil oleh petugas kami,” katanya.


Dirinya mengungkapkan, pelayanan farmasi yang dilakukan di Gedung BD merupakan pindahan dari Gedung A. Untuk kondisi gedung, dia juga sangat memperhatikan unsur kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

“Petugas kami akan terus menjaga kebersihan Gedung BD ini, sehingga meskipun pasien sudah banyak yang ke sini, namun akan tetap terjaga kenyamanannya,” pungkasnya.

Tulisan ini telah tayang di depok.go.id dengan judul :





kuliner

Jumat, 27 April 2018

WPA Cilodong Gelar Penyuluhan dan Mobile VCT Gratis

.



Dalam rangka HUT KOTA DEPOK KE 19  Warga peduli Aids ( WPA ) Cilodong  menggandeng PKTP Cilodong dan juga POSMAJA (Posyandu Remaja) Kelurahan Cilodong akan menggelar Penyuluhan dan Mobile VCT secara gratis pada Minggu, 29 April 2018, di halaman kantor Kecamatan Cilodong.

"Kami bergerak bersama satukan langkah dalam menggugah  kesadaran warga cilodong dalam pencegahan dan pengendalian perilaku dan seks menyimpang yang ujung akhirnya dapat menyebabkan tertular nya PMS (penyakit menular seksual) dan hiv-aids serta kanker serviks adalah salah satunya." jelas  Azizah Ketua WPA Cilodong kepada ceritadepok.com, Jumat (27-04-2018).


lebih lanjut  Azizah menhelaskan , Kami akan terus berupaya  memberikan layanan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat cilodong dan mengawal serta mewujudkan salah satu program unggulan pemkot  smart healthy city  bekerjasama dengan elemen terkait seperti Puskesmas, RSUD dan DINKES KOTA DEPOK.

" Diharapkan warga menjadi lebih sadar dan mampu melindungi dirinya dari berbagai penyakit yang mengintai akibat salah pergaulan, " ujarnya.


 Azizah  juga berharap semoga  warga masyarakat cilodong dengan berbondong-bondong datang ke stand kami dan dengan sukarela mau memeriksakan dirinya di mobile vct yg kami sediakan.


" Motto kami adalah  Jagalah sehatmu, sebelum sakitmu ," tutupnya.





Jumat, 25 Agustus 2017

WPA CIlodong adakan Road Show kesekolah-sekolah



Cerita Depok – Bahaya virus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali kalangan Warga Peduli AIDS (WPA) Kecamatan Cilodong yang secara intensif melakukan roadshow untuk membangun kesadaran akan bahaya virus tersebut bagi kalangan pelajar.
Ketua WPA Kecamatan Cilodong, Azizah menjelaskan, roadshow sosialisasi HIV/AIDS saat ini lebih difokuskan di sekolah-sekolah. Sebab, pelajar sangat rentan sekali terhadap pergaulan yang bisa membawa mereka terkena virus tersebut.
“Sosialisasi lebih difokuskan kepada pelajar, karena usia remaja cukup rentan terhadap berbagai macam pergaulan, mereka suka mencoba hal-hal yang baru, ” tuturnya, kemarin.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, roadshow sosialisasi HIV/AIDS akan dilakukan di 15 Sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Cilodong. Mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kemarin kita baru launching untuk kegiatan roadshow ini di SMPN 6 Cilodong,  selanjutnya akan kita lanjutkan ke sekolah-sekolah yang lain, ” katanya.
Dirinya berharap, dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada para siswa, agar bisa lebih menjaga diri dalam pergaulan serta aktif membantu sosialisasi kepada orang lain. Sebab, semakin banyak orang yang sadar dan mengerti akan bahaya HIV/AIDS, semakin sedikit korban yang berjatuhan.
“Kita ingin memberikan pengetahuan terkait bahaya virus ini kepada para pelajar. Dari yang awalnya belum tahu, bisa menjadi tahu dan juga diharapkan pemahaman yang mereka dapat, nantinya bisa disebarluaskan kepada  teman-temannya, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” pungkasnya.


Kamis, 25 Agustus 2016

Dinkes Kota Depok, ini olah air minum yang benar

masak air

Cerita Depok  –  Banyak masyarakat tidak menyadari air minum yang dikonsumsinya baik atau tidak. Pasalnya, tanpa disadari, air yang diminum tersebut mengandung bakteri E-coli yang dapat mengganggu kesehatan dalam tubuh.


Dalam hal ini, agar dapat terhindar dari kandungan tersebut masyarakat harus mengolah air yang dikonsumsi itu dengan benar. Sehingga bakteri dalam air dapat hilang.

“Air yang mengandung bakteri E-coli tetap boleh diminum, tetapi cara memasaknya harus benar agar bakteri tersebut dapat musnah,” tutur Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Depok, Sukanda saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/8/2016).


Adapun cara pengolahan air yang mengandung bakteri E-coli yaitu dengan suhu 100 derajat celcius. Selain itu, juga saat memasak menggunakan panci yang baik dan tidak mengandung bahan kimia seperti logam maupun alumunium.

Bakteri E-coli memang sudah ada di dalam tubuh, tepatnya di usus, namun ada jenis yang berbahaya bagi tubuh dan tidak terlalu berbahaya. Jika bakteri ini berada pada tubuh dalam jumlah banyak akan mengakibatkan diare hingga keluar darah dan yang paling parah bisa merusak ginjal.

“Lakukan pengolahan air dengan baik dan sesuai anjuran, sehingga jika air yang biasa kita konsumsi mengandung bakteri E-coli maka dapat terbebas dan dikonsumsi dengan aman,” tutup Suganda seraya berpesan.


Minggu, 14 Agustus 2016

Dinkes Depok pentingnya vitamin A bagi bayi dan Balita




Cerita Depok  - Vitamin A sangat penting diberikan kepada bayi dan balita. Pasalnya dapat berfungsi untuk kesehatan dan kekebalan tubuh, serta untuk kesehatan mata. Namun, dalam pemberiannya dianjurkan sesuai dengan dosis karena akan berdampak pada tubuh bayi atau pun balita.

“Vitamin A mengalir dalam lemak, sehingga tidak boleh kekurangan atau pun kelebihan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lies saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.



Adapun dampak yang paling menonjol dari kekurangan vitamin A yaitu penglihatan pada mata, gangguan pada kulit, serta lebih mudah terserang penyakit karena memiliki imun yang lemah.

Sedangkan untuk kelebihan Vitamin A memang jarang ditemui. Efek yang dirasakan bagi yang kelebihan vitamin ini yaitu keracunan. Ini akan terjadi jika mengonsumsi lebih dari 10 kali dosis yang dianjurkan.


Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok tersebut berharap para orangtua dapat memperhatikan asupan Vitamin A bagi anaknya. Tentunya dengan dosis sesuai anjuran.

“Ada perbedaan dosis vitamin bagi bayi dan balita. Jangan sampai salah karena akan berdampak buruk kepada anak kita,” tutup Lies seraya berpesan.




Rabu, 08 Juni 2016

Nutrisionis Puskes Cipayung, buka dan saur dengan seimbang


Penyuluhan Gizi didalam ruangan (ilustrasi)
Cerita Depok  -  Seperti  yang kita ketahui bahwa puasa adalah kewajiban bagi semua umat muslim. Dalam berpuasa akan terjadi perubahan dalam konsumsi makanan sehari- hari dan lambung akan kosong selama kurang lebih 13 jam.


Muhammad Husni, AMG  Nutrisionis Puskesmas  Cipayung  Depok   mengatakan pengaturan makan menurut gizi adalah saat kita buka dahulukan makan makanan yang manis seperti kurma dan lain-lain karena untuk meningkatkan kadar gula darah dan mengembalikan kesegaran.


“ Setelah lebih kurang setengah jam atau setelah sholat magrib baru makan lengkap seperti biasa, utamakan gizi seimbang  ada sumber karbohidratnya, sumber protein hewani dan nabati serta sayuran dan buah ,” ungkapnya.kepada ceritadepok.com belum lama ini



Lebih lanjut Husni mengajurkan agar Saat sahur bukan berarti harus makan banyak agar kuat berpuasa, Jika kita makan terlalu banyak justru akan mengganggu puasa kita saat siang hari .


“ Sebaiknya konsumsi banyak sayur dan buah saat sahur agar rasa kenyang lebih lama,” ujar nakes teladan kota Depok ini



Husni juga menambahkan Untuk olahraga sebaiknya jangan mendekati berbuka karena gula darah sedang turun dibawah 70 mg/dl.


“ Jika berolahraga saat berpuasa setelah solat taraweh tapi olahraganya jangan terlalu berat juga disesuaikan dengan kondisi kita,” jelasnya.