• Minggu, 17 Oktober 2021

Tak Memenuhi Unsur, Pendiri Pasar Muamalah Divonis Bebas di PN Depok

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:15 WIB
dinar dirham
dinar dirham

CeritaDepok.com - Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi (58) dengan Nomor Perkara 202/Pid.Sus/2021/PN Depok oleh Majelis Hakim yang dipimpin Fausi dengan anggota Andi Musafir dan Ahmad Fadil menjatuhkan putusan bebas terhadap Terdakwa, Selasa (12 Oktober 2021).

Dalam amar putusan, Hakim menyatakan, unsur dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak terpenuhi.

Hakim Ketua Fausi dalam pembacaan amar putusan mengatakan, sebagaimana diterangkan oleh Ahli Prof. Dr. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., bahwa koin yang digunakan oleh Terdakwa dalam melakukan transaksi tidak bisa disamakan dengan mata uang, tetapi hanya dapat dikatakan sebagai alat barter. Dinar dan Dirham tidak bisa dianggap sama dengan mata uang.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Dorong Penggunaan Konten Digital Desa Wisata Pandanrejo Untuk Perkiat Promosi

Bahwa koin dinar dan dirham yang digunakan untuk melakukan transaksi dalam komunitas Pasar Muamalah, seperti diterangkan oleh Ahli Dr. Nurman Kholis, S.Sos., M.Hum, bukan merupakan mata uang, karena dinar dan dirham yang digunakan berdasarkan satuan berat. Hal tersebut juga sesuai dengan keterangan Ahli Dr. Ahmad Sofian, S.H., M.A.

Fausi menambahkan, apa yang dikemukan oleh Ahli Dr. Nurman Kholis, S.Sos., M.Hum, dan Dr. Ahmad Sofian, S.H., M.A semakin menjelaskan bahwa dinar dan dirham yang digunakan dalam komunitas pasar muamalah harganya tidak tetap, tetapi mengacu kepada harga emas dan perak di pasar.

Baca Juga: Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Ciliwung, Polisi: Sudah Membengkak

"Menurut Ahli, bahwa dinar dan dirham yang digunakan dalam transaksi di pasar muamalah Depok dikenakan pajak. Dan inilah yang membedakan dinar dan dirham dari mata uang, karena mata uang tidak dikenai pajak," ujarnya.

Mengenai penggunaan koin dinar dan koin dirham di pasar muamalah, menurut Hakim, tidak dapat disebut sebagai alat jual beli karena orang-orang yang menggunakannya di pasar muamalah tersebut menyebutnya sebagai barter karena masih diperlukan adanya kesepakan pemilik koin dinar dan dirham dengan penjual sebagai pemilik barang.

Baca Juga: Sinopsis Terpaksa Menikahi Tuan Muda, 13 Oktober: Ternyata Amanda Adalah Alya Mantan Pacar Abhimana

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X