• Kamis, 11 Agustus 2022

Flu Burung Merebak Lagi Dibeberapa Negara Asia dan Eropa

- Jumat, 19 November 2021 | 09:00 WIB
Ilustrasi Virus (pexels.com)
Ilustrasi Virus (pexels.com)

CeritaDepok.Com, Depok - Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) mengumumkan bahwa wabah flu burung kembali merebak di beberapa negara di Asia dan Eropa.

Virus Flu Burung tersebut dilaporkan telah menyebar cukup cepat dan membuat wabah cukup parah hanya dalam beberapa hari, sementara pandemi Covid-19 juga belum berlalu.

Profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Chairul Anwar Nidom, mengatakan bahwa, berdasarkan data dari OIE, virus yang menginfeksi di beberapa negara itu tidak semuanya sama. “Tapi semuanya subtipe H5Nx: ada H5N8, ada H5N1 atau H5N2,” ujar Chairul, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Epic Games Bagikan 3 Game Gratis

Data OIE menyebutkan, Korea Selatan melaporkan bahwa dinegaranya wabah merebak di peternakan yang memiliki sekitar 770.000 ekor unggas di Chungcheongbuk-do. Semua hewan tersebut telah disembelih. Sementara Jepang melaporkan wabah flu burung pertama pada musim dingin 2021 itu di sebuah peternakan unggas di timur laut.

Sedang di Eropa, laporan datang dari Norwegia, tepatnya dari wilayah Rogaland. Flu burung menjangkiti 7.000 burung di sana. Pemerintah Belgia juga telah memperingatkan risiko flu burung karena kasus yang ditemukan pada angsa liar. Brussels meminta agar unggas dikandangkan di dalam ruangan mulai Senin, 15 November. Langkah serupa dilakukan di Prancis awal bulan ini dan Belanda sudah melakukannya pada Oktober.

Chairul Nidom yang pernah menjadi Kepala Pusat Riset Flu Burung di Unair itu juga membeberkan penyebab muncul subtipe virus yang terkini. Menurutnya, ada kemungkinan virus telah melakukan rekombinasi (koalisi) dengan virus-virus flu yang lain. Sementara virus flu lain, baik dari hewan maupun manusia, banyak mengalami perubahan karakter.

Baca Juga: Doa Agar Hutang Cepat Lunas Dan Mendapat Rezeki Melimpah yang Diajarkan Rasulullah SAW

Kemudian, faktor kedua munculnya wabah flu burung tersebut bisa disebabkan perubahan cuaca dan saatnya terjadi migrasi burung-burung antar wilayah. Faktor ketiga, adanya vaksinasi pada unggas untuk mencegah influenza. “Serta diduga terjadi pemaksaan jenis vaksin tanpa diikuti kajian karakter virus yang muncul,” tutur Ketua Tim di Laboratoriun Profesor Nidom Foundation (PNF) itu.

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

JNE Klarifikasi Alasan Kubur 1 Ton Bansos di Depok

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:40 WIB

Bharada E Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:36 WIB
X