• Rabu, 17 Agustus 2022

Viral dan Heboh Di Media Sosial Pengendara Yang Curhat Kaca Spion Mobilnya Dipecahkan Oleh Anggota Paspampres

- Rabu, 29 Desember 2021 | 16:21 WIB
Ilustrasi jalan tol (pexels.com)
Ilustrasi jalan tol (pexels.com)

CeritaDepok.Com, Jakarta - Viral dan heboh di media sosial pengendara yang curhat kaca spion mobilnya dipecahkan oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang sedang mengawal rombongan Presiden. Pemuda tersebut dianggap menghalangi laju konvoi Presiden dan akhirnya meminta maaf.

Berdasarkan Pasal 134 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, iring-iringan presiden merupakan pengguna jalan yang mendapatkan hak prioritas. Pengendara selain kendaraan darurat seharusnya memberikan jalan kepada konvoi Presiden.

Menurut instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, ada dua kelalaian yang dilakukan pengendara tersebut. Pertama, dia berkendara sambil bermain HP untuk merekam iring-iringan Presiden. Kedua, tanpa sadar karena berkendara sambil merekam menggunakan HP, laju mobilnya dianggap menghalangi konvoi Presiden.

Baca Juga: Harga Beberapa Bahan Pokok yang Naik Jelang Akhir Tahun

Menurut Jusri, pengguna jalan yang memviralkan kaca spionnya dipecah Paspampres tersebut bisa dikenakan dua pasal. Pertama, dia dianggap menghalang-halangi iring-iringan presiden yang termasuk kendaraan prioritas, kedua dia juga telah mengakui mengemudi sambil main HP ketika merekam iring-iringan Presiden.

Berdasarkan Pasal 287 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, pengendara yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Sedangkan untuk penggunaan HP, sesuai Pasal 283 undang-undang tersebut, pengemudi yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

 

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Turun Untuk Hari Ini Rabu 29 Desember 2021

Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, iring-iringan kepresidenan menjadi pengguna jalan urutan keempat yang harus diprioritaskan. Artinya, semua pengendara harus memberikan jalan kepada konvoi presiden. Kecuali, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, dan kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas boleh mendahului mobil Presiden dan mobil Presiden pun harus mengalah kepada tiga kendaraan tersebut.

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakamla RI Bangun 60 Rumah Susun di Batam

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Kibarkan Bendera Merah Putih Diujung Perbatasan

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:18 WIB

Heboh! Wanita di Badung Ditembak Pengemudi Mobil  

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:09 WIB
X