• Jumat, 27 Mei 2022

Depok Masuk Tiga Wilayah Dengan Kasus Omicron Tertinggi di Jabar, Emil Siapkan Langkah Antisipasi

- Senin, 24 Januari 2022 | 15:19 WIB
Kasus Omicron di Jakarta Terus Bertambah, Saat IniJadi 498 Kasus (pixabay.com)
Kasus Omicron di Jakarta Terus Bertambah, Saat IniJadi 498 Kasus (pixabay.com)


DEPOK - Kasus serangan Omicron saat ini telah mengalami peningkatan di Indonesia termasuk di wilayah Jawa Barat. Kota Depok masuk kedalam salah satu dari tiga wilayah yang memiliki kasus omicron tertinggi.

Menginat hal tersebut Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat pun telah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait hal ini. “Kami sudah mengantisipasi kemungkinan melonjaknya kasus omicron di Jawa Barat. Sejumlah langkah-langkah penting sudah kami lakukan sebagai antisipasi,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada wartawan.

Menurutnya langkah yang telah diambil Pemprov Jabar di antaranya dengan menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) seperti rumah sakit, tenaga kesehatan, serta kebutuhan yang lainnya yang dibutuhkan untuk mengantisipasi omicron di Jawa Barat.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Di SDN Anyelir 1, Didukung Oleh Tim Universitas Indonesia

Ini penting dilakukan mengingat saat ini penyebaran Omicron sudah mengalami peningkatan termasuk di wilayah Jawa Barat.

Langkah antisipasi termasuk penyiapan faskes ini dinilai Emil sangatlah penting guna menekan risiko atau dampak dari penyebaran varian baru dari Covid-19 ini.

Apalagi disebut-sebut, tingkat penyebaran Omicron jauh lebih cepat dibandingkan yang sebelum-sebelumnya.

"Penyiapan faskes seperti rumah sakit serta kebutuhan lainnya ini menjadi hal yang sangat penting sehingga benar-benar menjadi perhatian kami. Kasus Omicron ini sekarang sudah mengalami kenaikan, termasuk di Jawa Barat sehingga harus kita waspadai," katanya.

Baca Juga: Masyarakat Ontrog Kantor Kejari Depok, Bakar Ban dan Hadiahkan Ayam Busuk

Menurut Emil, selain rumah sakit dan tenaga kesehatan, pihaknya juga sudah menyiapkan kebutuhan lainnya seperti tempat isolasi terpadu, ketersediaan oksigen, serta obat-obatan yang diperlukan. Jangan sampai ketika terjadi lonjakan pasien, ruang perawatan atau isolasi, oksigen, serta obat-obatan sulit didapatkan.

Diungkapkannya, penyebaran Omicron di Indonesia termasuk di Jawa Barat diketahui 100 persen berasal dari mereka yang sebelumnya berkunjung ke negara yang sudah ada omicronnya.

Mereka terpapar saat melakukan perjalanan di luar negeri, saat pulang tidak termonitor dengan baik sehingga kemudian virus ini pun masuk ke Indonesia.

Halaman:

Editor: Rubiakto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Aere Swiss

Jumat, 27 Mei 2022 | 10:05 WIB

Ingin Tidur Lebih Nyeyak Perhatikan Makanan Ini

Kamis, 26 Mei 2022 | 18:59 WIB

Gary Iskak Ditangkap Positif Sabu-Sabu

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:11 WIB

Hadapi Malaysia, Timnas Indonesia Pincang

Minggu, 22 Mei 2022 | 12:00 WIB

Tips Cara Memilih Sapi Potong Yang Baik

Kamis, 19 Mei 2022 | 08:05 WIB

Warga Depok Tewas Saat Wisata Di Rumpin Bogor

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:55 WIB
X