• Minggu, 2 Oktober 2022

PEMENANG ANUGRAH ADINEGORO 2021

- Senin, 31 Januari 2022 | 15:15 WIB
Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 (istimewa)
Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 (istimewa)

CeritaDepok.com, Jakarta - Setelah melalui proses penjurian yang ketat, para pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 akhirnya resmi diumumkan, Ahad (30/01/22) dalam acara Launching Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Anugerah Adinegoro, yang disiarkan secara langsung di TVRI Nasional.

Hadir Dirjen Kominfo Usman Kansong, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun, Ketua Umum PWI Pusat dan juga Penanggung Jawab HPN, Atal Sembiring Depari, Ketua KPI Pusat Agung Supri, Direktur Program dan Berita LPP TVRI Irianto, serta Sekda Pemprov Sultra Nur Endang Abbas.

"Anugerah Jurnalistik Adinegoro merupakan kebanggaan kalangan pers di Indonesia. Semula ini dimulai tahun 1974, diawali oleh PWI Jaya, kemudian pada tahun 2009 diangkat oleh PWI Pusat, dan menjadi lebih luas kategorinya. Sekarang ada enam, yang semula satu kategori," ujar Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat, Rita Sri Hastuti menceritakan sejarah penghargaan tertinggi bagi karya jurnalistik di Tanah Air ini.

Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2021 secara virtual mengingat situasi masih pandemi COVID-19.

Totalnya ada enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman untuk media cetak, media siber, media televisi, media radio, foto berita, serta karikatur.

Kategori Media Cetak

Pemenang Kategori Media Cetak diraih oleh Andy Riza Hidayat, Dhanang David Aritonang, Insan Alfajri, Irene Sarwindaningrum dari Harian Kompas berjudul 'Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat' yang diterbitkan 3 April 2021.

"Saya memberikan ini dengan nilai tertinggi adalah pertama ada magnitude dan dampaknya luas terkait Covid. Pesan ini disampaikan di tengah anjuran pemerintah dan banyak pihak untuk memakai masker, 3M tapi ternyata masker saja tidak cukup," komentar salah seorang dewan juri Anugerah Adinegoro 2021 untuk Kategori In-Depth Reporting Media Cetak, Putut Tri Husodo.

Putut melanjutkan, isu yang diangkat dalam artikel tersebut orisinil. Sebab, jarang ada wartawan lain mengincar teknis sedetail seperti disajikan Andy Riza dkk. "Jadi effort -nya menurut saya cukup luar biasa dan hasilnya ini menggunakan code of conduct yang sangat baik, yaitu membawa ke laboratorium ITB sehingga hasilnya sangat valid sebagai sebuah karya jurnalistik yang investigatif," ucap mantan Wakil Pemimpin Redaksi Gatra dan mantan wartawan Majalah Tempo ini.

Juri lainnya, Asro Kamal Rokan menyatakan, liputan Kompas berjudul “Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat' ini memang persoalan serius.”Liputan ini memperlihatkan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat dan buruknya pengawasan otoritas. Ini salah satu yang saya unggulkan," ungkap Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) tersebut.

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Terkini

Berbagi BBM Murah Khusus Untuk Pengemudi Ojek Online

Kamis, 29 September 2022 | 20:42 WIB

KN Pulau Dana 323 Tiba di Darwin Australia

Kamis, 29 September 2022 | 12:20 WIB

PLN Batalkan Program Kompor Listrik

Selasa, 27 September 2022 | 22:01 WIB
X