• Senin, 4 Juli 2022

Jeli! Pemerintah Thailand, Bidik Potensi Pendapat Dari Ganja Medis

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 09:00 WIB
Ilustrasi ganja (Pixabay.com)
Ilustrasi ganja (Pixabay.com)

CeritaDepok.com - Pemerintah Thailand seolah jeli menangkap peluang potensi pengembangan ganja medis di negaranya. Mereka baru-baru ini memiliki aturan kontroversial yang disorot oleh berbagai pihak, mereka akan membagikan secara gratis 1 juta tanaman ganja untuk seluruh keluarga di Thailand mulai Juni 2022.

Tindakan ini dilakukan pemerintah Thailand dalam upaya membangkitkan antusiasme masyarakat terhadap undang-undang baru yang akan segera disahkan. Dengan adanya undang-undang tersebut, tanaman ganja nantinya bisa digunakan sebagai obat pribadi masyarakat atau komersial perusahaan skala kecil.

Pembagian tanaman ganja gratis dari para warga diumumkan oleh Menteri Kesehatan Thailand pada minggu ini. Tindakan tersebut merupakan langkah terbaru Thailand untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam industri ganja baru yang lahir di Asia.

Baca Juga: Polres Depok dan Dishub Siapkan Mitigasi Cegah Kemacetan Pembangunan Underpass

Tindakan ini datang ketika negara lain seperti Amerika Serikat dan negara barat lainnya sudah meliberisasi undang-undang tentang ganja. Terbukti bahwa tanaman ini semakin diliberalisasi karena memiliki banyak manfaat, terutama di bidang medis.

Analis industri mengatakan langkah itu dapat membantu memikat lebih banyak pengunjung internasional ke Thailand dan memperkuat pariwisata medis, di negara di mana sektor pariwisata yang luas menyumbang seperlima dari ekonomi pra-Covid.

Tapi jangan berharap pengecer ganja bergaya California pada perjalanan Anda berikutnya ke Bangkok atau pulau tropis Thailand yang sempurna dengan kartu pos mana pun. Di bawah undang-undang Thailand saat ini, penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi masih dilarang.

Baca Juga: Mengintip Aktifitas Para Fotografer Saat Meliput Peternakan Sapi di Rangkapan Jaya Depok

Selain turis yang terbukti memiliki narkoba dapat menghadapi hukuman 15 tahun penjara. Kampanye Thailand dimulai dengan undang-undang 2019 yang mengizinkan penggunaan ganja untuk tujuan medis , yang pertama di Asia Tenggara.

Aturan sekarang mengizinkan penjualan ganja dengan persentase rendah dari tetrahydrocannabinol, atau THC, senyawa psikoaktif utama gulma. Proyek distribusi tanaman massal dijadwalkan berlangsung mulai bulan depan dan akan memungkinkan penduduk menanam ganja tingkat medis (yaitu, THC rendah) tanpa izin pemerintah. Bisnis skala besar akan membutuhkan izin.***

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menpan RB Tjahyo Kumolo Tutup Usia

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:50 WIB

Bakamla RI Kembali Meraih Opini WTP

Kamis, 30 Juni 2022 | 23:05 WIB

Atta Halilintar Berburu Sapi Jelang Idul Adha

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:00 WIB

Haram, Pemkot Depok Hentikan vaksinasi Covovax

Senin, 27 Juni 2022 | 14:27 WIB
X