• Kamis, 11 Agustus 2022

Hari Laut Sedunia, KKP Ajak Masyarakat untuk Gemar Makan Ikan untuk Pemenuhan Gizi

- Kamis, 9 Juni 2022 | 21:19 WIB
Menteri Trenggono, (Rubiakto/CeritaDepok.com)
Menteri Trenggono, (Rubiakto/CeritaDepok.com)

CeritaDepok.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Hari Laut Sedunia sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa laut merupakan penyedia sumber pangan dan pemenuhan gizi. KKP juga mengajak masyarakat Indonesia untuk gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan dan pemenuhan gizi.

"Kami ingin mengingatkan kembali bahwa laut sangat menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi kita karenanya sangat penting untuk kita jaga," ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti melalui keterangan pers, Kamis (9/6/2022).

Artati menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara maritim, kaya akan sumber daya ikan dan memiliki potensi lestari sumber daya ikan laut nasional sebesar 12,01 juta ton/tahun sebagaimana tertuang dalam Kepmen KP Nomor 19 Tahun 2022. KKP memandang seharusnya masyarakat dapat memaksimalkan potensi tersebut untuk sumber pangan.

Baca Juga: Salurkan Subsidi Listrik Rp 457 Triliun, Negara Hadir Bantu Kurangi Beban Rakyat Kecil

Dalam momen peringatan Hari Laut Sedunia 2022 yang diselenggarakan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), KKP membagikan 300 paket berisi abon ikan, stik rumput laut, pilus anggur laut untuk ibu hamil, ibu baru melahirkan dan anak-anak di Wakatobi. Artati memaparkan, paket tersebut dibeli dari UMKM setempat sebagai bagian dari promosi produk sekitar.

"Melalui Gemarikan, kami ingin menunjukkan bahwa menikmati hasil laut bisa dengan produk bernilai tambah, yang sudah dihasilkan oleh UMKM kita," ujarnya.

Senada, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Trisna Ningsih yang hadir langsung di Kabupaten Wakatobi menyebut alasan pemilihan daerah ini sebagai daerah perluasan Gemarikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 30,2%, dan di Kabupaten Wakatobi sendiri mencapai 26%. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 1 di antara 4 balita di Kabupaten Wakatobi mengalami stunting.

Baca Juga: Beberapa Tips Konsumen Rumah Tangga Terkait Daging dan Susu Saat Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku

"Tentu ini menjadi concern kami untuk tidak berhenti mengingatkan ayo makan ikan. Dan makan ikan tidak harus goreng atau bakar, tapi bisa olahan," terang Trisna.

Ia menyampaikan bahwa ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan Omega-3, bisa menjadi salah satu sumber protein untuk mendukung program prioritas penanganan stunting, khususnya dalam hal meningkatkan kecerdasan. Tak hanya itu, ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap serta berperan penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK), utamanya membantu perkembangan mata dan jaringan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (Baduta). Selain itu, ikan juga baik untuk asupan gizi bagi remaja usia produktif serta para lanjut usia.

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

JNE Klarifikasi Alasan Kubur 1 Ton Bansos di Depok

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:40 WIB

Bharada E Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:36 WIB
X