• Jumat, 12 Agustus 2022

KKP Berhasil Budidayakan Ikan Belida, dari Jenis Karnivora Jadi Doyan Pakan Buatan

- Kamis, 30 Juni 2022 | 08:42 WIB
Dilarang Konsumsi Ikan Belida
Dilarang Konsumsi Ikan Belida

CeritaDepok.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, berhasil membudidayakan ikan belida setelah perjalanan uji coba selama 15 tahun. Bahkan KKP berhasil mengubah perilaku ikan karnivora menjadi ikan yang mengonsumsi pakan buatan.

“Ini capaian yang sangat luar biasa, setelah melewati proses yang panjang,” tutur Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu

Dirjen yang akrab disapa Tebe ini menambahkan, perjalanan 15 tahun bukanlah waktu yang singkat, beberapa kendala telah kami alami. Sampai pada akhirnya berhasil proses domestikasi hingga ikan belida ini mampu beradaptasi dengan wadah budidaya dengan lingkungan yang berbeda dengan habitat alaminya. Sehingga mampu dilakukan proses pembesaran dan mampu beradaptasi mau diberi pakan pelet dengan protein tinggi secara penuh.

Baca Juga: Pentingnya Merawat Dan Menjaga Kebersihan Kandang

Dan lanjutnya, keberhasilan budidaya tersebut sebagai langkah nyata KKP dalam menjaga keanekaragaman hayati sebagai upaya pelestarian ikan belida. Di samping itu, keberhasilan ini juga guna menyiapkan langkah strategis agar ikan belida mampu dikembangkan sehingga mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Keberhasilan ini sejalan dengan program prioritas KKP, yang ingin meningkatkan produksi komoditas-komoditas unggulan terutama yang berbasis pada kearifan lokal,” sambungnya.

Mengingat, ikan belida merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Karena selain ikan konsumsi, ikan tersebut sebagai ikan hias karena tampilannya yang unik. Dimana ikan belida terkenal dengan dagingnya yang super lezat ini, digunakan sebagai bahan baku makanan khas empek-empek dan kerupuk. Dari segi warna dan corak memang tampilan dari ikan belida ini mampu memikat. Tak heran banyak orang yang mencari ikan belida. “Ini potensi besar, maka keberhasilan ini merupakan capaian yang selama ini kita semua nantikan,” ujar Tebe.

Untuk itu, kita semua beri apresiasi besar terhadap Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin sebagai satu-satunya UPT yang berhasil budidaya ikan belida di Indonesia. “Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada BPBAT Mandiangin yang mampu dan berhasil membudidayakan ikan belida ini. Mudah-mudahan capaian keberhasilan ini dapat cepat ditiru oleh UPT DJPB yang lain, dan yang terpenting bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu tulang punggung pangan dan meningkatkan ekonomi Indonesia bisa terwujud,” tambah Tebe.

Baca Juga: Beragam Kemudahan Layanan Listrik PLN Kini Hadir di Mal Pelayanan Publik

Sementara itu Kepala BPBAT Mandiangin, Evalawati, menambahkan BPBAT Mandiangin memang diberikan tugas oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan ikan-ikan lokal yang salah satunya ikan belida. “Alhamdulillah kami telah berhasil mengembangkan ikan belida, namun ikan masih belum kita rilis. Rencananya, tahun ini baru kita bentuk timnya untuk merilis ikan belida, sehingga harapannya ikan ini dapat dibudidayakan secara massal kepada pembudidaya ikan seluruh Indonesia,” ujar Eva.

Sehingga, nanti setelah dirilis, masyarakat mendapatkan ikan belida tidak lagi tergantung pada tangkapan alam. Sehingga ikan ini tidak lagi menjadi komoditas yang dilindungi tetapi kembali bisa dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. “Setelah ini, selain masyarakat lebih mudah mendapatkan ikan belida, tapi juga ikan belida terjaga dari kepunahan,” ujarnya lagi.

Sedangkan Penanggung Jawab Ikan Lokal, Puji Widodo, menceritakan perjalanan proses sampai dengan keberhasilan ini. Dimana dia menyebut memulai pada tahun 2005, yang dilakukan pada sebagian besar spesies yang didomestikasi, menunjukkan bahwa yang saat ini mampu beradaptasi dalam wadah budidaya yang berbeda dengan habitat alaminya. Dimana, pada program domestikasi ikan Belida, diperlukan pengembangan teknik pemeliharaan induk, pemijahan, pemeliharaan benih, dan pembesaran. “Keberhasilan dalam pemijahan hingga pembesaran ikan belida dalam wadah budidaya, diharapkan akan dapat membantu dalam pengembangan budidaya ikan tersebut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat seperti untuk pengolah kerupuk atau empek empek,” tutur Widodo.

Dimana menurutnya, prosesnya hingga sampai saat ini memang berlangsung lama, mulai dari proses domestikasi sampai akhirnya ikan sudah berhasil, hingga sekarang semua ikan bisa diberi pakan buatan berupa pelet. Dari stadia larva hingga induk berhasil dengan pemberian pakan pelet sejak tahun 2019. Dan hingga saat ini, induk belida yang dimiliki sekarang sebanyak 110 ekor dengan ukuran 2-4 kg, dengan rata rata produksi benih ukuran 1-3cm per bulan sebanyak 1000–2000 ekor.

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

JNE Klarifikasi Alasan Kubur 1 Ton Bansos di Depok

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:40 WIB

Bharada E Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:36 WIB
X