• Jumat, 9 Desember 2022

Kasus DDOS Narasi Laporkan Ancaman dan Peretasan Website ke Mabes Polri

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 04:17 WIB
Ilustrasi kejahatan Digital (Istimewa)
Ilustrasi kejahatan Digital (Istimewa)

Ceritadepok.com, Jakarta - Tim kuasa hukum Narasi melaporkan dugaan serangan DDOS (Distributed Denial of Service) atau Penolakan Layanan secara terdistribusi yang menimpa portal medianya ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (30/9/2022). Laporan tersebut telah diterima dengan Nomor: STTL/365/IX/2022/BARESKRIM.

Serangan DDoS tersebut adalah rangkaian serangan digital yang dialami Narasi, setelah aset-aset digital 37 kru redaksi dan mantan redaksinya diretas sejak Sabtu 24 September 2022.

Serangan Ddos tersebut merupakan tindak kejahatan digital yang melanggar Pasal 30, Pasal 32 UU No 19 Tahun 2016 tentang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menyebabkan terganggunya kegiatan jurnalistik tim redaksi Narasi. Berbagai bentuk perbuatan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik juga melanggar Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Pers.

Baca Juga: Peresmian Penanaman Padi Sehat (Organik) Di Pemalang Untuk Skala Ekspor

Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin menuturkan, penggunaan tiga pasal tersebut berkaitan dengan adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan terganggunya sistem elektronik, dalam hal ini portal Narasi.

“Gangguan tersebut mengakibatkan tim Narasi tidak bisa mengunggah konten dan juga publik tidak bisa mengaksesnya,” ungkap Ade yang turut mendampingi tim Narasi saat melapor ke polisi.

Pasal 30 dan Pasal 32 UU ITE mengatur tentang tindak pidana mengakses secara tidak sah dan atau kejahatan terhadap setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan informasi elektronik milik orang lain atau publik.

Baca Juga: Pertemuan Senior Official Meeting ke-5 Bakamla dan Australian Border Force

Sementara pasal 18 UU Pers berkaitan dengan setiap orang yang secara melarang hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers.

Temuan dari tim internal Narasi memperlihatkan adanya dampak yang signifikan pasca DDOS pada portal mereka pada Kamis, 29 September 2022 petang.

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pangkogabwilhan II Pimpin Apel Pengamanan VVIP

Kamis, 8 Desember 2022 | 06:28 WIB

Penting! Berikut Daftar Harga Denda Tilang Elektronik

Selasa, 6 Desember 2022 | 23:15 WIB
X