Kisah Misteri : Suku Moro, Diyakini Kehadirannya Namun Tidak Dapat Dilihat Keberadaannya

- Rabu, 10 November 2021 | 19:47 WIB
Ilustrasi menanti senja di Pulau Morotai (Satrio Nusantoro)
Ilustrasi menanti senja di Pulau Morotai (Satrio Nusantoro)

Baca Juga: Bertepatan Dengan Hari Pahlawan, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari Dibuka Kembali

Dalam sejarahnya, Suku Moro di Morotai merupakan pekerja bagi Kesultanan Ternate. Mereka dijadikan budak dengan beban kerja yang berlebih: seperti menyuplai bahan makanan, mulai dari beras, sayuran hingga unggas kepada Kesultanan Ternate. Selain itu, orang-orang Suku Moro juga harus memeluk agama Islam yang sesuai dengan kepercayaan Kesultanan Ternate.

Kemudian bangsa Portugis datang untuk mencari rempah-rempah dengan semangat ekspansifnya menemukan dunia baru. Portugis mulai melakukan pembaptisan kepada orang-orang Suku Moro — yang dipercayai sebagai upaya pembebasan dari perbudakan yang dilakukan oleh Kesultanan Ternate terhadap orang-orang Suku Moro. Namun pada akhirnya, orang-orang Suku Moro tetap mengalami pembantaian oleh Kesultanan, yang dilihat sebagai upaya penghilangan bukti kekalahan dan pelanggengan status quo Kesultanan Ternate kala itu.

Hal tersebut bukan lah suatu hal yang aneh karena kontestasi agama yang terjadi, memang merupakan kontestasi akan identitas kekuasaan. Dengan begitu, peranan agama dalam pembentukan masyarakat Maluku Utara, khususnya Wilayah Morotai, dimulai pada titik ini.

Baca Juga: Penjelasan Pihak BUMN : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Telah Bangkrut

Keyakinan bahwa orang-orang Suku Moro “bukan hantu melainkan manusia dengan dimensi yang berbeda”, mendapatkan pertentangan dari beberapa pemuka agama di sana. Hal ini terjadi karena kehadiran Suku Moro tidak sesuai dengan konsep dan ajaran agama Islam yang memang menentang hal-hal mistik. Di sisi yang lain, gelombang rasionalitas dari kaum modern-saintifik juga mengakui hal yang sama. Kisah mengenai keberadaan Suku Moro hanya dianggap sebagai kepercayaan tradisional masyarakat yang menghambat proses pembangunan di Morotai menjadi salah satu destinasi wisata saat ini.

 

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Kamis, 3 November 2022 | 10:35 WIB
X