• Kamis, 6 Oktober 2022

Kumpulan Cerpen Hikmah : Langit Senja Berwarna Rindu Karya Eri Hariyanto

- Kamis, 25 November 2021 | 07:00 WIB
Ilustrasi menanti senja di Pulau Morotai (Satrio Nusantoro)
Ilustrasi menanti senja di Pulau Morotai (Satrio Nusantoro)

CeritaDepok.Com, Depok - Kumpulan Cerpen Hikmah : Langit Senja Berwarna Rindu Karya Eri Hariyanto

LANGIT SENJA BERWARNA RINDU

Seperti biasa, selepas menjalankan tugas di kota Makassar, saya duduk santai di tepian pantai Losari melepas lelah dan menanti waktu magrib. Saya menikmati pesona indahnya warna langit senja hari, sembari melihat kapal-kapal pinisi hilir mudik ke dan dari Pelabuhan Paotere.

Matahari sore yang hangat serta buaian angin sejuk lembut dari laut Jawa, sungguh perpaduan yang sempurna. Jika beruntung, sunset yang bersih tanpa diliputi awan di lazuardi dapat disaksikan. Sore hari memanglah sama, tetapi Allah SWT menciptakan lukisan awan dan warna-warni senja yang selalu berbeda satu hari dengan lainnya.

Indahnya langit kala surya ke peraduan sulit dilukiskan dengan kata, hanya bisa dirasakan dalam sanubari. Ini yang menjadi candu bagi para pecinta langit senja.

Penugasan ke kota ini cukup sering saya dapatkan, meski hanya beberapa hari saja. Ritme yang sering berulang, membuat saya memiliki semacam ritual khusus setiap usai menunaikan kewajiban: menunggu sunset, shalat jamaah Maghrib di masjid Amirul Mukminin yang ikonik itu, dan makan ikan bakar di sekitaran pantai. Esok harinya baru “terbang” kembali ke Jakarta.

Sudut utara anjungan Toraja Mandar menjadi tempat favorit saya menanti senja. Tempat itu cukup sepi dan jauh dari hiruk pikuk warga. Mereka sama-sama ingin menikmati keindahan sunset di Pantai Losari sambil bercengkerama dengan keluarga.

Sesekali di sudut ini ada pasangan muda mudi yang ikut duduk, tetapi biasanya mereka merasa segan dan terus pergi. Mungkin ada perasaan jengah melihat lelaki seusia bapak mereka yang mengawasi. Hahaha… Sore ini agak berbeda. Justru ada seorang laki-laki seusia paman saya yang ikut menanti senja. Lelaki itu berusia 60 tahunan.

Awalnya lelaki itu berdiri di belakang tembok pembatas sambil memandangi langit sore yang mulai menampakkan suasana senja. Matahari yang meredup, gradasi warna langit biru merah jambu hingga jingga. Merasa saya perhatikan, lelaki itu menoleh dan melempar senyuman. Kemudian dia duduk di sebelah saya. Dari penampilannya, Bapak ini terlihat sebagai seorang yang memiliki kehidupan mapan.

Meski terlihat sederhana, tetapi saya tahu pakaian yang dikenakannya bukan murahan. Badannya terlihat sehat dan terawat. Ketampanan di masa muda masih terlihat di gurat wajahnya.

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menjelajahi Kampung Batik Kauman Pekalongan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 20:23 WIB

Kumpulan Cerita Hikmah: Panah Doa, Karya Eri Hariyanto

Rabu, 28 September 2022 | 12:51 WIB

Mengintip Industri Tapioka Di Kawasan Sentul Bogor

Rabu, 28 September 2022 | 06:30 WIB

Vape atau Rokok Konvensional yang Lebih Berbahaya

Rabu, 21 September 2022 | 08:35 WIB

Hits Bowl: Makanan Simpel yang Enak di Depok

Selasa, 20 September 2022 | 08:42 WIB

Begini Tips Membuat Ruangan Kecil Nampak Luas  

Jumat, 16 September 2022 | 09:05 WIB

Semalam di Ndana, Pulau Terselatan Indonesia

Selasa, 13 September 2022 | 18:33 WIB
X