Sekilas Sejarah Sepeda Federal Yang Fenomenal Hingga Sekarang

- Senin, 21 Februari 2022 | 21:07 WIB
Sepeda Federal TomCat Rockhoper SS (Satrio Nusantoro)
Sepeda Federal TomCat Rockhoper SS (Satrio Nusantoro)

CeritaDepok.Com, Depok - Sepeda Federal bisa dibilang fenomenal diera milenial. Hingga detik ini masih sangat banyak penggemar sepeda ini yang masih setia merawat dan mengoleksinya, bahkan menggunakannya sebagai tunggangan sehari-hari. Harganyapun sekarang sangat bervariasi. Bahkan terkadang tak masuk akal.

Namun, minimnya informasi seputar sepeda Federal membuat beberapa orang sering main tebak-tebakan untuk menentukan jenis sepeda Federal yang sudah mengelupas decal-nya. Atau sudah dicat ulang tanpa mempertahankan corak aslinya.

Penulispun pernah mengalami sendiri hal itu. Saat membeli sepeda Federal dari teman yang sudah dicat ulang. Ada serial number (SN) di bawah BB, FC xxx. Beberapa ciri lain menunjukkan sepeda ini benar Federal. Namun jenis apa yang menjadi simpang siur.

Sepeda Federal PussyCat Pathfinder SS (Satrio Nusantoro)

Baca Juga: Terpantau Di Marketplace Ada Penjualan Sepeda Federal Jenis Wildcat Masih Original Di Depok

Nah di laman Facebook, penulis menemukan postingan dari Om Bayu Ismoyo yang menulis tentang ngobrol barengnya dengan mantan Head of Product Development PT Federal Cycle Mustika (FCM) Fachri Ismawan,25 Januari 2016. Kemungkinan besar informasi yang didapat tersebut sangat valid.

Inilah sedikit sejarah sepeda Federal itu.

Proyek Federal dipicu oleh situasi krisis moneter tahun 86-an. Saat itu jajaran manajemen Astra mencari peluang ekspor. Ada beragam usulan, akhirnya sepeda yang dipilih karena di Eropa waktu itu sedang tren sepeda.

Saat itu produksi sepeda Federal mencapai lebih dari 500.000 unit/bulan. Karena kepopulerannya, Federal menjadi merek yang dibajak. Banyak pabrik sepeda rumahan yang meniru sepeda produksi FCM. Untuk mengatasinya, FCM memasang stiker hologram di rangka sepeda, serta mencantumkan serial number.

Sepeda Federal BobCat Pathfinder SS (Satrio Nusantoro)

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Kamis, 3 November 2022 | 10:35 WIB
X