• Sabtu, 2 Juli 2022

Tradisi Ritukan, Penanda Sahur Terakhir Warga Pesisir Gresik

- Sabtu, 30 April 2022 | 23:12 WIB
desa pangkah wetan, ujung pangkah
desa pangkah wetan, ujung pangkah

CeritaDepok.com Beragam cara tradisi untuk membangunkan sahur disetiap daerah. Namun ada yang berbeda yang dilakukan masyarakat pesisir utara Gresik untuk membangunkan sahur di sahur terakhir bulan Ramadan. Caranya berbeda, mungkin hanya ada satu di Indonesia.

Tradisi Ritukan, biasa orang Gresik menyebutnya, menjadi penanda sahur terakhir di setiap bulan suci Ramadan. Biasanya digelar mulai pukul 00.30 dan berakhir pukul 02.30 WIB. Kebetulan, pada Sabtu (30/4/2022) malam ini, hingga Minggu (1/5/2022) dini hari, tradisi Ritukan itu akan mencapai puncaknya.

Warga tumpah ruah di jalanan, mereka menonton beragam atraksi pada tradisi Ritukan tersebut. Mobil-mobil pikap lengkap dengan sound dan peralatannya, bergerak menyuguhan menu-menu hiburan pada masyarakat.

Alunan kentongan, bedug dan alat tabuh lainnya berpadu. Menyatu. Menghasilkan irama mengalun merdu, seolah mengabarkan Lebaran akan segera datang. Lalu, senandung salawat dan syair-syair berkumandang. Memecah sunyi.

Ada juga reog. Ritukan tak ubahnya panggung berjalan, berpawai atau kirab budaya yang biasa digelar pada momen tertentu. Namun, keunikan dari Ritukan adalah waktunya dini hari.

‘’Selama Ramadan sudah ada. Beberapa kelompok warga melakukan patrol keliling. Nah, puncaknya itu pada sahur terakhir. Itulah yang dinamakan ritukan,’’ kata Kepala Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Bogor, Syaifullah Bahri.

Dalam dua tahun terakhir, sejak pandemi Covid-19, tradisi Ritukan di wilayah Ujungpangkah itu semakin mendapat hati dari masyarakat.

Syaifullah Mahdi mengatakan, tradisi patrol di wilayahnya itu sudah ada sejak dulu. Memang, dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan Ritukan itu terasa mengalami transformasi. Masyarakat semakin antusias. Dia mengatakan, kegiatan itu merupakan inisiatif kelompok-kelompok masyarakat sendiri sebagai bagian dari kearifan lokal.

“Saya sendiri nggak bisa bayangkan dilakukan tengah malam sampai dini hari, yang datang sampai segitu,” ujarnya Sandi, panggilan akrabnya.***

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Mitos dan Fakta Dari Bunga Wijayakusuma

Kamis, 30 Juni 2022 | 23:16 WIB
X