• Selasa, 29 November 2022

Berikut Keunggulan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

- Rabu, 4 Mei 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi. puasa Syawal biasanya dilaksanakan selama enam hari setelah Idul Fitri secara berurutan. (istimewa)
Ilustrasi. puasa Syawal biasanya dilaksanakan selama enam hari setelah Idul Fitri secara berurutan. (istimewa)

CeritaDepok.com – Puasa Syawal memiliki  keutamaan yang luar biasa, namun puasa syawal juga memiliki godaan yang cukup berat, dimana saat dirumah banyak makanan, namun kita disunahkan untuk menjalankan ibadah puasa syawal selama enam hari.

Setelah sebulan lamanya umat muslim berpuasa di bulan Ramadhan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat muslim pun disunnahkan untuk menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.

Umat muslim yang melakukan puasa enam hari di bulan Syawal ini seperti berpuasa setahun penuh. Abu Ayyub Al- Anshari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: " Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh" (Sahih Muslim, 1163).

Baca Juga: Mengenal Tradisi Unik Rayakan Lebaran di Berbagai Wilayah Indonesia

Al-Nawawi mengatakan: "bahwa para ulama telah menjelaskan bahwa itu seperti berpuasa satu tahun karena pahala dari perbuatan baik seseorang dilipatgandakan 10 kali lipat. Oleh karena itu puasa di bulan Ramadhan seperti puasa 10 bulan dan puasa enam hari di bulan Syawal seperti puasa dua bulan" (Sahih Muslim).

Dihimpun CeritaDepok.com dari berbagai sumber, berikut keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal:

Baca Juga: PLN Siaga 24 Jam, Pastikan Pasokan Listrik Terbaik untuk Masyarakat Sambut Idul Fitri 1443 H

  1. Puasa 6 hari di bulan Syawal setelah Ramadhan memberikan pahala puasa sepanjang tahun.
  2. Puasa Sya'ban dan Syawal seperti salat sunnah yang mengiringi salat lima waktu. Seperti shalat sunnah, puasa tambahan ini menutupi kekurangan dalam pelaksanaan ibadah wajib kita.
    Pada Hari Pembalasan, amal ibadah sukarela kita akan menutupi kekurangan dalam cara kita melaksanakan tugas kita.
    Sebagian besar dari kita memiliki kekurangan dalam menjalankan puasa Ramadhan dan kita membutuhkan sesuatu untuk menutupi kekurangan tersebut.
  3. Kembalinya ke kebiasaan puasa setelah Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan kita.
    Ketika Allah menerima ibadah kita, Dia memberkati kita untuk terlibat dalam tindakan kesalehan lebih lanjut. Pepatah mengatakan: Pahala kebajikan adalah kebajikan lebih lanjut.
    Oleh karena itu, mengikuti kebaikan yang satu dengan kebaikan yang lain seperti itu merupakan tanda bahwa amalan pertama telah diterima oleh Allah.
    Sebaliknya, jika perbuatan baik seseorang diikuti dengan perbuatan dosa, itu merupakan indikasi bahwa perbuatan baik pertama mungkin tidak diterima.
  4. Orang-orang yang menjalankan puasa Ramadhan diberi ganjaran pada hari Idul Fitri, hari pahala puasa.
    Membiasakan puasa lagi setelahnya adalah salah satu cara bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah kita terima.
    Tidak ada berkah yang lebih besar dari pengampunan dosa seseorang, dan kita tahu bahwa puasa Ramadhan dibalas dengan pengampunan dosa-dosa sebelumnya.

Demikianlah 4 keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal.***

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Kamis, 3 November 2022 | 10:35 WIB
X