• Jumat, 9 Desember 2022

Kumpulan Cerita Hikmah: Panah Doa, Karya Eri Hariyanto

- Rabu, 28 September 2022 | 12:51 WIB
Ilustrasi Panah Doa (Satrio Nusantoro)
Ilustrasi Panah Doa (Satrio Nusantoro)

Cerita Depok.Com, Depok - Kumpulan Cerita Hikmah: Panah Doa, Karya Eri Hariyanto.
Diambil dari buku kumpulan cerita hikmah, Ilalang Kecil di Bukit Lendongara.

Panah Doa

“Mir, pernahkah Tuhan tidak mengabulkan doamu?”,
tanya Murod kepada sahabatnya Emir.

“Pernah”, jawab Emir. “Waktu itu aku minta diberi
istri ke dua…hihi”.
“Kira-kira kenapa tidak dikabulkan? Apa istrimu mendengar
doamu, sehingga ia minta juga kepada Tuhan agar doamu
ditolak?”, goda Murod.

“Hahaha…istriku mana tahu. Aku kan berdoanya di masjid”,
jawab Emir.

“Lha itu, sudah berdoa di masjid kok tidak dikabulkan?”,
Murod penasaran.

“Saya ragu-ragu, Rod. Antara dikabulkan atau tidak. Kalau doa
itu dikabulkan, saya membayangkannya sudah pusing sendiri.
Bagaimana cara membagi waktu dan tenaga? Padahal kamu
tahu sendiri kan, aku sibuk sekali di kantor”, begitu penjelasan
Emir.

Baca Juga: Komunitas Sepeda Federal Depok (FEDE), Dalam Kayuhan Ada Persahabatan

“Naaah itu, Mir. Kata Ustad Juweni jika berdoa kepada Allah
Swt, harus yakin bahwa doa kita terkabul. Jika ragu, itu alamat
doa tidak terkabul”, Murod menjelaskan.

Murod dan Emir adalah dua sahabat yang tinggal di sebuah
klaster perumahan di daerah Dago. Beruntung klaster yang
mereka tempati memiliki masjid yang sangat nyaman dan
bersih.

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Kamis, 3 November 2022 | 10:35 WIB
X