Mengenal Terapi Bekam, Pengobatan Tradisional Berusia Ribuan Tahun

- Senin, 14 November 2022 | 11:20 WIB
Terapis tengah melakukan pengobatan bekam kepada pasiennya di Depok Jaya, Pancoran Mas Depok, pekan lalu. (Satrio Nusantoro)
Terapis tengah melakukan pengobatan bekam kepada pasiennya di Depok Jaya, Pancoran Mas Depok, pekan lalu. (Satrio Nusantoro)

Ceritadepok.com, Depok - Terapi bekam adalah salah satu pengobatan alternatif dari Timur Tengah dan Tiongkok yang telah dipraktikkan sejak ribuan tahun silam. Jenis terapi ini sering kali digunakan untuk meredakan rasa sakit di bagian tubuh tertentu.

Terapi bekam dilakukan menggunakan cangkir khusus yang dapat menghasilkan tekanan, sehingga mampu menarik kulit dan mengeluarkan racun atau darah kotor. Cangkir tersebut biasanya diletakkan di bagian tubuh tertentu, seperti punggung, perut, lengan, bokong, atau kaki.

Prosedur Terapi Bekam

Sebelum terapi bekam dilakukan, terapis akan memasukkan bahan yang mudah terbakar, seperti alkohol, racikan herbal, atau kertas khusus ke dalam cangkir dan membakarnya.

Baca Juga: Sinopsis Suami Pengganti hari ini Senin 14 November 2022: Butuh Uang, Celine Ancam Bongkar Aib Choky ke Galvin

Ketika api mati, cangkir akan segera ditempelkan di atas permukaan kulit. Saat udara di dalam cangkir mulai mendingin, udara akan menarik kulit dan otot sehingga pembuluh darah akan melebar dan kulit memerah.

Namun, kini telah tersedia alat bekam yang modern, yaitu pompa karet. Alih-alih menggunakan metode panas untuk menarik kulit ke atas, terapis bisa menggunakan pompa karet untuk menghasilkan tekanan.

Terapis tengah melakukan pengobatan bekam kepada pasiennya di Depok Jaya, Pancoran Mas Depok, pekan lalu. (Satrio Nusantoro)

Dalam metodenya, terapi bekam terbagi menjadi dua jenis, yaitu bekam kering dan bekam basah. Pada terapi bekam kering, cangkir akan dibiarkan menempel dalam waktu yang ditentukan, biasanya sekitar 3 menit.

Baca Juga: Sinopsis Bintang Samudera hari ini Senin 14 November 2022: Andra Mengamuk, Nagita Sudah Rebut Kebahagiaannya

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Sumber: Alodokter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Kamis, 3 November 2022 | 10:35 WIB
X