• Kamis, 11 Agustus 2022

Tips Cermat Membeli Hewan Kurban dari Pedagang

- Rabu, 15 Juni 2022 | 05:10 WIB
H Didik Priyanto (47) pemilik usaha perdagangan sapi dan kambing kurban CV Puput Bersaudara. (Satrio Nusantoro)
H Didik Priyanto (47) pemilik usaha perdagangan sapi dan kambing kurban CV Puput Bersaudara. (Satrio Nusantoro)

CeritaDepok.Com, Depok - Mendekati Hari Raya Idul Adha banyak masyarakat yang bingung atau belum tahu bahkan kesulitan untuk memilih hewan kurban yang baik dan sehat.

Seorang pemilik usaha perdagangan sapi dan kambing kurban, Haji Didik memiliki tips bagi konsumen yang akan memilih dan membeli hewan kurban yang siap dipotong dan dagingnya aman dikonsumsi.

"Pokoknya yang pertama, jangan beli hewan kurban (sapi dan kambing) yang loyo. Itu ciri-ciri dia sedang sakit cari yang lincah karena itu sehat," kata Didik kepada CeritaDepok.Com di kawasan Rangkapan Jaya, Kota Depok, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban Dengan Memberlakukan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Setelah itu, calon pembeli jangan ragu memeriksa fisik hewan seperti melalui bulu dan lubang-lubang bagian hewan kurban. Hewan kurban yang sehat tidak mengeluarkan cairan (darah atau lendir) dari lubang-lubang hewan seperti mata, hidung, teling, mulut, ataupun anus. Selain itu, gigi susu dari hewan kurban yang akan dibeli.

"Coba dilihat giginya tanggal nggak. Kalau belum berarti dia belum dewasa dan belum layak dipotong. Untuk sapi dan kerbau bisa dengan usia sekitar 2 tahun, sedangkan kambing dan sapi berkisar usia 1 tahun," paparnya.

Tips lainnya, adalah calon pembeli perlu melihat kotoran hewan kurban yang akan dibeli. Bila kotoran yang dikeluarkan hewan kurban padat maka kondisnya sehat. Sedangkan jika kotorannya cair menandakan hewan tersebut tidak sehat.

Baca Juga: Panduan Praktis Penyembelihan Hewan Ternak Kurban Pada Daerah Bebas Penyakit Mulut dan Kuku

"Jangan ragu dan jijik melihat kotoran sebelum membeli," imbuhnya.

Langkah terakhir dan yang paling penting adalah menanyakan soal sertifikasi/label kesehatan hewan yang diterbitkan Dinas Kesehatan setempat. Jika tidak ada maka calon pembeli bisa beralih ke tempat penjualan hewan kurban lain yang jauh lebih aman.

"Ada nggak label kesehatannya? biasanya dijepit di telinga atau dikalungkan di leher sapi. Lalu lihat tempat jualannya bersih nggak? Itu juga bisa mempengaruhi hidup sementara hewan kurban," pungkas Didik.

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berongga Dua Meter, Jembatan BDB Ditambal

Kamis, 28 Juli 2022 | 09:00 WIB

Demam Catur Kembali Melanda Depok Jaya

Kamis, 21 Juli 2022 | 06:15 WIB
X