• Sabtu, 10 Desember 2022

Mengenal Lebih Dekat Dengan Mamah Dedeh

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Penceramah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh (Satrio Nusantoro)
Penceramah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh (Satrio Nusantoro)

CeritaDepok.Com, Depok - Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh mulai terkenal sejak berdakwah lewat radio. Namanya makin melambung saat ia intensif ceramah di media televisi. Perjalanan dakwahnya di media hampir 22 tahun. Padahal jauh sebelum itu, ia juga sudah berceramah keliling kampung.

Pada setiap cermahnya selalu mendapat respons yang baik. Bicaranya ceplas-ceplos ala orang Betawi. Penyampaiannya tegas, galak, kadang mengundang tawa para jemaahnya. Apalagi kalau sudah mendengar ketawa mama Dedeh sendiri. "Ya, saya menyampaikan apa adanya sesuai Quran dan Hadits," jelas Mama Dedeh.

Perempuan kelahiran Ciamis, 5 Agustus 1951 ini mengenal dakwah sejak kecil. Ia adalan anak seorang kiai bernama Sujai dan menikah dengan Syarifuddin yang juga anak kiai asal Betawi KH.Hasan Basri.

Baca Juga: Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama Mamah Dedeh Di Depok Jaya

Masa kecil dan remajanya ia habiskan di kota kelahirannya. Ia besar dalam lingkungan agama yang ketat. Ayahnya seorang kiai. Tak heran bila Mama Dedeh dan saudaranya melakoni seperti ayahnya berceramah sejak kecil. Saat usia SD, Mama Dedeh kadang mengisi ceramah-ceramah pengajian di kampung.

Lulus SMP, ia meneruskan sekolah pendidikan guru agama (PGA) yang tidak terlalu jauh dengan kegiatan ayahnya sebagai penceramah. Padahal ia bercita-cita ingin menjadi pelukis. Untuk meneruskan kegiatan ayahnya, Mama Dedeh dikirim ayahnya kuliah ke Jakarta pada usia 17 tahun. Pada tahun 1968 itulah ia tinggal di Asrama putri Institut Agama Islam Negeri (kini menjadi Universitas Islam Negeri) Syarief Hidayatullah. Ia mengambil Fakultas Tarbiyah (pendidikan).

Kebiasan berceramah tetap ia lakukan saat menjadi mahasiswa. Saat Sabtu Minggu libur, ia keluar asrama bersama teman-temanya berceramah di sekitar Ciputat, Cireunde, dan Pondok Cabe, Jakarta. Memasuki kuliah tahun ketiga, pada tahun 1970, usia 19 tahun, ia menikah dengan kakak kelasnya Syarifuddin. Ia jalani kuliah meskipun sudah berumah tangga dan tetap tinggal di asrama.

Baca Juga: Mutiara Hikmah Pagi : Ikhlas Itu Ibarat Akar

Setelah selesai kuliah, ia tinggal bersama suaminya di rumah mertuanya di Tanah Abang, Jakarta. Di sini pun bercermah. Setelah lima tahun di sana, ia pindah ke Depok. Beradaptasi dengan lingkungan baru bukan hal yang sulit baginya. Ia bahkan diminta untuk mengisi acara pengaian di lingkungannya. Seiring perjalanan waktu, ia pun berceramah dari RW ke RW hingga antar kampung. Tak hanya itu, ia juga mengangkat anak asuh untuk disekolahkan. Namanya mulai dikenal di sekitar Jabotabek.

Pada tahun 1994, aktor Benyamin Sueb pemilik radio betawi Bens Radio meminta Mama Dedeh mengisi program Ngaji setiap hari Jumat. Nama Mama Dedeh masuk ke sini, karena salah satu anak asuhnya yang bekerja di radio ini mengusulkannya ke Benyamin Sueb yang sedang mencari penceramah perempuan.

Mama Dedeh mulai siaran di Radio. Gaya khasnya yang ceplas-ceplos mirip dengan karakter Bens Radio mendapat respon yang bagus dari pendengar radio. Dari situlah stasiun televisi Indosiar mengenal dan memintanya mengisi program Mamah dan Aa.

Baca Juga: Hikmah Pagi : Tanda-Tanda Kiamat Yang Sudah Semakin Mendekat

Pada tahun 2007, awal Mama Dedeh dikontrak Indosiar. Sejak tampil di Indosiar, namanya makin populer. Ia pun mulai banyak undangan dari ibu-ibu pengajian hingga pejabat menteri. Ia sudah berkeliling kota-kota di Indonesia. Dalam sehari, ia bisa menghadiri 5-6 tempat.

Selain berceramah lewat visual, audio, tatap muka, ia juga berdakwah lewat buku. Ia menulis buku dengan judul Curhat ke Mamah Dedeh:Menuju Keluarga Sakinah.

Mama Dedeh makin eksis di dunia televisi, ia dipercaya untuk mengisi beragram program dengan nama yang berbeda, tapi tetap dengan aikon dengan nama Mamah, misalnya program; Mamah dan Aa, Ceramah (ceria Bersama mamah), Mamah On The Street, Mamah dan Aa Beraksi, Hati ke hati bersama Mamah Dedeh.

Penceramah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh (Satrio Nusantoro)
      
KELUARGA      

  • Suami   : Drs. H. M. Syarifuddin
  • Anak     : Empat orang anak

PENDIDIKAN

  • SD, Ciamis Lulus
  • SMP, Ciamis
  • PGA, Ciamis, Lulus, 1968
  • Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta

KARIER

  • Penceramah, sejak kecil
  • Pengisi Acara Ngaji, Bens Radio, 1994,
  • Pengisi Program Mamah dan Aa, Indosiar, 2007
  • Mamah dan Aa, Indosiar, (2007-2011)
  • Ceramah (Ceria Bersama Mamah) (2011)
  • Curhat Akbar (2011)
  • Mamah On The Street (2011)
  • Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh, Antv,(2011-2013)
  • Mamah dan Aa BerAKSI, Indosiar,(2013)
  • Dewan Juri Aksi Indosiar, (sejak 2015)

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rehabilitasi Jembatan GDC Depok Terus Dilanjut

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:33 WIB

Lurah Cinere Ajak Warga Ikut Gladis Tiktok

Senin, 5 Desember 2022 | 20:54 WIB

Ragam Ekspresi Anak Saat Bertemu Dokter Gigi

Senin, 5 Desember 2022 | 06:50 WIB

TPS Di Jalan Raya Tanah Baru Depok Ditutup

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:32 WIB

DLHK Kota Depok Tanam 500 Bibit Pohon

Selasa, 29 November 2022 | 09:45 WIB

Yudi Yanto Kembali Terpilih Menjadi Ketua LPM Depok Jaya

Minggu, 27 November 2022 | 23:18 WIB

Cerita Kain Nusantara Di Bakul Budaya FIB UI

Minggu, 27 November 2022 | 22:43 WIB

Calon Ketua LPM Cilodong Nomor 1, Janjikan Perubahan

Kamis, 24 November 2022 | 09:22 WIB
X