• Jumat, 7 Oktober 2022

Memanas, Presiden Jerman Tak Diterima di Ukraina karena Dekat dengan Rusia

- Rabu, 13 April 2022 | 08:30 WIB
Jerman KAlang kabut menyusul kebijakan Russai yang mewajibkan  bertransaksi menggunakan rubel (dw.com)
Jerman KAlang kabut menyusul kebijakan Russai yang mewajibkan bertransaksi menggunakan rubel (dw.com)

CeritaDepok - Jerman menghadapi tekanan tinggi karena dianggap kurang memberi tanggapan atas krisis di Ukraina. Pejabat Ukraina dilaporkan menghina Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier karena dituduh memberi tanggapan yang lemah dan memiliki hubungan dekat dengan Rusia.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier juga mengaku kunjungannya yang direncanakan ke Ibu Kota Kiev tidak disambut oleh pemerintah Ukraina.

“Saya siap untuk melakukan ini (kunjungan ke Kiev), tetapi tampaknya, dan saya harus mencatat ini, ini tidak diinginkan di Kyiv,” kata Frank-Walter Steinmeier kepada wartawan di Warsawa, Polandia, dikutip dari PikiranRakyat.com, Rabu, 13 April 2022.

Frank-Walter Steinmeier mengatakan ingin mengunjungi Kiev bersama dengan Presiden Polandia, Estonia, Latvia dan Lithuania untuk mengirimkan sinyal solidaritas sesama Eropa.

Baca Juga: Perempat Final Liga Champions, Chelsea gagal lolos ke semifinal lantaran kalah agregat dari Real Madrid

Menurut media Jerman, Bild, seorang diplomat Ukraina yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa Jerman pernah memiliki hubungan dekat dengan Rusia, sehingga tidak diterima di Kiev.

“Kita semua tahu hubungan dekat Steinmeier dengan Rusia di sini. Dia tidak diterima di Kiev saat ini. Kami akan melihat apakah itu berubah," kata diplomat itu.

Dikutip dari PikiranRakyat.com, Presiden Volodymyr Zelensky juga menolak kunjungan Presiden Jerman karena memiliki hubungan dekat dengan Rusia termasuk dukungan kerja sama pipa gas Nord Stream 2, pipa gas yang dialirkan langsung dari Rusia ke Jerman.

Beredar foto-foto lama di media sosial yang memperlihatkan Presiden Jerman Steinmeier memeluk Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Frank-Walter Steinmeier sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri semasa pemerintahan Kanselir Angela Merkel. Steinmeier juga telah mengenal Presiden Rusia Vladimir Putin sejak tahun 2001.***

Halaman:

Editor: Rubiakto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Media Amerika Dibatasi Liputan Banjir Pakistan

Rabu, 14 September 2022 | 08:58 WIB

Kabar Duka, Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Jumat, 9 September 2022 | 08:39 WIB

Vladimir Putin Bangga Bisa Kelola Keuangan Negaranya

Kamis, 8 September 2022 | 11:42 WIB

Ini Kronologis PM Inggris Boris Johnson Mundur

Jumat, 8 Juli 2022 | 10:00 WIB
X