• Kamis, 11 Agustus 2022

Situ Gede Dipercantik, Bima Arya Akan Bangun Mini Alun-alun

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 19:45 WIB
Bima Arya saat meletakan batu pertama di Situ Gede. (Dok Humas Pemkot Bogor)
Bima Arya saat meletakan batu pertama di Situ Gede. (Dok Humas Pemkot Bogor)

 

CeritaDepok, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya proyek pengembangan destinasi pariwisata tipe satu di kawasan Situ Gede, Bogor Barat, Kota Bogor.

Danau seluas 4 hektare ini akan direvitalisasi menjadi salah satu roda penggerak ekonomi pariwisata nasional dengan tetap menjaga fungsi situ sebagai sumber air. Beberapa fasilitas yang akan hadir adalah welcome zone yang terdiri dari aula Situ Gede, area parkir, jembatan dan pedestrian. 

Ada juga point to point gate yang terdiri dari gerbang, plaza dan jogging track dan recreation space, race point dek yang terdiri dari mushola, kios dan toilet, tower point dan mini alun-alun, yang akan dibangun di Situ Gede.

 Baca Juga: Pemkot Depok Luncurkan DVAJAR Kejar Target 50 Persen Vaksinasi di Agustus 2021 

Anggaran proyek ini merupakan bantuan dari Dinas SDA Provinsi Jabar sebesar Rp 5.016.081.705,25. Waktu pengerjaan akan dilakukan 150 hari oleh pelaksana PT Hisar Makmur.

“Sudah lama orang Bogor bermimpi Situ Gede ini disulap menjadi kawasan yang indah. Existing (kondisi saat ini) sudah indah, tapi rasanya tidak maksimal dalam banyak hal. Jadi sudah bertahun-tahun kami melakukan ikhtiar mencoba merencanakan, memikirkan penganggaran dan lain-lain. Hari ini, itu semua menjadi kenyataan,” ungkap Bima Arya

Baca Juga: Dituduh Sogok Polisi. Kartika Putri: Jangan Fitnah

“Kami akan memulai bersama program penataan kawasan Situ Gede ini. Terimakasih kepada Provinsi, Pak Kadis SDA, Pak Gubernur, DPRD Jabar yang telah menyetujui untuk mengalokasikan bantuannya ke Situ Gede,” tambahnya. 

Dalam revitalisasi ini, kata Bima, harus bisa menggabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi. “Jadi jangan sampai dengan penataan, pembangunan menjadi indah, warga datang ke sini, tapi kemudian menjadi jauh dari tujuan konservasinya. Sampahnya tidak dikelola, airnya menjadi kotor dan lain sebagainya. Dan juga harus diingat bahwa semua pembangunan di sini ujungnya adalah untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rachmat Yasin Bebas, Tetap Wajib Lapor

Rabu, 3 Agustus 2022 | 08:47 WIB

Terjadi Longsor Di Cijeruk Bogor

Minggu, 22 Mei 2022 | 07:00 WIB
X