• Sabtu, 2 Juli 2022

Laut Teluk Bima Tercemar, KKP Ambil Tindakan

- Jumat, 29 April 2022 | 09:15 WIB
Beberapa orang menyebut peristiwa ini hanya fenomena alam biasa, sementara sebagian lainnya menduga perubahan warna air Teluk Bima diakibatkan oleh pencemaran lingkungan (dok, Pikiran Rakyat)
Beberapa orang menyebut peristiwa ini hanya fenomena alam biasa, sementara sebagian lainnya menduga perubahan warna air Teluk Bima diakibatkan oleh pencemaran lingkungan (dok, Pikiran Rakyat)

CeritaDepok - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyayangkan pencemaran yang terjadi di perairan Teluk Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pihaknya siap mendukung pemerintah daerah menyelidiki penyebab pencemaran yang mengakibatkan permukaan laut menjadi kecoklatan tersebut.

“Kejadian seperti ini jelas merugikan kesehatan laut. Kami berkoordinasi dengan pemda dan siap mendukung penyelidikan sampai tuntas,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP, Kamis (28/4/2022).

Berdasarkan data yang dikumpulkan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Denpasar, pencemaran terpantau di Pantai Lawata, Kota Bima mulai Rabu 27 April 2022. Material penutup permukaan laut berwarna coklat berbentuk seperti gel, tidak berbau minyak, dan tidak bercampur sempurna dengan air laut.

Baca Juga: Pelabuhan Merak Dipadati Pemudik, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup

Di sekitar area pencemaran ditemukan beberapa ikan dalam keadaan mabuk bahkan mati. Sampel air permukaan, air bawah permukaan, dan bangkai ikan telah dikirim untuk dilakukan uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima.

"Tim KKP terus melakukan pengumpulan data. Balai KKP di Jembrana juga tengah melakukan pencitraan kondisi sebelum dan sesudah kejadian," papar Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono menambahkan, pencemaran tidak akan berulang terjadi jika semua pihak menyadari pentingnya kesehatan laut sebagai sumber kehidupan.

KKP sambungnya, berkomitmen penuh menjaga kesehatan laut dengan menjadikan kelestarian ekosistem sebagai pertimbangan utama dalam membuat kebijakan maupun program kerja.***

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jejak Soekarno Masih Terasa Di Ende

Rabu, 1 Juni 2022 | 13:20 WIB
X