• Jumat, 22 September 2023

Panglima TNI Kirim Dokter Bantu Autopsi Brigadir J

- Senin, 25 Juli 2022 | 09:56 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membuka kembali kasu skematian Sertu Bayu Pratama prajurit TNI asal Solo. (Instagram.com/@jenderaltniandikaperkasa)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membuka kembali kasu skematian Sertu Bayu Pratama prajurit TNI asal Solo. (Instagram.com/@jenderaltniandikaperkasa)

CeritaDepok.com - TNI akan bantu proses autopsi ulang jenazah Brigadir J. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan dokter yang dikirimnya itu dipastikan memiliki kompetensi dan keilmuan yang dibutuhkan.

Andika Perkasa mengatakan bahwa dokter tersebut merupakan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Dokter tersebut disiapkan sesuai permintaan dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia.

"Dokter F ini dipilih karena memiliki kompetensi di bidangnya," ujar Andika Perkasa.

Baca Juga: Terungkap, Foto Mesra Istri Brigjen Pol Nonaktif Hendra Kurniawan dan Ariel NOAH Disorot

"Kami siapkan satu saja, kalau mau tambah juga boleh," ujarnya, Senin, 25 Juli 2022.

Andika Perkasa memastikan dokter TNI yang akan membantu proses autopsi Brigadir J, murni pilihan perhimpunan dokter forensi Indonesia.

Pihaknya tidak ada arahan untuk menentukan siapa dokter yang bergabung dalam proses tersebut.

Mantan KSAD itu menambahkan, jika pihak TNI siap membantu memberikan dukungan lain misalnya seperti bantuan sumber daya manusia maupun Rumah Sakit apabila dibutuhkan.

Andika Perkasa berpesan kepada dokter yang akan bertugas itu agar menjaga kredibilitas dan integritas dalam membantu proses autopsi jenazah Brigadir J.

"Intinya keilmuan dan objektivitas harus jadi prioritas," ujarnya menegaskan.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J menilai terdapat kejanggalan terkait penyebab kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang disebut polisi meninggal akibat terkena peluru tembakan.

Tim kuasa hukum menilai, terdapat sejumlah luka memar, sayatan, dan luka membiru, luka di leher diduga dilukai dengan benda tertentu, serta luka pada jari dan kaki pada jenazah Brigadir J.

Luka-luka lain selain luka akibat proyektil peluru di tubuh Brigadir J, mendorong pihak keluarga Brigadir J membuat laporan ke Bareskrim Polri. Mereka menduga adanya pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan meminta dilakukan autopsi ulang.***

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Syarat Untuk Membuat SIM B1

Rabu, 20 September 2023 | 20:47 WIB

Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan D3 Semua Jurusan

Rabu, 20 September 2023 | 19:54 WIB

Cara Beli e-Meterai untuk Daftar CPNS 2023

Senin, 18 September 2023 | 07:41 WIB

Link Terbaru Untuk Pendaftaran dan Jadwal CPNS 2023

Minggu, 17 September 2023 | 19:58 WIB

Cara Cek Formasi CPNS 2023 di Situs SSCASN

Jumat, 15 September 2023 | 21:12 WIB

Biaya Perpanjangan SIM A dan C Serta Syarat Pembuatannya

Selasa, 12 September 2023 | 20:11 WIB

SKCK Jadi Syarat untuk Daftar CPNS 2023

Selasa, 12 September 2023 | 18:51 WIB

Contoh Soal Materi TKP untuk Menghadapi Tes CPNS 2023

Minggu, 3 September 2023 | 22:42 WIB

Masih Ada Waktu, Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2023

Rabu, 23 Agustus 2023 | 21:38 WIB

Formasi CPNS 2023 Kejaksaan RI untuk Lulusan SMA

Minggu, 20 Agustus 2023 | 20:51 WIB
X