• Minggu, 2 Oktober 2022

Wagub Gus Yasin Bocorkan Cara Jateng Selesaikan Masalah

- Jumat, 29 Juli 2022 | 21:34 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan pidato pembuka dalam Rapat Kerja Kedeputian Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Bappenas untuk Penyusunan Background Study RPJPN 2025-2045, di Griya Persada Convention Hotel, Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022) (Satrio Nusantoro)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan pidato pembuka dalam Rapat Kerja Kedeputian Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Bappenas untuk Penyusunan Background Study RPJPN 2025-2045, di Griya Persada Convention Hotel, Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022) (Satrio Nusantoro)
CeritaDepok.Com, Semarang - Demokrasi menjadi landasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk bekerja dan melayani masyarakat. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan, dalam menjalankan roda pemerintahan mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo, langkah-langkah demokratis banyak dilakukan demi memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.
 
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato pembuka dalam Rapat Kerja Kedeputian Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Bappenas untuk Penyusunan Background Study RPJPN 2025-2045, di Griya Persada Convention Hotel, Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022) lalu.
 
Wagub Jateng yang biasa disapa Gus Yasin menyampaikan, forum kebijakan politik, hukum, dan keamanan Provinsi Jawa Tengah tertuang dalam misi pertama dan kedua. Yakni membangun masyarakat jawa tengah yang religius, toleran, guyub untuk menjaga NKRI, mempercepat reformasi birokrasi yang dinamis, serta memperluas ke pemerintahan kabupaten kota.
 
 
“Demokrasi menjadi hal utama dalam penjabaran misi kami tersebut, sebagaimana dikatakan dalam alinea ke empat UUD 1945 dan pasal 1 ayat 2 UUD 1945, yang berbunyi kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD,” kata Gus Yasin.
 
Suasana Rapat Kerja Kedeputian Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Bappenas untuk Penyusunan Background Study RPJPN 2025-2045, di Griya Persada Convention Hotel, Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022) (Satrio Nusantoro)
 
Wagub menilai, tujuan demokrasi bukan hanya gegap gempita sebuah negara. Menurutnya, demokrasi memberikan jaminan bagi semua rakyat agar dapat hidup layak. Selain itu, demokrasi juga menjamin masyarakat untuk dapat memilih keyakinan, berserikat, berpendapat, dan sebagainya, selama tidak menyalahi undang-undang.
 
“Inilah kenapa kami di Jateng, saya mendampingi mas Ganjar, membuka ruang demokrasi seluas luasnya. Kita buat kanal-kanal pengaduan, baik mulai melalui SMS 08112920200, atau telepon 0248441256 Juga banyak medsos, WA kami, masyarakat banyak yang tahu nomor-nomor kami,” papar wagub.
 
Gus Yasin menjelaskan bahwa Pemprov Jateng membuat berbagai strategi untuk mewujudkan demokrasi yang nyata. Di antaranya dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, komitmen, dan toleransi masyarakat terhadap kebebasan berserikat dan berkumpul, tanpa menggunakan kekerasan.
 
Dia tak menampik jika asih ada masyarakat di Jawa Tengah yang mengemukakan pendapat melalui demonstrasi. Namun, Gus Yasin menekankan, apabila ada masalah lebih baik didiskusikan. Dia mengungkapkan, Gubernur Ganjar Pranowo, juga kerap kali hadir di tengah masyarakat saat aksi demonstrasi, untuk mengajak diskusi.
 
“Beberapa kali penyelesaian-penyelesaian kita ketahui bapak gubernur muncul di tengah-tengah demo naik ke truk. Juga kemarin yang sempat ramai di Purworejo, saya sempatkan tiba-tiba saya muncul di sana. Masyarakat belum kumpul, sampai mereka kumpul akhirnya mengetahui saya ada di sana. Kita berdiskusi apa yang dibutuhkan masyarakat, dan alhamdulillah, saat ini bisa kita realisasikan pembangunan nasional. Itu dari bentuk kami, tidak ada sekat antara pemerintah dan masyarakat,” papar Gus Yasin.
 
Sementara itu, dalam sambutannya Plt Deputi Polhukhankam Kementerian PPN/Bappenas, Slamet Soedarsono, mengatakan, Bappenas memiliki tugas untuk menyusun rencana jangka panjang 20 tahunan. Menurutnya, saat ini Indonesia berada pada rencana jangka panjang 2005-2025, yang sebentar lagi akan berakhir. Oleh sebab itu harus segera disusun background study, untuk menyusun rencana jangka panjang.
 
“Periode pembangunan jangka panjang ini penuh tantangan menuju Indonesia Emas. Di antaranya kita membangun Ibu Kota Nusantara, itu didedikasikan untuk 2045. Oleh karena itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya diukur dari capaian 2024 saja, tapi pembangunan yang berdimensi jangka panjang,” kata Slamet.
 
Dalam sambutannya Plt Deputi Polhukhankam Kementerian PPN/Bappenas, Slamet Soedarsono, mengatakan, Bappenas memiliki tugas untuk menyusun rencana jangka panjang 20 tahunan (Satrio Nusantoro)
 
Slamet menyampaikan pula apresiasi atas hasil pembangunan di Jawa Tengah. Dia mencatat sejumlah penghargaan yang patut menjadi kajian bersama. Menurutnya, di tengah kompleksitas penduduk, kepadatan jumlah, masyarakat, sumberdaya alam, dan sebagainya, Jawa Tengah mencapai kemajuan capaian sebagai provinsi yang paling inovatif dalam Innovative Government Award tahun 2020.
 
 
Slamet menilai inovasi menjadi tidak sederhana, karena dihadapkan pada realita-realita di mana masyarakat dapat menilai secara kritis, terkait kemanfaatan langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, bukan hanya sebagai yang paling inovatif, namun juga soal keterbukaan informasi publik, serta predikat A dalam Sakip Award atas keberhasilan menerapkan e-budgeting, e-planning, yang terintegrasi.
 
“Ini pelajaran penting bagi nasional juga, hemat kami, kita secara nasional tidak hanya belajar dari negara lain namun juga dari provinsi maupun kabupaten/kota yang lebih kuat di bidang pembangunan,” pungkas Slamet. 

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKP Kembangkan Kultur Jaringan Rumput Laut  

Kamis, 8 September 2022 | 08:45 WIB
X