• Jumat, 9 Desember 2022

KKP Gandeng Akademisi Bangun Akuakultur Indonesia Berbasis Ekonomi Biru

- Senin, 5 September 2022 | 09:11 WIB
Tb Haeru Rahayu kkp.go.id
Tb Haeru Rahayu kkp.go.id

CeritaDepok.com - Kementerian Kelautan  dan Perikanan (KKP) terus bersinergi dengan akademisi untuk mewujudkan akuakultur Indonesia yang berbasis ekonomi biru, salah satunya dengan melibatkan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

 

Dalam Talk Show yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran dengan tema “Laut Kita Hidup Kita”, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu bersama Rektor Universitas Padjajaran, Prof Rina Indiastuti sebagai narasumber. Tebe – sapaan akrab Tb Haeru Rahayu menyampaikan potensi laut Indonesia luar biasa yang bisa dikembangkan dengan tidak merusak ekosistem laut, tetap sehat dan bisa dinikmati oleh anak cucu secara berkelanjutan.

 

“Sebelumnya saya mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan mengucapkan Selamat dan Sukses Lustrum XIII dan juga Dies Natalis ke-65 untuk Unpad, semoga Unpad semakin jaya dalam kontribusinya untuk Laut Kita Hidup Kita”, ucap Tebe.

 

Potensi laut di Indonesia sangat luas yaitu mencapai 6,8 juta kilometer persegi. Sementara, untuk potensi lahan total untuk perikanan budidaya saja Indonesia memiliki 17,8 juta hektar, meliputi potensi lahan budidaya laut, payau dan air tawar. Artinya Indonesia bisa melakukan berbagai pengembangan perikanan budidaya untuk komoditas unggulan, diantaranya komoditas yang berorientasi ekspor seperti udang, lobster, rumput laut, dan kepiting.

Baca Juga: KKP Ajak Bima Arya Lepasliarkan 50.000 Ekor Ikan di Kali Ciliwung

“Dan empat komoditas tersebut memiliki nilai pangsa pasar dunia yang tinggi, contohnya udang, sebagai komoditas perikanan yang diminati di pasar global dan menempati posisi di nomor dua setelah salmon. Tahun 2021 data sementara, dikutip dari BPS yang diolah Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, nilai ekspor Indonesia untuk udang sebesar 2.229 juta USD. Sementara untuk rumput laut nilai ekspor Indonesia sebesar 345 juta USD,” papar Tebe.

Halaman:

Editor: Rubiakto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erick Thohir Cek Langsung Kesiapan PLN Layani KTT G20

Kamis, 10 November 2022 | 13:32 WIB

Peluru Nyasar Polisi, Tewaskan Warga Pontianak 

Kamis, 3 November 2022 | 05:05 WIB

Hakim Cecar Habis ART Susi dalam Sidang Bharada E

Selasa, 1 November 2022 | 03:05 WIB
X