12 Temuan Awal Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil Pada Peristiwa Pelanggaran HAM di Stadion Kanjuruhan

- Senin, 10 Oktober 2022 | 09:34 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Ceritadepok.com, Malang - 12 Temuan Awal Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil Terkait Peristiwa Pelanggaran HAM di Stadion Kanjuruhan

Peristiwa kekerasan yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang telah mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Berkenaan dengan peristiwa tersebut, Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari LBH Pos Malang, LBH Surabaya, YLBHI, Lokataru, IM 57+ Institute dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah melakukan investigasi selama kurang lebih 7 (tujuh) hari.

Kondisi saat ini, masyarakat masih dalam keadaan berduka, meski demikian mereka tetap terus menuntut kebenaran dan keadilan dengan menyerukan pengusutan secara tuntas kasus ini melalui spanduk yang terpasang di berbagai sudut di Malang Raya.

Baca Juga: Jadwal Acara TV ANTV, SCTV, GTV, Indosiar, MNCTV, RCTI, NET TV, Trans TV, Trans 7, Senin 10 Oktober 2022

Saat proses investigasi, kami bertemu dengan sejumlah saksi, korban dan keluarga korban dengan kondisi ada yang mengalami gegar otak, luka memar bagian muka dan tubuhnya, ruam merah pada muka, hingga trauma yang berat akibat peristiwa kekerasan yang telah terjadi.

Berdasarkan hasil investigasi Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil, kami mendapatkan temuan awal bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan merupakan dugaan kejahatan yang terjadi secara sistematis yang tidak hanya melibatkan pelaku lapangan. Selain itu, kami menduga timbulnya korban jiwa akibat dari efek gas air mata yang digunakan oleh aparat kepolisian.

Lebih lanjut temuan awal tersebut, kami uraikan sebagai berikut:

1. Bahwa pada saat pertengahan babak kedua, terdapat mobilisasi sejumlah pasukan yang membawa gas air mata, padahal diketahui tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan saat itu;

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Dipastikan Gagal Lolos Keputaran Final Piala Asia U-17 2023, Usai Kalah Telak 5-1

2. Bahwa ketika pertandingan antara Arema FC dan Persebaya selesai, diketahui terdapat sejumlah suporter yang masuk ke dalam lapangan, didasari pada keterangan saksi-saksi yang ada, hal tersebut terjadi oleh karena para suporter hanya ingin memberikan dorongan motivasi dan memberikan dukungan moril kepada seluruh pemain. Namun, hal tersebut direspon secara berlebihan dengan mengerahkan aparat keamanan dan kemudian terjadi tindak kekerasan. Hal inilah yang kemudian, para suporter lain ikut turun ke dalam lapangan bukan untuk melakukan penyerangan tetapi untuk menolong suporter lain yang mengalami tindak kekerasan dari aparat keamanan;

3. Bahwa sebelum tindakan penembakan gas air mata, tidak ada upaya dari aparat untuk menggunakan kekuatan lain seperti kekuatan yang memiliki dampak pencegahan, perintah lisan atau suara peringatan hingga kendali tangan kosong lunak. Padahal berdasarkan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, Polisi harus melalui tahap-tahap tertentu sebelum mengambil tahap penembakan gas air mata;

Halaman:

Editor: Satrio Nusantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Niko Mentanawai Petinju Depok Yang Sayang Keluarga

Selasa, 31 Januari 2023 | 20:54 WIB

Laga Gengsi Persib Vs Persija Sore Ini

Rabu, 11 Januari 2023 | 14:25 WIB

Selamat Ulang Tahun ke-94 Persija Jakarta

Selasa, 29 November 2022 | 13:23 WIB

Tim Matador Berpesta Juga Ciptakan Rekor Gila

Kamis, 24 November 2022 | 13:43 WIB

Senam Bio Energy Power, Sehat Tanpa Alat Tanpa Obat

Selasa, 22 November 2022 | 10:42 WIB

Tegas! Mahfud MD Minta Pengurus PSSI Mundur

Selasa, 1 November 2022 | 08:05 WIB
X