• Senin, 29 November 2021

Nadiem: Syarat Minimal 60 Siswa untuk Penyaluran BOS Tidak Berlaku di 2022

- Kamis, 9 September 2021 | 14:18 WIB
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. /Dok. Humas Setkab
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. /Dok. Humas Setkab

CeritaDepok.com - Setelah melakukan kajian dan evaluasi dampak pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memastikan persyaratan sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memiliki minimal 60 peserta didik tidak berlaku di 2022.

Keputusan tersebut diambil setelah melakukan kajian dan evaluasi dampak pandemi COVID-19. “Kemendikbudristek telah memutuskan untuk tidak memberlakukan (persyaratan) ini pada tahun 2022,” ujar Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu 8 September 2021.

Nadiem juga menyampaikan apresiasi atas masukan dari Komisi X  DPR RI dan masyarakat mengenai berbagai kekhawatiran dan kecemasan terhadap implementasi persyaratan sekolah penerima BOS.

Dia menjelaskan, program tersebut sudah ada sejak 2019, dan ada waktu tiga tahun untuk menyosialisasikan kebijakan.

“Jadi, program ini sudah dari 2019, tapi belum dilakukan pada 2021 karena belum masuk tiga tahun. Itu ada tenggang waktunya,” tuturnya.

Baca Juga: Opini WTP LKPP 2020,  Netty: Pemerintah Jangan Terbuai,  WTP Bukan Tolok Ukur Kinerja Anggaran

Nadiem menilai situasi pandemi saat ini dirasa cukup ekstrem dan perlu fleksibilitas dan tenggang rasa pada sekolah yang masih sulit melakukan transisi untuk menjadi sekolah yang skala minimumnya lebih besar.

Mendikbudristek menambahkan, pihaknya sangat sensitif terhadap situasi masyarakat dan akan terus menerima masukan terhadap persyaratan ini dan melakukan kajian lebih lanjut terkait pemberlakukannya setelah tahun 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbudristek juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan BOS regular tidak hanya mengakomodasi operasional di sekolah formal tapi juga dialokasikan untuk operasional bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Kebijakan tersebut memberi fleksibilitas kepada kepala sekolah untuk menentukan apa yang dapat ditingkatkan dengan dana BOS.

Halaman:

Editor: Julian AR

Sumber: Kemendikbudristek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan 99 Asmaul Husna dan Artinya Bahasa Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 07:20 WIB

UP Banyak Hadirkan Praktisi Bisnis ke Kampus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 05:30 WIB

Eksistensi Bermain Outdoor di Masa Pandemi COVID-19

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:16 WIB

Jiwa Kepribadian Santri Diharapkan Warnai UI

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 13:41 WIB
X